Festival film ARKIPEL 2014 tayangkan 89 film dari 26 negara

Festival film ARKIPEL tahun 2014 akan tayangkan 89 film dari 26 negara dengan tema Electoral Risk.

Tantri Setyorini
Oleh Tantri Setyorini - Reporter
Festival film ARKIPEL 2014 tayangkan 89 film dari 26 negara
Ilustrasi menonton film. ©2014 Merdeka.com/shutterstock/d13

Jakarta International Documentary and Experimental Film Festival: Electoral Risk 2014 (ARKIPEL: ELECTORAL RISK 2014) diadakan pada tanggal 11–21 September 2014. Acara ini diselenggarakan di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Studio XXI Taman Ismail Marzuki, Kineforum, GoetheHaus Jakarta, dan Gedung Produksi Film Negara (PFN). Acara ini digagas oleh Forum Lenteng, sebuah organisasi non-profit yang didirikan oleh pekerja seni, mahasiswa komunikasi, periset, dan pemerhati kebudayaan pada tahun 2003.ARKIPEL menggagas dan menjadi ruang diskusi untuk membicarakan sinema dan media secara umum, membahas ‘pendekatan bentuk’ (estetika dan form), strategi mode produksi, pengarsipan, kritik film, industri komersil maupun nilai ekonomi dari produk-produk yang dihasilkan oleh teknologi media film, hingga bagaimana peran sinema dan media melalui isu, persoalan, atau fenomena sosial-politik yang diangkatnya telah mempengaruhi kehidupan bermasyarakat, baik di Indonesia maupun global.Tahun ini ARKIPEL Jakarta International Documentary & Experimental Film Festival 2014 akan mengangkat tema khusus, Electoral Risk, yang mencoba melihat bagaimana sinema membaca demokrasi, aktivisme, politik, dan kekuatan sipil dewasa ini. Tema Electoral Risk dipandang sangat penting untuk merespon situasi global saat ini dan situasi Indonesia kontemporer. Tema ini mencoba membaca bagaimana sinema menerjemahkan, memetakan, memaknai dan membaca ulang demokrasi melalui kemungkinan-kemungkinan eksperimen visualnya yang sangat terbuka lebar untuk dieksplorasi.Dalam festival film ini akan ditayangkan 89 film dokumenter dan eksperimental dari 26 negara di seluruh dunia yang mengangkat demokrasi, aktivisme, politik dan kekuatan sipil saat ini dari sudut pandang sinema. Di antaranya merupakan karya Alexander Kluge, Shinsuke Ogawa, Peter Snowdon dan film hasil kolaborasi Daniel Costelle, Isabelle Clarke, Jean-Louis Guillaud, serta Henri de Turenne. ARKIPEL Jakarta International Documentary and Experimental Film Festival 2014 telah memilih 29 film yang lolos seleksi untuk sesi Kompetisi Internasional dari 320 film. Film-film tersebut menunjukkan beberapa poin dasar mengenai pandangan dunia dalam beragam pendekatan visual, baik modern maupun kontemporer, yang diungkapkan melalui pertimbangan gaya, dan sebagian lagi menunjukkan keunikan-keunikan tersendiri karena berasal dari berbagai sudut kawasan benua. Filem dokumenter dan eksperimental yang terpilih akan ditayangkan di Kineforum dan Studio XXI Taman Ismail Marzuki pada tanggal 11-18 September 2014. Juri Kompetisi Internasional antara lain Otty Widasari (seniman, sutradara, aktivis media/Indonesia), Hafiz (seniman, sutradara, Indonesia), Ronny Agustinus (penulis, peneliti/Indonesia) dan Philip Cheah (kurator, penulis/Singapura).Seperti pada perhelatan pertama di tahun 2013, tahun ini ARKIPEL kembali akan bekerjasama dengan beberapa festival film dan seni media bertaraf internasional seperti Images Festival (Kanada), Yamagata International Documentary Film Festival (Jepang), Hamburg International Short Film Festival (Jerman), dan Bangkok Experimental Film Festival (Thailand). Selain pemutaran film, ARKIPEL: ELECTORAL RISK 2014 juga mengadakan berbagai program lainnya seperti Malam Pembukaan dan Penghargaan, Kompetisi Internasional, Presentasi dan Penayangan Khusus, Peradaban Sinema Dalam Pameran, world premiere, diskusi, dan workshop. Festival ini masih akan berlangsung hingga tanggal 21 September. Sementara pemutaran film masih akan berlangsung hingga tanggal 18 nanti. Jadi jangan lewatkan acaranya. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa mengunjungi situs resmi Arkipel.

Rekomendasi