Ide Jualan Takjil Tradisional Lengkap dengan Estimasi Modal, Kans Laris Terus

Ide jualan takjil tradisional 2026 yang selalu laris, lengkap dengan penjelasan dan estimasi modal usaha.

Andre Kurniawan Kristi
Oleh Andre Kurniawan Kristi - Reporter
Ide Jualan Takjil Tradisional Lengkap dengan Estimasi Modal, Kans Laris Terus
Ide Jualan Makanan (Photo by Rod Long on Unsplash)

Bulan Ramadan selalu menjadi waktu yang sangat berpotensi untuk memulai usaha musiman, khususnya dalam sektor kuliner. Kenaikan permintaan masyarakat akan makanan untuk berbuka puasa meningkat secara signifikan setiap sore menjelang magrib. Meskipun banyak makanan kekinian yang bermunculan, takjil tradisional tetap memiliki daya tarik tersendiri di kalangan konsumen. Hal ini disebabkan oleh rasa yang sudah akrab, harga yang terjangkau, dan kemudahan dalam diterima oleh berbagai kalangan usia dan latar belakang.

Menariknya, tren yang diprediksi pada tahun 2026 menunjukkan bahwa ketertarikan terhadap makanan tradisional semakin meningkat. Ini terjadi seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya cita rasa lokal dan kerinduan terhadap makanan rumahan. Oleh karena itu, memilih ide jualan takjil tradisional yang sesuai bukan hanya sekadar mengikuti tren, tetapi juga merupakan langkah strategis yang cerdas untuk menarik pembeli secara konsisten dengan modal yang relatif kecil.

Ide Jualan Takjil Tradisional yang Tak Pernah Sepi Pembeli 2026, Lengkap dengan Estimasi Modal
Kolak pisang. (c) odua/Depositphotos.com

Kolak pisang dan ubi adalah salah satu pilihan takjil tradisional yang selalu hadir di bulan Ramadan. Rasanya yang manis dan teksturnya yang mengenyangkan sangat ideal untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Kombinasi antara pisang matang, ubi yang empuk, santan, dan gula merah menghasilkan cita rasa yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia. Selain itu, proses pembuatan kolak ini cukup sederhana dan tidak memerlukan teknik memasak yang rumit, sehingga sangat cocok untuk pemula.

Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat kolak pun mudah ditemukan di pasar tradisional dengan harga yang terjangkau. Terutama saat menjelang bulan puasa, harga bahan-bahan ini cenderung stabil, terutama jika dibeli dalam jumlah besar. Estimasi biaya awal untuk memproduksi sekitar 30 hingga 40 porsi kolak berkisar antara Rp150.000 hingga Rp300.000, tergantung pada kualitas bahan dan variasi isian yang digunakan. Dengan harga jual per porsi berkisar antara Rp8.000 hingga Rp12.000, potensi keuntungan bersih dapat mencapai 40 hingga 50 persen jika semua porsi berhasil terjual.

Ilustrasi es cendol dawet.
Ilustrasi es cendol dawet. (Foto: Cookpad/@Tosika_Channel)

Es cendol atau dawet menjadi pilihan utama saat cuaca panas karena kesegaran yang ditawarkannya dapat menghilangkan dahaga dengan cepat, terutama setelah berbuka puasa. Minuman tradisional ini memiliki perpaduan rasa manis dari gula merah, gurih dari santan, dan tekstur kenyal dari cendol, sehingga sangat digemari oleh berbagai kalangan.

Keunggulan dari es cendol terletak pada daya tarik visualnya serta kemampuannya untuk dijual dalam jumlah besar dalam waktu singkat, terutama di tempat-tempat ramai seperti depan masjid atau pasar Ramadan. Selain itu, cendol dapat diproduksi dalam jumlah besar dan disimpan selama beberapa hari jika disimpan dengan cara yang benar.

Estimasi modal awal yang dibutuhkan untuk memulai usaha ini berkisar antara Rp200.000 hingga Rp350.000, yang mencakup sekitar 30 hingga 40 gelas, termasuk bahan-bahan dan kemasan. Dengan harga jual antara Rp6.000 hingga Rp9.000 per gelas, bisnis ini memiliki potensi untuk memberikan keuntungan harian yang cukup stabil selama bulan Ramadan.

