8 Penyebab Utama Ular Tetap Bisa Datangi Rumah di Perkotaan

Ular sering kali ditemukan memasuki area pemukiman manusia, terutama saat habitat alami mereka terganggu oleh perubahan cuaca ekstrem seperti musim hujan/banjir

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
8 Penyebab Utama Ular Tetap Bisa Datangi Rumah di Perkotaan
Menganggap Semua Anakan Ular Tidak Berbisa. Foto: Gemini (© 2025 Liputan6.com)

Fenomena munculnya ular di kawasan pemukiman, terutama pada musim hujan, menjadi perhatian serius bagi banyak keluarga di Indonesia. Kehadiran reptil ini sering kali disebabkan oleh pencarian makanan, tempat berlindung, kehangatan, atau sumber air yang ada di sekitar rumah. Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran, bahkan fobia, bagi sebagian besar penghuni rumah.

Ular sering kali ditemukan memasuki area pemukiman manusia, terutama ketika habitat alami mereka terganggu oleh perubahan cuaca ekstrem seperti musim hujan atau banjir. Urbanisasi yang cepat telah mengikis habitat alami reptil ini, memaksa mereka untuk beradaptasi dan mencari sumber makanan di lingkungan yang lebih dekat dengan manusia. Oleh karena itu, penting untuk memahami langkah-langkah pencegahan serta metode untuk mengusir ular agar tidak kembali lagi dengan cara yang efektif dan aman.

Prinsip utama dalam mencegah ular kembali adalah dengan menghilangkan daya tarik utama yang membuat mereka datang ke properti Anda. Memahami faktor-faktor pemicu ini sangatlah penting agar kita dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat. Melansir dari berbagai sumber, Rabu (3/12), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Perubahan dan Kerusakan Habitat Alami

Rumah di Perkotaan Tetap Bisa Didatangi Ular, Ini Penyebab Utamanya
Ilustrasi ular masuk rumah melalui ventilasi AC. [Foto: Gemini] © 2025 Liputan6.com

Pembangunan dan ekspansi permukiman manusia yang dilakukan secara besar-besaran sering kali mengganggu atau merusak habitat alami ular. Ular dapat hidup di berbagai jenis habitat, termasuk hutan, padang rumput, sungai, danau, serta area permukiman. Ketika habitat asli mereka terganggu atau menyusut akibat urbanisasi, ular terpaksa mencari tempat baru untuk bertahan hidup.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di daerah pedesaan, tetapi juga di lingkungan perkotaan, yang mendorong ular untuk mencari perlindungan di kawasan hunian. Pengurangan habitat dapat menjadi salah satu penyebab mengapa banyak ular ditemukan di daerah perkotaan. Ular liar datang ke lingkungan urban karena terdapat sumber makanan yang melimpah.

Kerusakan habitat menyebabkan ular kehilangan area untuk berburu dan berkembang biak. Akibatnya, mereka terpaksa bergerak lebih dekat ke aktivitas manusia. Kondisi ini menjelaskan mengapa rumah-rumah di perkotaan tetap bisa didatangi ular, meskipun jaraknya jauh dari area hutan atau sawah.

2. Ketersediaan Sumber Makanan (Hewan Pengerat dan Hama)

9 Cara Mencegah Tikus Kembali ke Rumah Setelah Diusir, Dijamin Efektif
Ilustrasi Tikus (Sipa/Pixabay). © 2026 Liputan6.com

Salah satu penyebab utama yang membuat ular memasuki rumah adalah adanya sumber makanan yang melimpah. Ular berperan sebagai predator alami bagi hewan-hewan pengerat seperti tikus, serta hewan kecil lainnya seperti katak, kadal, burung, dan serangga. Ketika populasi hama di sekitar rumah sangat tinggi, ular cenderung datang untuk mencari mangsa.

Misalnya, tikus yang mengeluarkan bau dari kotorannya dapat menarik perhatian ular. Hewan pengerat seperti tikus liar adalah makanan utama bagi ular. Oleh karena itu, cara paling efektif untuk mencegah ular masuk ke dalam rumah adalah dengan memastikan bahwa tidak ada masalah tikus yang mengganggu.

Mengendalikan populasi hama di sekitar rumah sangat penting untuk mencegah kedatangan ular. Ular biasanya memasuki rumah untuk mencari makanan, tempat berlindung yang gelap dan lembap, serta untuk menyesuaikan suhu tubuhnya dengan kondisi lingkungan yang ada.

