Tak Harus 9 Hari dan Tak Perlu Berurutan, Ini Panduan Puasa Dzulhijjah Jelang Idul Adha yang Penuh Keutamaan

Puasa Dzulhijjah adalah amalan sunnah yang sangat dianjurkan jelang Idul Adha. Panduan lengkap puasa Dzulhijjah, niat, jadwal 2025, tata cara, dan keutamaannya!

Titah Mranani
Oleh Titah Mranani - Reporter
Tak Harus 9 Hari dan Tak Perlu Berurutan, Ini Panduan Puasa Dzulhijjah Jelang Idul Adha yang Penuh Keutamaan
Tak Harus 9 Hari dan Tak Perlu Berurutan, Ini Panduan Puasa Dzulhijjah Jelang Idul Adha yang Penuh Keutamaan (Merdeka.com)

Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan yang paling dimuliakan dalam Islam. Dalam 10 hari pertama bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah—mulai dari dzikir, sedekah, salat malam, hingga puasa sunah. Rasulullah SAW bahkan menyebut bahwa amalan di 10 hari pertama Dzulhijjah sangat dicintai Allah, melebihi amalan di hari-hari lainnya. 

Salah satu amalan utama yang sering dilakukan menjelang Hari Raya Idul Adha adalah puasa sunah Dzulhijjah, yang mencakup puasa dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Namun, tidak semua orang mampu melaksanakannya secara penuh dan berurutan. Maka, timbul pertanyaan penting: bolehkah puasa Dzulhijjah tidak dijalankan 9 hari penuh dan tidak berurutan? 

Bolehkah Puasa Dzulhijjah Tidak Berurutan dan Tidak Lengkap? 

Jawabannya adalah boleh. Menurut Syekh Zakaria al-Anshari dalam kitab Asna al-Mathalib, puasa 9 hari di awal bulan Dzulhijjah adalah sunah, bukan wajib. Maka dari itu, tidak ada keharusan untuk menjalankannya secara utuh selama 9 hari ataupun secara berurutan. 

Artinya, seorang muslim tidak berdosa jika hanya mampu berpuasa sebagian dari hari-hari tersebut, misalnya hanya pada tanggal 1, 5, dan 9 saja. Asalkan niatnya ikhlas karena Allah dan dilakukan sesuai kemampuan, ibadah tersebut tetap akan dinilai sebagai amal saleh yang besar pahalanya. 

Meski demikian, tentu lebih afdal jika seseorang bisa menjalankan puasa secara lengkap selama 9 hari berturut-turut. Sebab, hal itu mencerminkan semangat dalam meraih keutamaan yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya. 

Keutamaan Puasa 10 Hari Pertama Dzulhijjah 

Ilustrasi Puasa
Ilustrasi Puasa Pexels

Keutamaan puasa Dzulhijjah disebut dalam berbagai hadits. Salah satunya adalah sabda Nabi SAW: “Tidak ada hari-hari yang lebih disukai Allah untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Berpuasa pada siang hari dalam periode ini sama dengan berpuasa selama satu tahun, dan salat pada malam harinya setara dengan salat pada malam Lailatul Qadar.” (HR Tirmidzi)

Dalam hadits lain dari Hafshah RA disebutkan: "Ada empat hal yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW yaitu, puasa Asyura, puasa sepuluh hari di bulan Dzulhijjah, puasa tiga hari setiap bulan, dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR Ahmad dan An-Nasa’i)

Kapan Waktu Puasa yang Paling Utama Sebelum Idul Adha? 

Jika tidak bisa menjalani seluruh 9 hari puasa, minimal jangan lewatkan dua hari penting: puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan puasa Arafah (9 Dzulhijjah)

Puasa ini memiliki keutamaan luar biasa sebagaimana disebutkan dalam hadits:

“Barangsiapa berpuasa 10 hari, maka untuk setiap harinya seperti puasa sebulan. Dan, untuk puasa pada hari Tarwiyah seperti puasa setahun.” (HR. Ali Al-Muairi, At-Thibbi, Abu Sholeh, dan Ibnu Abbas)

Niat Puasa Tarwiyah:

Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.

