Mengenal Hormon Bahagia dan Cara Meningkatkannya, Bikin Suasana Hati Positif dan Kesehatan Mental Terjagoksits

Mengenal hormon bahagia dan cara alami meningkatkannya untuk menjaga suasana hati tetap positif dan mendukung kesehatan mental sehari-hari.

Shalsha Ardya
Oleh Shalsha Ardya - Reporter
Mengenal Hormon Bahagia dan Cara Meningkatkannya, Bikin Suasana Hati Positif dan Kesehatan Mental Terjagoksits
Ilustrasi bahagia. (@ 2023 merdeka.com)

Pernahkah Anda memulai hari dengan serangkaian kejadian tidak menyenangkan yang membuat segalanya terasa berantakan? Mungkin leher Anda terkilir saat masuk ke mobil, kopi tumpah membasahi pakaian di drive-thru, lalu Anda baru menyadari bahwa presentasi penting seharusnya dimulai 15 menit yang lalu. Dilansir dari Cleveland Clinic, hari semacam ini sering membuat kita merasa tak berdaya dan berpikir bahwa semuanya akan semakin buruk.

Namun, menurut psikolog klinis Dr. Susan Albers, suasana hati yang buruk tidak harus bertahan sepanjang hari. Dengan memahami dan merangsang hormon bahagia, kita bisa mengambil kembali kendali atas emosi dan memperbaiki hari kita.

Sumber: freepik
Ilustrasi hormon. Sumber: freepik @ 2023 merdeka.com

Hormon adalah senyawa kimia yang berfungsi sebagai pembawa pesan dalam tubuh dan otak. Mereka mengatur banyak aspek dalam kehidupan kita, mulai dari pola tidur, nafsu makan, hingga suasana hati. Di antara berbagai jenis hormon, ada empat yang dikenal luas sebagai “hormon bahagia” karena peran pentingnya dalam meningkatkan rasa senang dan kesejahteraan, yaitu: serotonin, dopamin, oksitosin, dan endorfin.

1. Serotonin

Serotonin merupakan neurotransmitter yang berperan dalam mengatur pola tidur, nafsu makan, dan suasana hati. Selain itu, hormon ini juga membantu proses penyembuhan luka dan memengaruhi kesehatan tulang. Kadar serotonin yang seimbang dapat menciptakan perasaan tenang dan stabil secara emosional.

2. Dopamin

Dopamin sering disebut sebagai “hormon penghargaan” karena berperan dalam memberikan rasa puas setelah pencapaian. Dr. Albers menjelaskan, “Dopamin adalah neurotransmitter yang berkaitan dengan kesenangan dan terhubung dengan sistem penghargaan dalam otak.” Hormon ini juga membantu dalam proses belajar, mengingat, bergerak, dan termotivasi.

3. Oksitosin

Oksitosin kerap dijuluki “hormon cinta” atau “hormon pelukan.” Ia membantu membangun hubungan dan rasa kepercayaan dengan orang lain. “Oksitosin adalah hormon yang membuat kita merasa terhubung dan memiliki ikatan dengan orang lain,” jelas Dr. Albers. Hormon ini berperan besar dalam proses reproduksi, mulai dari gairah seksual hingga menyusui.

4. Endorfin

Endorfin dilepaskan tubuh saat kita mengalami stres, berolahraga intens, atau saat terluka. Fungsinya mirip obat penghilang rasa sakit alami, mengganti rasa nyeri dengan rasa nyaman sementara. Itulah sebabnya Anda mungkin merasa luar biasa setelah olahraga berat, tertawa terbahak-bahak, atau menonton film horor yang memacu adrenalin.

Ilustrasi wisata alam terbuka/Departemen Ekonomi dan Pariwisata Dubai (DET)
Nikmati pengalaman baru di Dubai dengan wisata alam terbukanya yang memukau. (Sumber: Departemen Ekonomi dan Pariwisata Dubai (DET) ). @ 2025 merdeka.com

Meskipun tidak ada resep pasti untuk kebahagiaan, ada berbagai aktivitas yang secara ilmiah terbukti dapat memicu pelepasan hormon-hormon bahagia ini. Berikut beberapa cara sederhana namun efektif yang bisa Anda lakukan:

1. Berolahraga

“Olahraga adalah cara paling efektif untuk merangsang keempat hormon bahagia sekaligus,” ujar Dr. Albers. Tidak perlu alat mahal atau tempat khusus, Anda bisa melakukannya di rumah, di taman, atau bersama teman selama 30 menit. Gerakan fisik memacu tubuh untuk bekerja dan memberi ‘hadiah’ berupa rasa nyaman dan energi positif.

2. Memasak dan Menikmati Makanan

Kegiatan memasak bersama orang tersayang lalu menikmati hidangan tersebut merupakan salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kadar dopamin dan serotonin. Menurut Dr. Albers, memasak bisa menjadi bentuk terapi yang menyenangkan dan menghangatkan hati.

3. Berada di Alam Terbuka

Paparan sinar matahari meningkatkan produksi serotonin dalam tubuh. Aktivitas di alam seperti berjalan di taman, berkebun, atau sekadar duduk di bawah pohon juga terbukti mengurangi kadar hormon stres seperti kortisol. Pastikan Anda menggunakan tabir surya dan cukup minum air selama berada di luar ruangan.