Ilustrasi es teh manis.
Ilustrasi es teh manis. (Pexels.com/Barbara Webb)

Es teh manis mungkin terlihat sebagai minuman yang sederhana, tetapi kenyataannya, ia menjadi salah satu pilihan yang paling sering dibeli untuk melengkapi hidangan takjil lainnya. Banyak orang cenderung memilih es teh karena rasanya yang ringan, tidak terlalu manis, dan sangat cocok untuk dipadukan dengan berbagai jenis makanan saat berbuka puasa.

Dari segi operasional, es teh manis memiliki keunggulan efisiensi yang tinggi. Bahan bakunya tergolong murah, proses penyajiannya sangat cepat, dan tidak memerlukan peralatan khusus. Oleh karena itu, minuman ini sangat ideal sebagai produk tambahan yang dapat meningkatkan nilai transaksi pembeli. Modal awal yang diperlukan untuk memulai usaha es teh manis juga sangat terjangkau, yaitu sekitar Rp100.000 hingga Rp200.000 untuk memproduksi puluhan cup. Dengan harga jual berkisar antara Rp3.000 hingga Rp5.000 per cup, keuntungan yang diperoleh cukup besar karena biaya produksi per porsi tergolong rendah.

15 Ide Paket Takjil Kekinian untuk Dijual di Lingkungan Rumah, Modal Kecil Untung Besar
Berbagai ide jualan takjil ramadan 2026 modal sirup (Gemini AI) © 2026 Liputan6.com

Klepon dan onde-onde adalah jajanan pasar yang selalu memiliki penggemar setia. Keduanya terkenal karena teksturnya yang khas serta rasa manis yang dihasilkan dari isian gula merah atau kacang hijau. Takjil ini sering dijadikan sebagai camilan ringan sebelum menyantap hidangan utama saat berbuka puasa. Meskipun proses pembuatannya memerlukan ketelatenan, bahan-bahan yang digunakan untuk membuatnya cukup terjangkau dan mudah ditemukan di pasaran.

Selain itu, klepon dan onde-onde dapat dijual dalam kemasan yang berisi beberapa buah, sehingga lebih menarik bagi konsumen. Untuk memulai usaha ini, estimasi modal awal berkisar antara Rp150.000 hingga Rp250.000, yang sudah cukup untuk menghasilkan 25 hingga 30 porsi. Dengan harga jual yang berkisar antara Rp5.000 hingga Rp8.000 per porsi, potensi keuntungan yang bisa didapat cukup menjanjikan, terutama jika dijual di kawasan pemukiman yang padat penduduk.

Bubur Sumsum
Bubur Sumsum /copyright unplash/debo

Bubur sumsum merupakan salah satu pilihan takjil yang memiliki tekstur lembut, ringan, dan mudah dicerna, sehingga sangat cocok untuk dinikmati oleh orang tua maupun anak-anak. Kombinasi rasa gurih dari santan dan manis dari gula merah menjadikannya sebagai menu yang aman untuk berbuka puasa.

Keunggulan dari bubur sumsum terletak pada kesederhanaan bahan bakunya, yang hanya terdiri dari tepung beras, santan, dan gula merah. Hal ini membuat biaya produksinya menjadi relatif rendah, dan bubur ini juga dapat diproduksi dalam jumlah besar tanpa meningkatkan biaya secara signifikan. Modal awal yang diperlukan untuk membuat sekitar 30 porsi bubur sumsum berkisar Rp200.000, sementara harga jual per porsi dapat ditentukan antara Rp7.000 hingga Rp10.000. Dengan penjualan yang stabil, usaha ini berpotensi memberikan keuntungan bersih yang konsisten selama bulan Ramadan.

Ilustrasi Es Timun Sari
Ilustrasi Es Timun Sari Credit: pexels.com/Taryn

Es timun suri telah menjadi simbol minuman khas Ramadan karena kesegarannya yang unik dan aroma yang lembut. Buah timun suri biasanya hanya banyak dicari saat bulan puasa, sehingga menciptakan kesan musiman yang kuat yang menarik perhatian konsumen. Proses pembuatannya sangat mudah, hanya memerlukan timun suri, sirup, gula, dan es batu, sehingga waktu persiapannya relatif singkat. Minuman ini juga dapat dengan mudah divariasikan dengan tambahan selasih atau jeruk nipis untuk memberikan rasa yang lebih segar.