Inilah hari paling utama untuk berpuasa di bulan Dzulhijjah. Rasulullah SAW bersabda: “Puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang.” (HR Muslim)

Niat Puasa Arafah:

Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.

Jika hanya bisa menjalankan satu hari puasa, maka utamakanlah puasa Arafah. Bahkan bagi mereka yang tidak sempat puasa sejak tanggal 1, tetap bisa mendapat pahala besar jika tidak melewatkan hari ke-9 ini.

Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah

Karena statusnya sebagai puasa sunnah, niat puasa Dzulhijjah dapat dilakukan di malam hari hingga sebelum tergelincir matahari (jika belum makan atau melakukan hal yang membatalkan). Berikut niatnya:

  1. Tanggal 1–7 Dzulhijjah:
  2. نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
  3. Nawaitu shouma syahri dzil hijjati sunnatan lillahita’ala.
  4. Tanggal 8 Dzulhijjah (Tarwiyah):
  5. نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
  6. Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahita’ala.
  7. Tanggal 9 Dzulhijjah (Arafah):
  8. نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
  9. Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahita’ala.

Tanggal Penting dan Jadwal Puasa Dzulhijjah 1446 H / 2025 M

Berdasarkan sidang isbat Kemenag RI, 1 Dzulhijjah 1446 H jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025. Maka:

  1. Puasa Dzulhijjah (1–7 Dzulhijjah): 28 Mei – 3 Juni 2025
  2. Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah): Rabu, 4 Juni 2025
  3. Puasa Arafah (9 Dzulhijjah): Kamis, 5 Juni 2025
  4. Idul Adha (10 Dzulhijjah): Jumat, 6 Juni 2025 (puasa diharamkan)

Setelah Idul Adha, umat Islam juga dilarang berpuasa selama hari tasyrik, yaitu pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah (6–8 Juni 2025).

Puasa Wajib Saat Idul Adha, Adakah?

Ilustrasi Puasa
Ilustrasi Puasa Pexels

Tidak ada puasa yang diwajibkan pada saat menjelang Idul Adha. Namun, puasa Arafah (9 Dzulhijjah) adalah ibadah sunah yang sangat dianjurkan dan memiliki nilai pahala luar biasa. Maka meskipun bukan wajib, puasa ini sangat ditekankan terutama bagi yang tidak sedang berhaji.

Sebaliknya, pada hari Idul Adha (10 Dzulhijjah) dan tiga hari setelahnya, puasa diharamkan, karena hari-hari tersebut adalah waktu makan dan minum serta bersyukur kepada Allah atas nikmat kurban dan persaudaraan umat.

Amalan Tambahan Menjelang Idul Adha

Selain puasa, sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah juga dikenal sebagai waktu paling mulia untuk memperbanyak amal saleh. Berikut amalan-amalan yang dianjurkan:

  1. Berdzikir dan bertakbir, terutama mulai malam 1 Dzulhijjah hingga hari-hari Tasyrik.
  2. Shalawat dan tilawah Al-Qur’an, memperkuat hubungan dengan Allah.
  3. Sedekah dan amal sosial, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
  4. Berdoa dengan sungguh-sungguh, karena doa di hari-hari ini sangat mustajab. 

Puasa Dzulhijjah adalah ibadah sunnah yang sangat dicintai Allah dan Rasulullah SAW. Namun, tidak ada kewajiban untuk menjalankannya secara sempurna sembilan hari ataupun berurutan. Umat Islam diberikan kelonggaran untuk menjalankan puasa ini sesuai kemampuan, tanpa tekanan.

Namun, dua hari paling utama—Tarwiyah dan Arafah—sangat disarankan untuk tidak dilewatkan, karena pahala dan keutamaannya luar biasa besar. Yang lebih penting dari jumlah dan urutan hari adalah niat dan keikhlasan dalam beribadah.

Jadi, jangan ragu jika kamu hanya bisa puasa beberapa hari saja di awal Dzulhijjah. Allah Maha Mengetahui niat baik setiap hamba-Nya. Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk meraih berkah dan pahala besar di hari-hari mulia ini. Aamiin.

Rekomendasi