Mecimapro, perusahaan promotor konser musik asal Indonesia yang fokus pada industri hiburan Korea Selatan, kembali menjadi sorotan. Sejak berdiri pada tahun 2015, perusahaan ini telah sukses membawa sejumlah musisi dan aktor Korea ke Jakarta. Namun, baru-baru ini, Mecimapro menuai kritik tajam dari penggemar K-Pop di Indonesia menyusul kontroversi seputar konser DAY6 di Jakarta pada 3 Mei 2025.
Kejadian ini bermula dari permasalahan penjualan tiket konser DAY6 yang ditangani oleh Tiket.com. Hingga sehari sebelum konser, Mecimapro belum menyerahkan informasi lengkap nomor antrian dan nomor kursi kepada pihak Tiket.com. Akibatnya, Tiket.com terpaksa melakukan pengembalian dana (refund) kepada para pembeli tiket, memicu gelombang kekecewaan dan kecaman di media sosial terhadap Mecimapro.
Meskipun demikian, Mecimapro menyatakan konser DAY6 tetap berlangsung dan memberikan opsi pembelian ulang tiket bagi penggemar yang masih ingin menyaksikan penampilan grup tersebut. Kontroversi ini membuat nama Fransiska Melani, salah satu pendiri Mecimapro, menjadi pusat perhatian publik.
Advertisement
Jejak Kontroversi Mecimapro
1. BIGBANG MADE World Tour 2015: Awal dari Segala Kekacauan?
Konser ini bisa dibilang jadi “dosa original” Mecima. Para VIP (sebutan fans BIGBANG) sampai bikin surat terbuka berisi 11 poin kekecewaan! Mulai dari seat plan kacau, antrian amburadul, fans tanpa tiket bisa masuk area VIP, sampai penggemar pingsan yang enggak ditangani secara manusiawi.
Serius deh, ini konser atau survivor camp?
2. EXOluXion 2016: Keamanan yang Justru Bikin Trauma
Di konser ini, bukan cuma soal teknis yang bikin masalah. Beberapa fans melapor ke KPAI karena merasa mengalami pelecehan seksual saat pemeriksaan keamanan. Ada petugas yang melakukan body checking berlebihan bahkan sampai menarik pakaian dalam fans. Empat anak perempuan bahkan berani lapor secara resmi.
Masalah ini bukan cuma memalukan, tapi juga sangat serius secara hukum. Safe space untuk fans? Jelas enggak terasa di sini.
3. Janji Refund Tapi Gak Jelas: Kasus IVE & Saranghaeyo Indonesia 2024
Konser IVE dan festival Saranghaeyo Indonesia sempat ditunda, tapi janji refund dari Mecima malah jadi drama baru. Banyak fans ngeluh karena enggak dapat kejelasan kapan uang mereka kembali. Padahal ini soal uang ratusan ribu sampai jutaan rupiah loh. Masa iya promotor segede itu bisa-bisanya ngilang bak ditelan bumi?
Advertisement
4. Konser iKON 2018: Poster Janji Surga
Fans iKON juga punya cerita sendiri. Mereka dijanjikan poster bonus, tapi setelah konser selesai, eh… poster-nya lenyap entah ke mana. Udah nonton konser dengan semangat 45, bonusnya malah jadi PHP (Pemberi Harapan Palsu).
5. Super Junior SS9 2022: Fan Project Dilarang, Calo Merajalela
Fandom ELF juga enggak luput dari amarah. Mecima dituding ngelarang fan project tanpa komunikasi yang jelas. Mereka udah kirim email—ngarep dapat kejelasan, tapi enggak dibalas sama sekali.
Belum lagi calo yang berkeliaran dengan santainya. Tiket bisa tiba-tiba muncul di tangan calo, padahal fans war-nya udah kayak Perang Dunia Ketiga.
6. SEVENTEEN: Dari Diamond Edge Sampai Right Here, Masalah Enggak Selesai
Fandom Carat sudah berkali-kali kena “getah” dari buruknya manajemen Mecima.