4. Membangun Interaksi Sosial

Kebersamaan dengan teman, keluarga, atau pasangan bukan sekadar kebutuhan sosial, tapi juga kebutuhan biologis. Percakapan hangat, pelukan, dan tawa bersama merangsang pelepasan oksitosin, menciptakan rasa aman dan dicintai.

5. Bermain dengan Hewan Peliharaan

Mengelus atau bermain dengan hewan peliharaan tidak hanya menenangkan hati, tetapi juga meningkatkan oksitosin dalam tubuh. Studi menunjukkan bahwa hewan peliharaan juga mengalami efek yang sama saat berinteraksi dengan pemiliknya. Sebuah bentuk cinta dua arah yang membawa kebahagiaan bagi keduanya.

6. Tertawa

Tertawa adalah salah satu cara tercepat untuk meningkatkan endorfin dan dopamin. Menonton video lucu, membaca cerita menggelikan, atau bercanda dengan teman bisa menjadi penyelamat suasana hati yang buruk.

7. Menekuni Hobi

Waktu luang yang diisi dengan kegiatan menyenangkan seperti merajut, melukis, membaca, atau mendengarkan musik tidak hanya melepas stres, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan emosional. Melakukan sesuatu yang kita sukai mampu memicu pelepasan hormon bahagia secara alami.

8. Meditasi dan Mindfulness

Kegiatan yang berfokus pada kesadaran diri seperti meditasi, yoga, atau teknik pernapasan dapat menurunkan hormon stres sekaligus meningkatkan dopamin dan serotonin. Latihan ini membantu kita merasa lebih tenang dan terhubung dengan diri sendiri.

9. Menyelesaikan Tugas

Menyelesaikan tugas, sekecil apa pun itu, memberikan rasa puas dan pencapaian. Dr. Albers mengatakan bahwa kebiasaan mencoret daftar pekerjaan yang telah selesai bukan hal sepele, itu adalah respons dari dopamin yang bekerja memberi rasa sukses.

10. Berbuat Baik

Tindakan kecil seperti membantu orang lain, menjadi relawan, atau memberikan pelukan juga dapat meningkatkan kadar oksitosin. “Melakukan sesuatu yang baik untuk orang lain membuat kita merasa lebih terhubung dan pada akhirnya lebih bahagia,” ujar Dr. Albers.

Meskipun berbagai aktivitas seperti olahraga, tertawa, hingga berkumpul dengan orang tersayang dikenal dapat meningkatkan hormon bahagia, terkadang hasil yang diharapkan tidak kunjung terasa. Hal ini bisa terjadi karena adanya faktor penghambat seperti stres berkepanjangan, pola tidur yang buruk, kurangnya aktivitas fisik, serta konsumsi makanan yang tidak sehat.

Menurut Dr. Albers, kondisi-kondisi tersebut dapat mengganggu produksi dan pelepasan hormon-hormon bahagia dalam tubuh. Akibatnya, suasana hati menjadi sulit untuk ditingkatkan meskipun berbagai upaya telah dilakukan. Penting bagi kita untuk mengenali tanda-tanda ini sebagai sinyal bahwa tubuh dan pikiran sedang membutuhkan perhatian lebih dalam bentuk perawatan menyeluruh.

Jika berbagai cara sudah dicoba namun suasana hati tetap tidak membaik, mungkin sudah saatnya mencari bantuan profesional. Konsultasi dengan psikolog atau psikiater bisa menjadi langkah awal untuk memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi di balik perasaan sedih atau hampa yang terus berulang.

Selain itu, apabila kondisi emosional disertai dengan gejala fisik seperti sulit tidur, nyeri otot, atau kelelahan yang berkepanjangan, berkonsultasi dengan dokter umum juga sangat dianjurkan. Mengakui bahwa kita membutuhkan bantuan bukanlah kelemahan. Justru hal tersebut menunjukkan keberanian untuk peduli terhadap diri sendiri dan berupaya untuk pulih.

Banyak orang menganggap bahwa kebahagiaan akan datang ketika hidup berjalan sempurna, ketika impian tercapai, atau saat seseorang yang spesial hadir dalam kehidupan. Padahal, kebahagiaan sejati lebih sering muncul dari kesadaran dan upaya yang dilakukan secara konsisten setiap hari.

Dengan menjaga pola hidup sehat, membangun hubungan yang berkualitas, serta memberi ruang untuk merawat diri sendiri, kita dapat menciptakan kondisi yang mendukung tumbuhnya rasa bahagia.

Mengenal hormon bahagia dan memahami cara meningkatkannya dapat menjadi bekal penting dalam merawat kesehatan mental dan emosional secara menyeluruh.

Ketika hari terasa berat dan segalanya tampak tidak berjalan sesuai harapan, mudah untuk merasa putus asa. Namun, penting untuk mengingat bahwa kita tetap memiliki kuasa atas pilihan-pilihan kecil yang kita ambil setiap hari.

Melangkah keluar untuk menghirup udara segar, tersenyum pada orang lain, atau menikmati tawa dari video lucu yang kita sukai, semua itu dapat menjadi awal dari perubahan suasana hati.

Kebahagiaan bukanlah garis akhir yang harus kita kejar, melainkan proses dan perjalanan yang layak untuk dihargai dan diperjuangkan, sedikit demi sedikit, setiap hari.

Rekomendasi