Belakangan ini, para pengguna skincare tengah gandrung dengan produk-produk kecantikan yang mengandung retinol dan niacinamide. Tidak hanya menggunakan produk yang memang sudah diformulasikan dengan dua kandungan ini, sekarang makin banyak beauty enthusiast yang menggunakan dua produk dengan masing-masing kandungan secara bersamaan atau bergantian demi khasiat kecantikan yang optimal.
Apakah retinol dan niacinamide memang boleh digunakan bersamaan? Apakah khasiatnya jika dua kandungan aktif ini dikombinasikan? Adakah efek samping yang 'mengintai' di baliknya?
Berikut ini penjelasan lengkapnya yang sudah dirangkum dari berbagai sumber.
Advertisement
Mengenal Niacinamide dan Manfaatnya
Dilansir Healthline, niacinamide atau nicotinamide adalah salah satu bentuk niacin (vitamin B3) yang bersiat larut air. Ini adalah salah satu nutrisi yang diperlukan kulit agar senantiasa sehat.
Niacinamide membantu memperbaiki DNA dan mengendalikan inflamasi. Vitamin ini juga meningkatkan energi sel agar bisa berfungsi optimal.
Ketika diaplikasikan secara topikal, niacinamide bisa membantu mengendalikan:
- tanda-tanda penuaan
- jerawat
- rosacea
- dermatitis atopik
- kulit melepuh akibat kondisi autoimun
- hiperpigmentasi
- gatal (pruritus)
- kerusakan kulit akibat sinar matahari
Menurut penelitian 2014, berbagai khasiat yang dimiliki oleh niacinamide bersumber dari kemampuannya dalam mengontrol nuclear factor-κB (NF-κB), sejenis protein yang menjadi biang keladi inflamasi.
Sebuah penelitian di 2017 juga menyebutkan kalau niacinamide mampu menekan aktivitas sel yang bertanggung jawab dalam produksi sebum. Inilah yang menyebabkan jerawat berkurang.
Mengenai khasiatnya dalam menghambat hiperpigmentasi, sebuah studi pada 2013 menyebutkan kalau niacinamide menghambat enzim yang bertugas memproduksi melanin penggelap kulit. Kandungan ini juga membantu menahan kandungan air di dalam kulit. Karena itulah, kulit jadi lebih lembap dan senantiasa kenyal.
Efek Samping Niacinamide
Karena multikhasiatnya, niacinamide banyak digunakan dalam produk skincare. Apalagi kandungan ini juga 'ramah' terhadap kulit dan bisa dikombinasikan dengan sejumlah bahan aktif lain. Misalnya retinol, AHA, dan BHA. Kandungan ini juga dinilai aman untuk kulit sensitif.
Advertisement
Mengenal Retinol dan Khasiatnya
Retinol juga dikenal sebagai bahan aktif yang umum digunakan dalam produk skincare. Mari kita pelajari bersama kandungan yang kerap disebut sebagai holy grail untuk antiaging ini.
Secara singkat, retinol adalah salah satu bentuk retinoid yang diturunkan dari vitamin A. Dalam skincare, retinol dikenal sebagai kandungan yang mampu mengatasi:
- jerawat
- hiperpigmentasi
- tanda-tanda penuaan
Menurut penelitian tahun 2017, retinol dan jenis retinoid lainnya mengatasi jerawat dengan mengontrol produksi sebum.
Sebuah studi lain yang dilakukan di 2015 membuktikan retinol mampu menghambat kinerja enzim penghancur kolagen. Akibatnya, lapisan kulit jadi lebih kuat dan bebas kerutan.
Advertisement
Efek Samping Retinol pada Kulit
Tidak seperti niacinamide yang 'ramah' terhadap semua jenis kulit dan bisa dikombinasikan dengan bahan aktif lain, penggunaan retinol untuk skincare disertai efek samping yang harus diwaspadai.
Pada kulit sensitif misalnya, retinol bisa mengakibatkan:
- kemerahan
- kulit terasa ketat
- kulit kering
- pengelupasan
- sensasi pedih
- kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari
Efek samping penggunaan retinol umumnya bersifat sementara. Namun, ada juga beberapa kasus di mana pemilik kulit sensitif tetap menunjukkan gejala iritasi setelah penggunaan selama beberapa waktu.
Advertisement
Manfaat Menggunakan Retinol dan Niacinamide secara Bersamaan
Belakangan, banyak pengguna produk skincare yang mengkombinasikan retinol dan niacinamide untuk mendapatkan manfaat maksimal. Sebenarnya, apa yang terjadi jika retinol dan niacinamide dikombinasikan?
Pada dasarnya, kombinasi kedua bahan aktif tersebut memungkinkan pengguna produk skincare mendapatkan manfaat retinol dengan risiko iritasi yang jauh lebih rendah akibat sifat 'ramah' niacinamide.
Sebuah uji laboratorium pada tahun 2008 meneliti kombinasi niacinamide dan retonic acid (RA). RA adalah wujud retinol ketika sudah berada di dalam kulit. Hasil studi menunjukkan bahwa niacinamide mampu mengurangi iritasi dan kulit kering yang disebabkan RA.
Sebuah studi lain pada 2017 menemukan bukti bahwa krim retinol dengan tambahan kandungan pelembap seperti niacinamide lebih tidak menyebabkan iritasi daripada retinol tanpa campuran.
Penelitian pada 2016 membuktikan bahwa krim retinol dengan niacinamide, hexylresorcinol, dan resveratrol dapat meningkatkan kecerahan kulit dan mengatasi tanda-tanda penuaan.
Sementara itu, penelitian pada 2012 menunjukkan bahwa penggunaan retinol, niacinamide, dan 7-dehydrocholesterol terbukti efektif untuk mengatasi jerawat tanpa disertai efek samping.
Jadi, itulah informasi singkat mengenai retinol dan niacinamide. Pastikan Anda mengetahui jenis dan sensitivitas kulit Anda sebelum mencoba produk kecantikan dengan dua bahan aktif ini.