Diamond Edge (2017): Seat plan diubah mendadak, send-off jadi chaos.
Be The Sun (2022): Barcode tiket enggak terbaca, dugaan promotor menimbun tiket sendiri, penjualan oleh calo merajalela, dan keamanan venue dipertanyakan.
Right Here (2025): Website ticketing error, penukaran tiket kacau, bahkan sampai ada Carat yang terluka gara-gara sistem amburadul itu. Kapan Mecima belajar dari kesalahan?
7. DAY6 Forever Young: Puncak Kekesalan My Day
Kasus paling baru, konser DAY6 bener-bener bikin geram.
Awalnya dijadwalkan di JIS (Jakarta International Stadium), mendadak dipindah ke Stadion Madya. Kategori Yellow dan Green juga tiba-tiba diubah dari standing ke seating. Buat fans yang udah beli tiket sejak awal dengan ekspektasi bisa nonton dari dekat sambil loncat-loncat, jelas ini nyesek banget.
Belum selesai sampai situ, konflik dengan Tiket.com makin menambah kekacauan. Tiket.com memutuskan refund massal karena Mecima enggak memberi nomor kursi ke mereka. Tapi Mecima malah tetap ngirim nomor kursi ke pembeli, padahal udah di-refund.
What’s going on? Ini konser atau drama thriller?
Advertisement
Netizen Bersatu: #MecimaOut
Saking seringnya bikin kesal, kini banyak fans dari berbagai fandom menyuarakan satu hal: “Agensi K-pop, please cari promotor lain selain Mecima!” Tagar #MecimaOut jadi trending, dan suara-suara kecewa makin lantang.
Ini bukan soal benci-bencian, tapi soal profesionalisme. Fans udah keluar duit, tenaga, waktu, dan emosi untuk bisa ketemu idolanya. Tapi Mecima justru bikin pengalaman itu jadi penuh luka hati (dan kadang luka fisik juga).
Advertisement
Konser Xdinary Heroes & &TEAM: Bayang-Bayang Kontroversi
Di tengah kontroversi konser DAY6, Mecimapro masih memiliki jadwal konser lain yang akan segera berlangsung. Konser Xdinary Heroes di Jakarta dan Surabaya pada bulan Juni 2025, serta konser &TEAM di Jakarta pada bulan yang sama, kini berada di bawah bayang-bayang kontroversi yang telah terjadi.
Para penggemar kini bertanya-tanya apakah konser-konser tersebut akan berjalan lancar tanpa masalah serupa. Kepercayaan penggemar sangat penting, dan Mecimapro perlu mengambil langkah nyata untuk memulihkan kepercayaan tersebut.
Advertisement
Saatnya Agensi Dengar Suara Fans
Dengan catatan panjang kesalahan dan minimnya perbaikan dari tahun ke tahun, wajar kalau banyak fans merasa enough is enough. Fans bukan cuma penonton pasif—mereka adalah konsumen aktif yang layak dapat perlakuan profesional dan aman.
Kalau Mecima masih terus mengabaikan masukan dan kritik, bukan enggak mungkin mereka bakal kehilangan kepercayaan fans secara total. Dan ketika suara fandom bersatu, agensi K-pop seharusnya juga ikut denger.
Karena pada akhirnya, konser K-pop itu harusnya jadi tempat bahagia—bukan ladang drama yang enggak ada habisnya.
Langkah-langkah konkret, seperti peningkatan transparansi dalam penjualan tiket dan komunikasi yang lebih efektif dengan penggemar, diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa dan memastikan konser-konser mendatang berjalan sukses.
Ke depannya, Mecimapro perlu menunjukkan komitmen yang lebih kuat terhadap profesionalisme dan transparansi dalam menjalankan bisnisnya. Hanya dengan demikian, mereka dapat kembali mendapatkan kepercayaan dari para penggemar K-Pop di Indonesia.