Lagi Ramai Sindrom Anak Bungsu, Apa Itu?

Sampai saat ini memang belum ada diagnosis resmi dan definisi klinis akan sindrom satu ini.

Iwan Tantomi
Oleh Iwan Tantomi - Reporter
Lagi Ramai Sindrom Anak Bungsu, Apa Itu?
Kebiasaan Duduk Menyilangkan Kaki Ternyata Punya Arti Tersendiri (©Shutterstock.com)

Baru-baru ini istilah sindrom anak bungsu menguat di kalangan masyarakat. Walau namanya sindrom, nyatanya hal tersebut bukanlah kelainan medis maupun psikologis.

Sampai saat ini memang belum ada diagnosis resmi dan definisi klinis akan sindrom satu ini. Namun, hal tersebut kerap dikaitkan dengan sifat manja, berjiwa bebas dan gigih.

Dilansir dari Choosing Therapy, berikut ini penjelasan lebih lanjut tentang sindrom anak bungsu.

Definisi Sindrom Anak Bungsu

Sindrom anak bungsu sering dikaitkan dengan posisi urutan kelahiran dan kepribadian tertentu yang menyertainya.

Umumnya, orang tua yang memiliki anak lebih dari satu seringkali mendidik anak bungsunya sama dengan anak-anak sebelum-sebelumnya.

Padahal, anak-anak cenderung kompetitif secara alami sejak usia dini. Misalnya saja, anak tertua selalu berusaha mencari perhatian orang tuanya.

Namun, alih-alih orang tua memahami maksud anak sulung, mereka justru memberikan sikap spesial ke anak bungsunya.

Perlakuan istimewa dari orang tua ke anak bungsu itu pun kadang berlanjut sampai ia dewasa. 

Bagi anak-anak yang lebih tua, perlakukan yang diterima oleh orang tua tersebut menimbulkan tanda tanya.

Apakah anak bungsu berbeda dengan saudara kandung lainnya dalam keluarga? Apakah perlakukan yang mereka terima akan berbeda seandainya mereka terlahir jadi anak bungsu?

Hal-hal itulah yang kemudian dianggap sebagai sindrom anak bungsu.

Penelitian Sindrom Anak Bungsu

Alfred Adler pernah membagikan pengamatannya tentang pengaruh urutan kelahiran terhadap kepribadian dan perilaku seseorang beberapa dekade yang lalu.

Namun, hal tersebut tetap tak bisa menjadi bukti empiris yang mendukung sindrom anak bungsu ini sebagai kepastian klinis.

Diketahui, jika urutan kelahiran tidak menentukan nasib atau kesejahteraan seseorang secara ilmiah.

Ciri-Ciri Umum Anak Bungsu

Umumnya anak bungsu diposisikan sebagai bayi dalam keluarga. Perlakuan itu pun bahkan kadang didapatkan seorang anak bungsu sampai ia dewasa.

Padahal, hal tersebut bisa membuat anak bungsu susah mencapai kedewasaan secara penuh.

Bahkan, gara-gara sindrom anak bungsu ini, mereka jadi kesulitan mencapai tingkat karakteristik yang sama dalam hidup seperti kakak-kakaknya.

Anak Bungsu Dianggap Selalu Haus Perhatian

Anak Bungsu Dianggap Selalu Haus Perhatian
©Shutterstock.com

Gara-gara sindrom anak bungsu, anak terakhir biasanya jadi berusaha keras untuk mencari perhatian dari kedua orang tuanya.

Sementara rasa perhatian dan energi yang diberikan oleh orang tua kepada anak tidak sebesar saat punya anak pertama.

Hal itu pun turut memicu lahirnya sindrom anak bungsu. Sebab, anak bungsu juga merasa sisi tidak enak sebagai anak terakhir.

Mereka merasa tak mendapatkan perhatian besar dari orang tua, sebagaimana yang diterima kakak-kakaknya.

Walhasil, gara-gara hal tersebut, anak bungsu jadi berusaha keras mencari perhatian orang tua. 

Bagi kakak-kakak yang memahaminya, apa yang dilakukan anak bungsu tersebut dianggap sebagai sifat 'haus perhatian'.

