Deretan wonder woman dalam guratan sejarah, ada yang dari Indonesia

Tanpa kekuatan super pun, sejarah mencatat nama mereka sebagai perempuan-perempuan tangguh.

Tantri Setyorini
Oleh Tantri Setyorini- Reporter
Deretan wonder woman dalam guratan sejarah, ada yang dari Indonesia
Leonarda Emilia. ©2015 Merdeka.com/Oddee

Sepertinya tak salah menjuluki wanita-wanita dari masa lalu ini sebagai wonder woman. Mereka memang tak dianugerahi kekuatan super seperti sang superhero wanita dari Amazon, tetapi sepak terjang mereka telah mengguratkan sejarah dan membuat nama mereka abadi sebagai wanita tangguh.

Mulai dari Leonarda Emilia sang Robin Hood wanita hingga Tomoe Gozen, samurai wanita dari Jepang, berikut ini Merdeka.com tampilkan deretan wanita perkasa dari masa lalu.

Mary Read dan Anne Bonny

Mereka adalah dua dari segelintir nama bajak laut wanita paling tersohor dalam sejarah. Kedua wanita ini dikenal karena sifat mereka yang tanpa ampun. Mereka menjelajah bersama-sama dan menjadi perompak yang ditakuti di lautan.Dilansir History, Read dan Bonny diperkirakan hidup pada abad 17-18. Keduanya sama-sama memiliki masa lalu yang kurang menyenangkan, sehingga dipaksa untuk menyembunyikan identitas sebagai lelaki sejak usia dini. Bonny adalah anak gelap seorang pengacara sukses dari Irlandia, sementara Read dipaksa menjadi lelaki oleh ibunya sendiri.Bonny sempat menikah dengan seorang pelaut, sementara Read yang menyamar menjadi pria bernama Mark memutuskan untuk bergabung dengan kru bajak laut yang merompak kapalnya. Walaupun berdandan layaknya laki-laki, Mary Read dan Anne Bonny kerap memanfaatkan sisi kewanitaan mereka untuk meloloskan diri dari hukuman.

Leonarda Emilia

Bisa dibilang Leonarda Emilia adalah Robin Hood cewek dari Meksiko. Bandit terkenal ini sempat bikin publik heboh hingga mendapat julukan La Carambada. La Carambada selalu berdandan seperti pria, merampok orang-orang kaya, dan memberikan hasilnya untuk orang-orang tak mampu.Perempuan ini punya cara unik untuk meloloskan diri setelah mencuri. Dia sengaja melorotkan baju, mempertontonkan payudara untuk membuat korbannya terkejut dan kehilangan akal sehat sesaat. Begitu sadar, Emilia sudah terlanjur lolos. Sayangnya, petualangan Emilia sebagai bandit wanita berakhir di ujung senjata polisi Meksiko.

Sayyida Al Hurra

Sayyida Al Hurra adalah wanita tangguh yang tak ada duanya. Tak hanya dikenal sebagai bajak laut wanita, Sayyida juga tercatat sebagai gubernur Tetouan di Maroko. Namanya berarti 'wanita mulia yang menolak tunduk pada siapapun'.

Sayyida dianggap sebagai bajak laut legendaris pada abad 16. Dia berhasil menguasai sebagian besar Laut Mediterania Barat pada masa itu. Mendengar namanya saja sudah cukup untuk membuat para pelaut Eropa, terutama Spanyol dan Portugis gentar.

Jeanne Baret

Jeanne Baret adalah ahli tumbuhan dan penjelajah wanita pertama yang mengelilingi dunia. Pada 1766 , wanita Prancis berusia 26 tahun ini menumpang kapal dan menyamar sebagai seorang pria bernama Jean.Baret berlayar ke seluruh penjuru seluruh dunia, mengumpulkan, dan mempelajari sampel tanaman bersama kekasihnya, ahli botani Philibert Commercon. Baret kembali ke Prancis hampir satu dekade kemudian dan menunjukkan hasil temuannya pada publik. Pemerintah lantas mengakui hasil observasinya sebagai sumbangsih besar bagi ilmu pengetahuan. Dia dianggap sebagai penjelajah dan ahli botani wanita yang luar biasa.