3. Mencari Tempat Berlindung yang Aman dan Nyaman

Rumah di Perkotaan Tetap Bisa Didatangi Ular, Ini Penyebab Utamanya
Ilustrasi ular masuk rumah melalui ventilasi AC. [Foto: Gemini] © 2025 Liputan6.com

Ular, sebagai hewan yang berdarah dingin, cenderung mencari lokasi yang tepat untuk mengatur suhu tubuhnya. Mereka lebih menyukai tempat yang gelap, lembap, hangat, dan terisolasi untuk berlindung, bersembunyi dari predator, atau beristirahat. Pada siang hari, ular biasanya mencari tempat yang sejuk dan teduh, sedangkan di malam hari atau saat suhu menurun, mereka mencari lokasi yang hangat.

Rumah manusia sering kali menyediakan kondisi yang ideal untuk ular, seperti di bawah lemari es, belakang mesin pencuci piring, gudang, kolong lemari, atau tumpukan barang. Karena ular adalah hewan berdarah dingin, mereka akan mencari tempat yang sejuk dan teduh di siang hari, serta tempat yang hangat dan terisolasi pada malam hari.

Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan kerapian di dalam serta sekitar rumah sangatlah penting. Lingkungan yang kering, bersih, dan terang akan membuat ular enggan mendekat dan mencari tempat berlindung di tempat lain.

4. Perubahan Suhu dan Musim Hujan

7 Aroma Rumah yang Justru Mengundang Ular, Periksa Hunianmu Sekarang
Warga di Perumahan Villa Mutiara Tipar, Cimanggis, Depok, Jawa Barat dihebohkan dengan kemunculan ular diduga jenis kobra. (foto: ilustrasi) © 2025 Liputan6.com

Musim hujan adalah waktu di mana sering terjadi peningkatan kasus ular yang memasuki area permukiman. Pada saat ini, suhu udara menjadi lebih dingin dan kelembapan meningkat, sehingga ular mencari tempat yang lebih hangat dan kering. Curah hujan yang tinggi dapat menggenangi lubang-lubang, sarang alami, atau semak-semak yang biasanya menjadi tempat persembunyian ular.

Dalam situasi ini, ular terpaksa keluar untuk mencari lokasi baru yang lebih aman dan stabil dari genangan air. Rumah manusia menjadi pilihan utama bagi ular karena kondisi yang relatif kering dan hangat, serta sering kali terdapat celah-celah di bangunan yang memudahkan mereka masuk. Ketika hujan turun dengan deras, banyak lubang dan sarang alami ular yang tergenang, memaksa ular yang sebelumnya bersembunyi di dalamnya untuk mencari tempat baru.

Ular yang biasa bersembunyi di bawah pohon, di semak-semak, atau dalam lubang, akan terdorong keluar karena tempat tinggalnya tidak lagi nyaman dan aman. Hal ini menjadi salah satu alasan utama mengapa ular bisa masuk ke rumah-rumah di daerah perkotaan.

5. Adanya Celah dan Lubang Kecil di Rumah

Rumah di Perkotaan Tetap Bisa Didatangi Ular, Ini Penyebab Utamanya
Ilustrasi ular masuk rumah melalui ventilasi AC. [Foto: Gemini] © 2025 Liputan6.com

Ular memiliki kemampuan unik untuk menyelinap melalui celah-celah kecil, bahkan yang mungkin tidak kita sadari keberadaannya. Dengan fleksibilitas tubuh yang dimilikinya, ular dapat melewati ruang sempit yang sering kali tidak terlihat oleh mata manusia. Berbagai celah atau lubang, seperti yang terdapat pada dinding, retakan di fondasi, celah di bawah pintu, jendela yang tidak tertutup rapat, saluran air yang terbuka, hingga lubang ventilasi tanpa kawat kasa, dapat menjadi jalur masuk yang memungkinkan ular menyusup ke dalam rumah.

Retakan dan celah pada dinding merupakan pintu masuk yang potensial bagi ular. Oleh karena itu, sangat penting untuk menutup semua celah yang ada, terutama yang mungkin muncul akibat kerusakan pada dinding. Langkah ini sederhana namun sangat efektif dalam mencegah ular memasuki rumah Anda.

Disarankan juga untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap kondisi bangunan rumah. Dengan menutup celah-celah tersebut, Anda dapat secara signifikan mengurangi risiko ular masuk ke dalam hunian. Bahkan celah sekecil jari kelingking pun dapat menjadi akses bagi ular untuk masuk.

6. Lingkungan Rumah yang Tidak Terawat

Ular kecil masuk rumah
Ular kecil masuk rumah (Foto: Gemini AI)

Lingkungan di sekitar rumah yang tidak terawat, seperti rumput yang tumbuh tinggi, semak belukar, serta tumpukan daun, kayu, batu, atau sampah organik, menciptakan tempat persembunyian yang sempurna bagi ular. Area yang rimbun dan berantakan ini tidak hanya memberikan perlindungan dari predator, tetapi juga menjadi lokasi yang nyaman bagi ular untuk berburu mangsa.

