15 Sayuran Lokal Sarat Gizi untuk Meriahkan Menu Sehari-Hari

Enak & sarat gizi, 15 sayuran lokal untuk meriahkan menu sehari-hari

Tantri Setyorini
Oleh Tantri Setyorini - Reporter
15 Sayuran Lokal Sarat Gizi untuk Meriahkan Menu Sehari-Hari
Ilustrasi banana blossom salad. ©Health Benefits Times

Sepertinya belakangan kita lebih tergila-gila dengan kale, chia seed, atau alfalfa yang disebut-sebut sebagai superfood. Padahal di negara kita ada banyak sayuran yang tak kalah dari segi rasa maupun nilai gizi. Selain itu harganya juga lebih terjangkau karena mudah didapatkan.

Dengan sedikit kreativitas, sayuran lokal bahkan bisa menjadi bahan pengganti makanan bule yang kamu sukai. Misalnya salad, lasagna sayuran, atau roasted veggies. Berikut ini beberapa di antaranya yang bisa kamu dapatkan di sekitarmu.

1. Daun Kenikir

2. Daun Beluntas

3. Lompong (Batang Talas)

4. Leunca

5. Cuciwis (Kubis Mini)

6. Daun singkong

7. Lembayung (Daun Kacang Panjang)

8. Daun Ginseng Jawa

9. Jantung pisang

10. Daun Kelor

11. Daun Pepaya

12. Pare

13. Kecipir

14. Bunga Turi

15. Semanggi

1. Daun Kenikir

Sayuran berbau harum ini biasanya dimasak menjadi pecel atau urap. Bisa mengatasi bau badan yang tak sedap jika dikonsumsi secara teratur.

2. Daun Beluntas

Sama seperti daun kenikir, beluntas juga bisa mengatasi bau badan, melancarkan pencernaan, dan meluruhkan keringat. Selain itu mengandung minyak atsiri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri di dalam tubuh.

3. Lompong (Batang Talas)

Sudah pernah menyantap lompong? Lompong adalah batang muda daun talas atau keladi. Rasanya lembut dan enak jika diolah menjadi sayur atau tumisan. Tetapi hati-hati mengolahnya, sebab getah lompon juga bisa menyebabkan rasa pedih di dalam mulut.

4. Leunca

Sayuran yang biasa disantap mentah sebagai lalapan atau ditumis ini memiliki citarasa yang agak pahit. Namun di balik pahitnya tersembunyi khasiat anti kanker dan hipertensi.

5. Cuciwis (Kubis Mini)


Ilustrasi cah cuciwis. ©Rasamasa

Sayuran yang bentuknya seperti kubis mini ini memiliki tekstur yang mirip dengan brussel sprout. Selain itu kaya akan antioksidan dan bisa menyehatkan saluran cerna.

6. Daun singkong

Belakangan daun singkong tak cuma bisa dimasak menjadi gulai atau lodeh. Sudah ada kreasi olahan kreatif bakwan dan dendeng vegetarian dari daun singkong.

7. Lembayung (Daun Kacang Panjang)

Daun kacang panjang ini merupakan sumber zat besi, vitamin A, dan kalsium.

8. Daun Ginseng Jawa

Daun ginseng Jawa yang renyah ini kaya akan vitamin C dan baik untuk kesehatan liver.

9. Jantung pisang


Ilustrasi banana blossom salad. ©Lifestyle FOOD

Jantung pisang atau ontong dalam bahasa Jawa bisa diolah menjadi berbagai macam makanan. Tak cuma pepes, lodeh, dan tumis. Bisa juga diolah menjadi banana blossom salad ala Thailand.

10. Daun Kelor

Daun Kelor. ©wordpress.com

Kelor atau di luar negeri lebih dikenal dengan nama moringa direkomendasikan sebagai makanan penambah gizi di negara-negara miskin oleh FAO karena mengandung banyak nutrisi yang penting untuk tubuh. Kelor kaya akan vitamin A, vitamin C, dan kolagen, juga baik untuk kecantikan.

11. Daun pepaya

Ilustrasi daun pepaya. shutterstock

Daun yang rasanya pahit ini memiliki berbagai khasiat, antara lain meningkatkan trombosit, meningkatkan kekebalan tubuh, dan mencegah kanker.

12. Pare

Ilustrasi pare. ©Shutterstock.com/ Eve's Food Photography

Pare atau bitter gourd yang biasa ditemui dalam sepiring somay Bandung ini bisa membersihan tubuh dari racun serta mengobati diabetes.

13. Kecipir


Ilustrasi kecipir. ©2015 Flickr/Eric Hunt

Kecipir merupakan sumber vitamin C dan folat yang penting untuk tubuh serta pertumbuhan janin pada ibu hamil. Teksturnya renyah setelah dimasak.

14. Bunga turi


Ilustrasi tumis bunga turi. ©Dapur Onlineku

Bunga turi putih biasanya dijadikan campuran rujak petis atau pecel. Bisa mengobati sariawan, radang tenggorokan, dan disentri.

15. Semanggi


Semanggi Surabaya. ©Blogspot

Sayuran liar yang biasa tumbuh di dekat perairan ini umumnya diolah menjadi hidangan khas Surabaya, yaitu pecel semanggi. Diolah dengan bumbu kacang, kecambah, lontong, dan kerupuk karak.

Itulah beberapa sayuran lokal dengan rasa dan khasiat yang tak kalah dengan sayuran impor.

Rekomendasi