Apakah Anda termasuk orang yang sering mengalami ketiak basah? Jika iya, ketiak yang lembab tersebut bisa jadi mengganggu aktivitas sehari-hari Anda. Ketiak basah dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk aktivitas kelenjar keringat yang dikenal sebagai kelenjar apokrin dan ekrin. Kelenjar ekrin terdapat di seluruh tubuh dan berfungsi untuk memproduksi keringat berair guna membantu mendinginkan tubuh.
Di sisi lain, kelenjar apokrin yang terletak di area tertentu seperti ketiak, menghasilkan keringat yang lebih kental dan mengandung banyak protein. Ketika keringat ini bercampur dengan bakteri yang ada di kulit, hal ini tidak hanya menyebabkan kelembapan tetapi juga menimbulkan bau yang khas. Dalam beberapa situasi, seseorang yang mengalami keringat berlebih mungkin menderita kondisi yang disebut hiperhidrosis.
Hiperhidrosis adalah keadaan di mana keringat berlebihan terjadi di seluruh tubuh, bukan hanya di area ketiak. Jika Anda penasaran tentang cara mengatasi masalah ketiak basah ini, ada beberapa solusi yang bisa dipertimbangkan. Berbagai metode, mulai dari penggunaan antiperspirant hingga prosedur medis, dapat membantu mengurangi keringat berlebih dan meningkatkan kenyamanan Anda sehari-hari, dilansir Merdeka.com dari berbagai sumber, Selasa(21/1/2025).
Advertisement
Menurut Healthline, ada beberapa metode yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah ketiak basah. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:
1. Gunakan Antiperspiran Topikal
Selain menggunakan deodoran, kamu juga bisa memanfaatkan antiperspiran untuk mengatasi ketiak yang berkeringat. Meskipun deodoran efektif dalam menghilangkan bau tidak sedap, produk ini tidak dirancang untuk menghentikan produksi keringat yang berlebihan.
Antiperspiran bekerja dengan membunuh bakteri penyebab bau dan secara aktif menghalangi kelenjar keringat agar tidak memproduksi keringat. Dengan demikian, penggunaan antiperspiran dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan yang disebabkan oleh keringat berlebih.
Namun, perlu diingat bahwa tidak semua orang merasa antiperspiran biasa efektif. Jika kamu merasa kurang puas dengan hasilnya, pertimbangkan untuk mencari antiperspiran yang lebih kuat dengan kandungan aluminium klorida yang lebih tinggi, yaitu antara 10 persen hingga 15 persen.
2. Cukur Ketiak
Meskipun mencukur ketiak tidak akan mengurangi jumlah keringat yang dihasilkan, tindakan ini dapat membantu mengurangi kelembapan yang terperangkap di area tersebut.
Rambut ketiak dapat menyimpan kelembapan, sehingga dengan mencukur, kamu dapat mengurangi kelembapan yang ada.
Jika kamu mengalami keringat berlebih, mencukur ketiak juga bisa membantu mengurangi bau badan yang disebabkan oleh penumpukan keringat.
3. Kasih Jeda Waktu Setelah Mandi dan Berpakaian
Setelah selesai mandi, penting untuk menunggu beberapa menit sebelum mengenakan pakaian. Hal ini sangat dianjurkan, terutama jika kamu mandi dengan air panas atau tinggal di daerah yang memiliki iklim panas dan lembap.
Dengan membiarkan tubuh menjadi dingin dan kering sebelum berpakaian, kamu dapat mencegah ketiak berkeringat setelah mandi.
Advertisement
4. Hindari Kafein
Kafein dapat merangsang sistem saraf pusat, yang berakibat pada peningkatan keringat. Selain itu, kafein juga dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah dan detak jantung, serta memicu kelenjar keringat untuk bekerja lebih aktif.
Bagi mereka yang mengalami hiperhidrosis, konsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein atau teobromin dapat memperburuk kondisi ini dan menyebabkan peningkatan keringat.
Oleh karena itu, sebaiknya kamu menghindari konsumsi kopi, teh, minuman bersoda berkafein, serta cokelat.
5. Gunakan Pakaian yang Longgar dan Mudah Menyerap Keringat
Memakai pakaian yang terlalu ketat, khususnya di area ketiak, dapat menyebabkan noda di baju akibat keringat. Pakaian yang ketat juga dapat memperburuk masalah berkeringat.
Sebaliknya, disarankan untuk memilih kain alami yang mampu menyerap keringat dan mengenakan pakaian yang lebih longgar.
Dengan cara ini, ketiak kamu akan tetap terasa sejuk dan dapat membantu mengurangi risiko berkeringat berlebih serta mencegah noda pada pakaian.