Oleh karena itu, menjaga kebersihan area sekitar rumah menjadi sangat penting, karena semakin bersih lingkungan tersebut, semakin kecil kemungkinan ular untuk bersarang di sana. Tumpukan barang-barang seperti kardus, kayu, atau kain juga dapat berfungsi sebagai tempat persembunyian ular.

Rumput yang tinggi dan semak liar yang tidak dirawat memberikan area yang ideal bagi ular untuk bersembunyi. Hal ini memungkinkan ular untuk menghindari perhatian saat berburu dan juga membantu mereka berkamuflase dengan baik. Lingkungan rumah yang tidak terawat, seperti tumpukan barang atau rumput yang tinggi, menciptakan tempat persembunyian yang nyaman bagi ular sebelum mereka memasuki rumah. Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan kerapian halaman serta area sekitar rumah merupakan langkah pencegahan yang sangat efektif.

7. Musim Telur Menetas dan Kelahiran Ular

Rumah di Perkotaan Tetap Bisa Didatangi Ular, Ini Penyebab Utamanya
Ilustrasi ular masuk rumah melalui ventilasi AC. [Foto: Gemini] © 2025 Liputan6.com

Musim hujan adalah waktu yang seringkali ditandai dengan menetasnya telur ular. Beberapa spesies ular, seperti kobra, biasanya akan meninggalkan sarangnya setelah proses bertelur. Begitu telur-telur tersebut menetas, anak-anak ular langsung menyebar untuk mencari tempat yang dianggap aman. Dengan ukuran yang lebih kecil, mereka lebih mudah menyelinap ke dalam rumah melalui celah-celah yang mungkin tidak terlihat.

Fenomena ini menyebabkan jumlah kemunculan ular di lingkungan permukiman meningkat, terutama pada awal musim hujan. Pembina Exalos Soloraya, Janu Wahyu Widodo, menjelaskan bahwa Oktober hingga Januari merupakan masa telur-telur ular menetas. Seekor ular dapat menghasilkan sebanyak 20-an telur.

Menurutnya, beberapa jenis ular, seperti ular kobra, cenderung meninggalkan sarangnya setelah bertelur. Setelah proses penetasan, anak-anak ular akan segera mencari tempat yang dirasa aman. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode ini, terutama di rumah-rumah yang memiliki banyak celah.

8. Pembangunan Baru di Sekitar Rumah

12 Jenis Anakan Ular yang Sudah Berbisa Sejak Menetas, Hati-Hati Jika Menemukannya
Ilustrasi Anakan Ular. (Foto: Ravi Patel/Unsplash) © 2025 Liputan6.com

Pembangunan baru di sekitar rumah sering menjadi penyebab meningkatnya kemunculan ular di kawasan perkotaan. Aktivitas pembangunan seperti penggalian tanah, pemasangan fondasi, dan penggunaan alat berat dapat mengganggu sarang serta habitat alami ular yang sebelumnya berada di area tersebut. Ketika tanah digali, tempat persembunyian bawah tanah yang mungkin dihuni ular, tikus, cecurut, dan hewan kecil lainnya rusak atau terbuka, sehingga memaksa ular keluar dan mencari lokasi yang lebih aman—sering kali ke arah permukiman warga yang lebih tenang.

Selain itu, hilangnya vegetasi seperti semak, rumput tinggi, atau pepohonan akibat pembersihan lahan membuat lingkungan proyek menjadi panas, bising, dan minim perlindungan. Kondisi ini tidak cocok bagi ular, sehingga mereka cenderung berpindah ke area yang lebih teduh dan stabil, misalnya pekarangan rumah, garasi, gudang, atau saluran air di permukiman. Pembangunan juga berdampak pada perpindahan hewan-hewan yang menjadi mangsa ular, seperti tikus, katak, dan burung kecil.

Ketika hewan-hewan ini berpindah ke lingkungan rumah warga untuk mencari tempat baru, ular pun mengikuti sumber makanannya. Ular sangat peka terhadap getaran, sehingga getaran kuat dari alat berat turut mengusik kenyamanan mereka dan mendorong mereka meninggalkan sarang. Kombinasi dari habitat yang rusak, lingkungan proyek yang tidak stabil, dan bergeraknya hewan mangsa menjadikan permukiman sekitar lokasi pembangunan sebagai tempat yang lebih menarik dan aman bagi ular untuk sementara waktu. Karena itu, ketika ada proyek konstruksi dekat rumah, risiko ular masuk ke halaman rumah atau bahkan ke dalam bangunan menjadi lebih tinggi.

Rekomendasi