Meski sederhana, ludruk tak diminati anak muda

Apa tanggapan Cak Kartolo, seniman ludruk legendaris Surabaya, tentang kesenian rakyat Jawa Timur ini?

Destriyana
Oleh Destriyana - Reporter
Meski sederhana, ludruk tak diminati anak muda
Kartolo. ©2012 Merdeka.com

Ludruk adalah kesenian rakyat khas Jawa Timur, yang sempat populer di masa pemerintahan mantan Presiden Soekarno. Meskipun antusiasme penonton ludruk kian menyusut, para seniman tidak pernah putus asa untuk tetap mengenalkan budaya lokal tersebut. Contohnya, Kartolo, seniman ludruk legendaris asal Surabaya, yang dikenal dengan lawakannya yang cerdas dan lucu. Kira-kira, apa pendapat Cak Kartolo mengenai perkembangan ludruk di tanah air, khususnya di Jawa Timur? Bagaimana perkembangan ludruk saat ini?Saya dulu main ludruk, tapi sejak tahun 80-an sudah pindah ke lawak. Perkembangannya tidak seperti dulu. Ludruk itu kan ada remo perempuan, laki-laki, lawak, lalu diiringi gamelan. Itu ludruk. Ludruk zaman dulu seperti apa?Dulu, kalau main Ludruk Tobongan (ludruk keliling) tahun 70-an, banyak yang nonton. Kan kita mainnya di gedong-gedong. Dulu itu ditiketkan.Bagaimana caranya agar seniman bisa tetap eksis?Yah, saya sering dipanggil karena sering masuk TV. Kalau ndak sering tampil di TV, orang ya ndak ngerti. Mestinya sekarang seniman harus sering tampil di TV.Apa ada kaderisasi ludruk untuk anak muda?Saya lihat sekarang banyak lomba ludruk anak-anak dan remaja. Sepertinya sudah diperhatikan pemerintah, tinggal pengembangannya saja bagaimana.Apakah ludruk masih sering diundang manggung?Ya, saya sering diundang karena di lawak. Kalau undangan lawak sering, tapi ludruknya sepi. Ludruk sendiri kan jumlahnya banyak sampai 50 orang. Kalau saya cuma berempat, jadi sering diundang.Apa bedanya ludruk sekarang dan dulu?Ludruk sekarang ndak panjang, palingan cuma 2 jam. Kalau di desa bisa sehari semalem, dari jam 9 malem sampai jam 4 pagi. Bagaimana antusiasme anak muda terhadap ludruk?Anak muda masih jarang suka ludruk. Ya ada, tapi jarang. Apa ludruk dianggap kuno ya, padahal enak lho. Ludruk itu sederhana, kalau wayang orang atau ketoprak kan ada nembang, joget. Ceritanya ludruk itu enak. Cuma lek nge-ludruk itu harus ada nge-remo sama ngidung. Ceritanya ya harus bisa sekarang, kalau ludruknya mampu.Apa bedanya ludruk Malangan dan Suroboyoan?Sama aja. Cuma gaya kidungannya mungkin agak sedikit beda. Apa tanggapan Cak Kartolo tentang lomba ludruk?Anak-anak sekarang pinter-pinter. Cuma bikin syairnya itu angel (sulit). Syair itu harus cocok sama penontonnya. Kalau ndak cocok ya sulit diterima. Masa' penontonnya suka gule diberi rawon. Tapi jula-julinya (kidungan yang berisi guyonan) sudah bagus. Kidung pakai bahasa Inggris ya ndak apa-apa, asal nanti waktu lomba pakai bahasa Jawa. Anak sekarang itu memang pinter-pinter, tinggal diarahkan saja.

Begitulah tanggapan Cak Kartolo, seniman ludruk terkenal asal Surabaya, yang kini telah berusia 67 tahun. Eksistensinya di dunia lawak sudah tak diragukan lagi, khususnya bagi masyarakat Jawa Timur. Mari jadikan ludruk tuan di negerinya sendiri!

Rekomendasi