8 Kesalahan Menggunakan Pewangi Pakaian yang Justru Bikin Bau, Begini Cara Mencegahnya

Kesalahan menggunakan pewangi pakaian yang justru bikin bau sering tidak disadari. Kenali penyebabnya dan temukan cara mengatasinya.

Ibrahim Hasan
Oleh Ibrahim Hasan- Reporter
8 Kesalahan Menggunakan Pewangi Pakaian yang Justru Bikin Bau, Begini Cara Mencegahnya
Kesalahan Menggunakan Pewangi Pakaian yang Justru Bikin Bau (AI Generated)

Pakaian yang harum setelah dicuci menjadi salah satu tanda bahwa proses mencuci berjalan dengan baik. Namun, kesalahan menggunakan pewangi pakaian yang justru bikin bau bisa membuat baju tetap beraroma apek, meskipun sudah diberi pewangi dalam jumlah banyak.

Masalah tersebut tidak selalu berasal dari produk pewangi. Sisa keringat, deterjen yang menumpuk, mesin cuci yang kotor, dan pakaian yang terlalu lama dalam keadaan lembap juga dapat memicu bau tidak sedap. Penambahan pewangi justru berisiko membuat aroma pakaian bercampur dan terasa kurang nyaman.

Melansir jurnal Applied and Environmental Microbiology melalui penelitian Sarah E. Abney, M. Khalid Ijaz, Julie McKinney, dan Charles P. Gerba berjudul Laundry Hygiene and Odor Control: State of the Science (2021), bakteri dan jamur merupakan penyebab utama bau tidak sedap pada pakaian. Berikut adalah kesalahan menggunakan pewangi pakaian yang justru bikin bau dirangkum dari berbagai sumber, Senin (19/10/2026).

1. Menggunakan Pewangi Pakaian Secara Berlebihan

Kesalahan Menggunakan Pewangi Pakaian yang Justru Bikin Bau
Kesalahan Menggunakan Pewangi Pakaian yang Justru Bikin Bau (AI Generated)

Menggunakan pewangi dalam jumlah banyak tidak menjamin pakaian menjadi lebih harum. Takaran yang berlebihan justru dapat meninggalkan residu atau sisa bahan pada serat kain, terutama jika proses pembilasan tidak berjalan optimal.

Sisa produk yang menempel dapat bercampur dengan keringat, minyak tubuh, dan kotoran. Akibatnya, pakaian terasa kurang segar ketika kembali digunakan, terutama setelah tubuh mulai berkeringat.

Setiap produk pewangi memiliki konsentrasi dan petunjuk pemakaian yang berbeda. Karena itu, gunakan takaran sesuai label kemasan, bukan berdasarkan perkiraan atau keinginan mendapatkan aroma yang lebih kuat.

Jika pakaian terasa licin, lengket, atau aromanya terlalu menyengat setelah dicuci, periksa kembali jumlah produk yang digunakan. Kurangi takaran pada pencucian berikutnya sesuai petunjuk produsen.

2. Mencampur Pewangi dengan Deterjen Secara Sembarangan

Kesalahan Menggunakan Pewangi Pakaian yang Justru Bikin Bau
Kesalahan Menggunakan Pewangi Pakaian yang Justru Bikin Bau (AI Generated)

Deterjen dan pewangi pakaian memiliki fungsi yang berbeda. Deterjen membantu melepaskan kotoran, minyak, dan sisa keringat, sedangkan pewangi terutama memberikan aroma pada pakaian.

Mencampurkan kedua produk secara langsung tanpa mengikuti petunjuk pemakaian dapat mengganggu proses pencucian. Produk tertentu dirancang untuk digunakan pada tahap atau kompartemen mesin cuci yang berbeda.

Cara penggunaan yang tepat adalah memasukkan deterjen dan pewangi ke tempat yang telah disediakan pada mesin cuci. Untuk mencuci secara manual, ikuti petunjuk pengenceran dan urutan penggunaan pada kemasan masing-masing produk.

Hindari mencampurkan pewangi dengan pemutih atau bahan pembersih lain secara sembarangan. Selain berpotensi merusak kain, kombinasi bahan kimia tertentu dapat menimbulkan risiko keselamatan.

3. Menggunakan Pewangi untuk Menutupi Bau Keringat

Kesalahan Menggunakan Pewangi Pakaian yang Justru Bikin Bau
Kesalahan Menggunakan Pewangi Pakaian yang Justru Bikin Bau (AI Generated)

Pakaian yang berbau keringat membutuhkan proses pembersihan yang memadai, bukan sekadar tambahan aroma. Pewangi tidak dirancang untuk menggantikan fungsi deterjen dalam mengangkat kotoran dan minyak tubuh.