 

Anak Bungsu Dipandang Manipulatif Oleh Kakaknya

Anak Bungsu Dipandang Manipulatif Oleh Kakaknya
©Shutterstock.com

Anak-anak yang lebih tua mungkin akan menganggap anak bungsu atau si paling kecil manipulatif.

Dalam hal perkembangan, anak bungsu memang akan secara alami tertinggal dari kakak-kakaknya yang lahir duluan.

Jadi, untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan, anak bungsu biasanya akan menggunakan statusnya yang notabene paling muda dan kecil, untuk menarik perhatian orang tua.

Padahal apa yang dilakukan anak bungsu hanya untuk menyamakan kedudukan dengan saudara mereka. Jadi perihal manipulatif sebenarnya soal perspektif belaka.

Anak Bungsu Dianggap Manja

Anak Bungsu Dianggap Manja
©Shutterstock.com

Mengingat anak bungsu yang paling akhir, orang tua biasanya akan memanjakan dan menuruti semua keinginannya dibandingkan kakaknya.

Tanpa disadari, apa yang dilakukan oleh orang tua dalam memperlakukan anak bungsunya, turut membuat kakak-kakaknya ikut melakukan tindakan serupa.

Dari situ, karakter sang kakak akan terbangun hingga ke tingkat pendewasaan yang matang.

Sementara anak bungsu akan dianggap layaknya bayi yang perlu diperhatikan dan dimanjakan setiap saat.

Kerap Menentang Aturan

Kerap Menentang Aturan
©Shutterstock.com

Ada ungkapan jika orang tua biasanya membuat aturan buat anak tertua, tetapi justru melonggarkan aturan tersebut untuk anak bungsunya.

Jadi, jika anak-anak yang lebih tua melakukan kesalahan atau menentang aturan, orang tua masih punya energi untuk melerai.

Namun, saat hal tersebut dilakukan oleh anak bungsu, bisa jadi energi orang tua sudah terkuras habis untuk anak tertua, sehingga mereka akhirnya membiarkan anak bungsu bertindak sesuka hati dan jarang melerainya.

Jangan heran, jika anak bungsu pun jadi suka menentang aturan dan membangkang ketimbang kakak-kakaknya yang mungkin lebih dididik untuk disiplin.

Anak Bungsu Penuh Kasih dan Menawan

Dalam hal intelektual atau keterampilan motorik anak bungsu mungkin tak sebanding dengan kakak-kakak mereka yang lahir lebih dulu.

Demi menarik perhatian, anak bungsu ini pun kerap menggunakan pesona mereka. Hal tersebut mereka lakukan untuk memenangkan perhatian positif dari orang tua maupun orang terdekat.

Itulah kenapa pesona anak bungsu ini selalu tampak menawan dan penuh kasih.

Anak Bungsu Cenderung Santai dan Riang

Anak Bungsu Cenderung Santai dan Riang
© 2023 merdeka.com

Dibandingkan kakak-kakaknya, anak bungsu cenderung memiliki kebebasan paling besar dari pengawasan orang tuanya.

Anak bungsu juga sering diajak bepergian oleh orang tua mereka ke berbagai acara. 

Rupanya hal tersebut membuat anak bungsu jadi terbiasa mengikuti arus. Mereka jadi berpikir jika orang-orang yang lebih tua akan selalu memenuhi kebutuhan dan mengurus mereka.

Inilah yang akhirnya bikin anak bungsu jadi lebih santai dalam menjalani hidup.

Mereka juga relatif lebih riang, ketimbang kakak-kakaknya yang justru kerap terbebani karena harus jadi contoh bagi adik-adiknya.

Anak Bungsu Amat Gigih

Tanpa disadari anak bungsu sudah belajar gigih sejak kecil jika mereka mampu mengambil hati orang tua dan kakak-kakaknya.

Kegigihan tersebut dapat menjadi pegangan hidup bagi anak bungsu agar tidak menyerah dalam mencapai tujuan, kendati harus beradu argumen atau butuh proses panjang dalam ambil keputusan.

Rekomendasi