Malahayati

Indonesia boleh berbangga hati, sebab negara kita sempat memiliki seorang wanita tangguh bernama Keumalahayati atau Malahayati. Malahayati tercatat sebagai laksamana wanita pertama di dunia. Malahayati mengasah kemampuannya di akademi militer Ma'had Baitul Maqdis dan mengawali karir sebagai komandan protokol di istana. Dilansir BIN, Malahayati pernah memimpin ratusan janda dalam pertempuran laut untuk melawan armada militer Belanda di tahun 1599. Dalam pertempuran tersebut, perempuan Aceh ini berhasil menewaskan Cornelis de Houtman.Nama Malahayati begitu tersohor hingga sampai ke telinga Ratu Elizabeth I, penguasa wanita Inggris. Karena itulah Inggris membatalkan niat untuk menaklukkan Selat Malaka.

Joan of Arc

Bicara tentang wanita tangguh dalam sejarah tentu belum lengkap tanpa menyebutkan nama Joan of Arc. Namanya disebut-sebut sebagai prajurit wanita terkuat dalam sejarah. Pasalnya, Joan berhasil memimpin pertempuran penentu sejarah Prancis di Orleans dan mengantarkan Charles VII pada tahta kerajaan. Semua itu dilakukannya di usia 17 tahun.Sepak terjang Joan di medan perang dimulai ketika dia mendapat 'bisikan Tuhan' untuk menempatkan Charles di tahta Kerajaan Prancis. Setelah berhasil menyelesaikan misinya, Joan terus berperang atas nama Charles. Namun pada tahun 1456 Joan ditangkap dan diadili secara sepihak. Joan dituduh sebagai tukang sihir dan dihukum bakar. Seabad kemudian barulah namanya dipulihkan oleh gereja Katolik dan diangkat menjadi santo.

Tomoe Gozen

Satu lagi prajurit wanita asal Asia yang terkenal akan ketangguhannya, Tomoe Gozen namanya. Gozen adalah seorang Onna-bugeisha, sebutan untuk prajurit wanita dari kelas samurai. Gozen termasuk satu dari segelintir samurai wanita pemberani dalam sejarah Jepang.Dilansir History, Gozen mengabdi untuk shogun Minamoto no Yoshinaka. Dia ikut berjuang dalam perang Genpei yang berlangsung dari  1180 hingga 1185.Hikayat Heike menyebutkan Tomoe Gozen sebagai seorang pemanah yang andal. Keahliannya dianggap setara dengan ribuan prajurit. Walaupun begitu Gozen sama sekali tak kehilangan sifat kewanitaannya. Dia digambarkan sebagai seorang wanita yang cantik dan anggun dengan rambut hitam panjang.

Trieu Thi Trinh

Trieu Thi Trinh kadang disebut Joan of Arc dari Vietnam. Dia adalah seorang prajurit yang memimpin pemberontak Vietnam dalam melawan China pada abad 3. Trieu digambarkan sebagai wanita bertubuh raksasa yang kerap membawa dua bilah pedang dan mengendarai seekor gajah. Legenda menyebutkan Trieu pernah berlaga di 30 pertempuran.Dilansir History, Trieu tewas dalam pertempuran saat usianya masih 23 tahun. Namun namanya tetap dipuja oleh warga Vietnam hingga saat ini, terutama karena jiwa patriotis dan pemikirannya yang sangat feminis untuk ukuran zaman itu."Saya tidak akan mundur bersama para wanita yang menundukkan kepala mereka dan pasrah menjadi selir. Saya ingin menaiki prahara, menjinakkan gelombang, membunuh hiu. Saya tidak memiliki keinginan untuk dianiaya."

Rekomendasi