Menurut penelitian The Bacterial Life Cycle in Textiles Is Governed by Fiber Hydrophobicity yang diterbitkan dalam jurnal Microbiology Spectrum (2021), keberadaan bakteri pada serat kain berkaitan dengan munculnya bau keringat. Bakteri dapat memanfaatkan komponen keringat dan minyak tubuh yang menempel pada pakaian.

Sebelum mencuci, periksa bagian kerah, ketiak, dan punggung yang biasanya lebih banyak terkena keringat. Jika diperlukan, lakukan perawatan awal menggunakan produk penghilang noda yang sesuai dengan jenis kain.

Pilih siklus pencucian berdasarkan label perawatan pakaian dan tingkat kekotorannya. Pakaian olahraga atau baju yang sangat berkeringat mungkin membutuhkan penanganan berbeda dari pakaian yang hanya dipakai sebentar.

4. Membiarkan Pakaian Terlalu Lama di Mesin Cuci

Kesalahan Menggunakan Pewangi Pakaian yang Justru Bikin Bau
Kesalahan Menggunakan Pewangi Pakaian yang Justru Bikin Bau (AI Generated)

Pakaian basah yang dibiarkan di dalam mesin cuci setelah siklus selesai dapat mengembangkan bau apek. Kondisi lembap dalam waktu lama mendukung pertumbuhan mikroorganisme yang menghasilkan aroma tidak sedap.

Penelitian Abney dan rekan-rekan dalam Laundry Hygiene and Odor Control: State of the Science (2021) menjelaskan bahwa mikroorganisme penyebab bau dapat berasal dari pakaian, tempat penyimpanan, hingga mesin cuci. Proses pengeringan yang lambat juga dapat meningkatkan masalah bau.

Segera keluarkan pakaian setelah mesin cuci selesai bekerja. Kibaskan setiap potong pakaian sebelum menjemurnya agar kain tidak saling menempel dan sirkulasi udara lebih baik.

Jika pakaian telanjur berbau apek, jangan langsung menambahkan pewangi. Cuci kembali dengan deterjen sesuai takaran, kemudian keringkan hingga benar-benar tidak menyisakan kelembapan.

5. Menjemur Pakaian di Tempat yang Terlalu Lembap

Kesalahan Menggunakan Pewangi Pakaian yang Justru Bikin Bau
Kesalahan Menggunakan Pewangi Pakaian yang Justru Bikin Bau (AI Generated)

Tempat menjemur yang minim aliran udara membuat pakaian lebih lama kering. Kondisi ini sering terjadi ketika pakaian dijemur di ruangan tertutup, kamar mandi, atau sudut rumah yang lembap.

Penelitian Unravelling the Hidden Side of Laundry: Malodour, Microbiome and Pathogenome yang diterbitkan dalam jurnal BMC Biology (2025) menemukan bahwa kondisi pengeringan yang lembap berkaitan dengan peningkatan bakteri tertentu dan memburuknya bau pakaian. Temuan ini menunjukkan bahwa pengeringan merupakan bagian penting dalam menjaga kesegaran cucian

Pilih lokasi penjemuran yang memiliki sirkulasi udara baik. Sinar matahari dapat membantu mempercepat pengeringan, tetapi pastikan jenis kain aman dijemur langsung di bawah paparan matahari.

Berikan jarak di antara pakaian agar udara dapat mengalir. Jika cuaca mendung atau udara sangat lembap, gunakan kipas angin atau pengering pakaian yang sesuai untuk membantu mengurangi waktu pengeringan.

6. Jarang Membersihkan Mesin Cuci

Kesalahan Menggunakan Pewangi Pakaian yang Justru Bikin Bau
Kesalahan Menggunakan Pewangi Pakaian yang Justru Bikin Bau (AI Generated)

Mesin cuci yang terlihat bersih belum tentu bebas dari sisa deterjen, kotoran, dan lapisan mikroorganisme. Bagian tabung, laci deterjen, karet pintu, serta saluran pembuangan dapat menjadi tempat penumpukan residu.

Abney dan rekan-rekan menjelaskan bahwa mesin cuci dapat menjadi sumber bakteri dan jamur yang menyebabkan bau tidak sedap pada cucian. Mikroorganisme tersebut dapat berpindah ke pakaian selama proses pencucian.

Bersihkan mesin cuci secara berkala sesuai buku petunjuk produsen. Gunakan fitur pembersihan tabung jika tersedia, serta bersihkan laci deterjen dan karet pintu dari sisa produk maupun kotoran.

Setelah mencuci, biarkan pintu mesin cuci dan laci deterjen sedikit terbuka jika petunjuk pemakaian mengizinkan. Cara ini membantu bagian dalam mesin mengering dan mengurangi kelembapan yang dapat memicu bau.