Estimasi modal awal untuk memulai usaha es timun suri berkisar antara Rp150.000 hingga Rp300.000, tergantung pada harga buah di masing-masing daerah. Dengan harga jual yang berkisar antara Rp7.000 hingga Rp12.000 per gelas, es timun suri menawarkan peluang keuntungan yang cukup besar, terutama pada hari-hari ramai saat Ramadan. Hal ini menjadikan es timun suri sebagai pilihan yang menarik bagi para penjual minuman untuk meraih keuntungan selama bulan suci ini.

Ilustrasi Jualan Gorengan
Ilustrasi Jualan Gorengan . (Foto: AI)

Gorengan seperti bakwan, tempe goreng, tahu isi, dan pisang goreng selalu laris manis karena cita rasanya yang gurih, sehingga sangat cocok dijadikan camilan saat berbuka puasa. Banyak pembeli yang membeli gorengan dalam jumlah banyak untuk dinikmati bersama keluarga. Dari sisi produksi, gorengan dapat dibuat secara bertahap agar tetap hangat saat dijajakan, yang menjadi nilai tambah bagi para pembeli. Selain itu, beragam jenis gorengan yang ditawarkan memungkinkan penjual untuk menjangkau berbagai selera konsumen.

Modal awal untuk memulai usaha ini berkisar antara Rp200.000 hingga Rp300.000, yang digunakan untuk membeli bahan-bahan dan minyak goreng. Dengan harga jual berkisar antara Rp2.000 hingga Rp5.000 per buah, potensi keuntungan yang dapat diperoleh sangat besar, terutama jika volume penjualan mencapai angka yang tinggi. Dengan strategi pemasaran yang tepat dan kualitas produk yang baik, usaha gorengan dapat menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan.

Ilustrasi Bubur Kacang Hijau
Ilustrasi Bubur Kacang Hijau Credit: freepik.com

Bubur kacang hijau merupakan salah satu pilihan takjil yang sangat mengenyangkan berkat kandungan protein dan karbohidratnya yang tinggi. Menu ini sering dipilih oleh para pembeli yang ingin berbuka puasa dengan makanan manis namun tetap dapat mengisi perut. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat bubur kacang hijau juga tergolong awet dan mudah disimpan, sehingga memudahkan dalam perencanaan produksi sehari-hari. Selain itu, sajian bubur ini dapat disajikan dalam keadaan hangat maupun dingin, sesuai dengan preferensi masing-masing pembeli.

Untuk memulai usaha ini, estimasi modal awal yang diperlukan berkisar antara Rp200.000 hingga Rp250.000 untuk 25 hingga 30 porsi. Dengan harga jual yang ditawarkan berkisar antara Rp7.000 hingga Rp12.000 per porsi, usaha ini memiliki margin keuntungan yang cukup stabil. Hal ini menjadikan bubur kacang hijau sebagai pilihan yang menarik bagi para pelaku usaha kuliner, terutama di bulan Ramadan ketika permintaan akan takjil meningkat.

pastel ayam
pastel ayam (sumber: wikimedia commons)

Risol dan pastel adalah camilan gurih yang banyak diminati, terutama sebagai hidangan pembuka sebelum menyantap makanan utama. Isian yang beragam seperti sayur, ayam, atau bihun menjadikan camilan ini lebih mengenyangkan dibandingkan dengan gorengan biasa. Proses pembuatan risol dan pastel dapat dilakukan sejak pagi hari, karena kedua camilan ini dapat disimpan sebelum digoreng, sehingga memberi kemudahan dalam pengaturan waktu untuk berjualan. Selain itu, penampilan yang menarik dan rapi menjadikan risol dan pastel sangat cocok untuk dijual dalam kemasan.

Modal awal yang diperlukan untuk memulai usaha ini berkisar antara Rp250.000 hingga Rp350.000, yang dapat menghasilkan puluhan buah risol atau pastel. Dengan harga jual yang ditetapkan antara Rp5.000 hingga Rp10.000 per buah, potensi keuntungan yang diperoleh cukup menarik, terutama jika dijual di lokasi yang strategis. Dengan perencanaan yang baik, usaha ini bisa menjadi sumber penghasilan yang menguntungkan.

ilustrasi es tape singkong
ilustrasi es tape singkong /Gemini AI

Es tape singkong menawarkan rasa manis, asam, dan segar. Minuman ini cocok untuk berbuka puasa karena membantu mengembalikan energi. Tape singkong mudah didapat dan harganya murah. Es ini juga mudah diracik dan cepat disajikan. Estimasi modal: sekitar Rp100.000–Rp150.000 untuk 25 gelas.

Rekomendasi