7. Tidak Memperhatikan Takaran Deterjen dan Kapasitas Cucian

Kesalahan Menggunakan Pewangi Pakaian yang Justru Bikin Bau
Kesalahan Menggunakan Pewangi Pakaian yang Justru Bikin Bau (AI Generated)

Mengisi mesin cuci terlalu penuh dapat menghambat pergerakan pakaian dan aliran air. Akibatnya, kotoran serta sisa produk mungkin tidak terangkat secara optimal dari serat kain.

Penggunaan deterjen yang terlalu sedikit juga dapat membuat kotoran dan minyak tubuh tertinggal. Sebaliknya, deterjen berlebihan dapat menghasilkan residu yang sulit terbilas, terutama jika jumlah air dan kapasitas cucian tidak sesuai.

Sesuaikan takaran deterjen dengan tingkat kekotoran pakaian, jumlah cucian, dan petunjuk produk. Perhatikan pula kapasitas maksimum mesin cuci agar pakaian memiliki ruang untuk bergerak selama proses pencucian.

Jika hasil cucian masih berbau meskipun sudah diberi pewangi, evaluasi proses pencucian terlebih dahulu. Mengoptimalkan takaran deterjen, pembilasan, dan kapasitas cucian lebih penting daripada menambah pewangi.

8. Menyimpan Pakaian Sebelum Benar-Benar Kering

Kesalahan Menggunakan Pewangi Pakaian yang Justru Bikin Bau
Kesalahan Menggunakan Pewangi Pakaian yang Justru Bikin Bau (AI Generated)

Pakaian yang terasa kering di permukaan belum tentu sepenuhnya kering, terutama pada bagian lipatan, jahitan tebal, atau saku. Menyimpannya terlalu cepat dapat memerangkap kelembapan di dalam lemari.

Menurut penelitian Laundry Hygiene and Odor Control: State of the Science (2021), kelembapan selama penyimpanan dapat memengaruhi jumlah bakteri dan jamur pada pakaian. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan bau tidak sedap meskipun pakaian sebelumnya sudah dicuci.

Pastikan pakaian kering sampai ke bagian yang paling tebal sebelum dilipat dan disimpan. Jika masih terasa dingin atau lembap, lanjutkan pengeringan dan jangan buru-buru memasukkannya ke lemari.

Bersihkan lemari secara berkala dan pastikan ruangan tidak terlalu lembap. Simpan pakaian dalam kondisi kering agar aroma pewangi tidak bercampur dengan bau apek yang muncul selama penyimpanan.

Cara Mengatasi Pakaian yang Tetap Bau Setelah Diberi Pewangi

Kesalahan Menggunakan Pewangi Pakaian yang Justru Bikin Bau
Kesalahan Menggunakan Pewangi Pakaian yang Justru Bikin Bau (AI Generated)

Jika pakaian sudah telanjur berbau, perbaiki penyebabnya sebelum mencoba produk pewangi lain. Langkah sederhana berikut dapat membantu mengembalikan kesegaran pakaian.

  • Cuci ulang pakaian. Gunakan deterjen sesuai takaran dan pilih siklus pencucian yang sesuai dengan label kain.
  • Periksa mesin cuci. Bersihkan tabung dan bagian lain yang berpotensi menumpuk residu atau kotoran.
  • Keringkan secara menyeluruh. Hindari menumpuk atau menyimpan pakaian ketika masih lembap.
  • Gunakan pewangi sesuai petunjuk. Jangan mencampur produk secara sembarangan atau menambahkan takaran berlebihan.

Hindari penggunaan cuka, pemutih, atau bahan pembersih lain secara sembarangan. Jangan pernah mencampurkan pemutih berbahan klorin dengan cuka atau produk asam karena dapat menghasilkan gas berbahaya.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kesalahan Menggunakan Pewangi Pakaian yang Justru Bikin Bau

1. Mengapa pakaian tetap bau meskipun sudah diberi pewangi?

Penyebabnya bisa berupa sisa keringat, pertumbuhan mikroorganisme, residu deterjen, atau pakaian yang belum kering sempurna.

2. Apakah semakin banyak pewangi membuat pakaian semakin harum?

Tidak. Penggunaan berlebihan tidak menghilangkan sumber bau dan dapat meninggalkan residu pada kain.

3. Kapan sebaiknya pewangi pakaian digunakan?

Ikuti petunjuk pada kemasan. Gunakan kompartemen khusus jika tersedia pada mesin cuci.

4. Bagaimana cara menghilangkan bau apek pada pakaian?

Cuci ulang menggunakan deterjen sesuai takaran, bersihkan mesin cuci jika diperlukan, lalu keringkan pakaian secara menyeluruh.

5. Apakah pakaian boleh langsung disimpan setelah dijemur?

Boleh jika sudah benar-benar kering, termasuk pada bagian lipatan, jahitan, dan saku.

Rekomendasi