Pemilu Presiden Korea Selatan yang digelar pada 3 Juni 2025 menyisakan gelombang reaksi, tak hanya dari ranah politik, tetapi juga dari dunia hiburan. Terpilihnya Lee Jae Myung sebagai Presiden Korea Selatan memecah suasana di kalangan pesohor Negeri Ginseng. Meski sebagian besar selebritas biasanya memilih bungkam soal politik, kali ini sejumlah nama besar tak ragu menyuarakan opini mereka—baik yang penuh harapan maupun nada kecewa.
Seperti diketahui, Lee Jae Myung merupakan kandidat dari Partai Demokrat yang berhasil meraih kemenangan setelah mengalahkan kandidat dari Partai Kekuatan Rakyat (PPP), partai berkuasa sebelumnya. Kemenangan ini menjadi titik balik dalam politik Korsel, terutama setelah ketegangan tinggi akibat kebijakan darurat militer yang sempat diberlakukan oleh presiden sebelumnya, Yoon Suk Yeol.
Advertisement
Salah satu suara dukungan paling jelas datang dari penyanyi senior Lee Seung Hwan. Melalui unggahan media sosial, ia membagikan tangkapan layar hasil jajak pendapat dengan tulisan penuh makna, “Dari kemunduran menuju kemajuan.” Ungkapan ini seolah mencerminkan harapannya bahwa di bawah kepemimpinan Lee Jae Myung, Korea Selatan akan bergerak maju dari krisis demokrasi yang sempat membayangi negeri itu.
Lee Seung Hwan bukan wajah baru dalam dunia aktivisme selebritas Korea. Tahun lalu, ia bahkan terang-terangan menyatakan sikap atas pemberlakuan dekret darurat militer, dan kini ia menunjukkan dukungan terhadap partai Demokrat dengan mengenakan kemeja serta topi biru saat memberikan suara—warna khas partai tersebut.
Aktris Kim Gyu Ri turut merayakan kemenangan ini dengan cara yang puitis. Ia menulis penggalan lirik lagu dari band indie Towner & Town Chief: “Pemandangan terindah di dunia adalah segala sesuatu kembali ke tempat yang semestinya.” Meskipun tidak menyebut nama presiden secara langsung, makna dari kutipannya jelas berpihak pada hasil pemilu.
Sementara itu, selebritas transgender pertama Korea Selatan, Harisu, dengan lugas menyampaikan ucapan selamat. “Selamat kepada Presiden Lee Jae Myung atas terpilihnya Anda. Saya harap Anda melakukan yang terbaik untuk memastikan rakyat negara kita dapat hidup dengan baik. Semangat!” tulisnya. Pesan ini menegaskan harapan masyarakat—termasuk komunitas minoritas—bahwa perubahan akan datang melalui kepemimpinan yang baru.
Tak ketinggalan, aktris Kim Su Jeong menulis pesan yang optimistis: “Mari kita berusaha bersama, semuanya saling bergandengan tangan,” dan “Dengan hati yang cerah, mari kita bangun negara yang cerah.” Dalam unggahan yang dikutip dari Chosun Biz, ia bahkan menyematkan lagu berjudul “Blue Country” sebagai latar belakang, seakan memperkuat nuansa kebersamaan dan harapan yang dia titipkan pada presiden terpilih.
Advertisement
Namun tidak semua pesohor menyambut kemenangan ini dengan tangan terbuka. Penyanyi JK Kim Dong Wook justru mengungkapkan kekecewaannya dalam bentuk metafora musik. Ia menulis, “Pada akhirnya, hasilnya adalah lagu-lagu yang seharusnya tidak perlu ditulis, kini harus ditulis. Mungkin itu sebabnya saya secara natural mulai menulis lagu-lagu seperti itu.”
Lebih lanjut, ia menambahkan, “Rasanya akan ada lebih banyak waktu untuk bernyanyi tentang dunia yang seharusnya tidak pernah kita alami, ketimbang tentang cinta.” Komentar ini menyiratkan ketidakpuasan mendalam dan kecemasan akan arah yang diambil oleh pemerintahan baru.
Dalam tradisi Korea Selatan, sikap terang-terangan terhadap urusan politik dari kalangan selebritas cukup jarang terjadi, mengingat risiko reputasi dan fanbase yang terbelah. Maka itu, pernyataan terbuka seperti dari JK Kim Dong Wook maupun Lee Seung Hwan menjadi fenomena menarik tersendiri di tengah lanskap politik yang memanas.
Advertisement
Lee Jae Myung sendiri bukan tokoh baru dalam politik Korea Selatan. Ia dikenal sebagai figur oposisi vokal yang menentang keras berbagai kebijakan kontroversial dari pemerintahan Yoon Suk Yeol, termasuk dekret darurat militer. Pemilu tahun ini pun berlangsung dalam atmosfer yang intens. Hampir 80 persen dari total 44,39 juta pemilih terdaftar menggunakan hak suara mereka—menjadikannya pemilu presiden dengan partisipasi tertinggi sejak tahun 1997.
Kemenangan Lee Jae Myung dianggap sebagai “hari penghakiman” oleh sebagian pihak terhadap rezim sebelumnya. Seperti dilaporkan Channel News Asia (CNA), Lee menyebut bahwa kemenangan ini adalah pernyataan rakyat terhadap kebijakan yang menekan demokrasi.
Advertisement
Kini perhatian publik tertuju pada bagaimana Lee Jae Myung akan memenuhi ekspektasi masyarakat yang mendukungnya. Dengan posisi sebagai presiden terpilih, ia menghadapi tantangan besar: memulihkan demokrasi, meningkatkan kesejahteraan sosial, serta memperbaiki citra politik Korea Selatan di mata internasional.
Bagi para selebritas yang mendukungnya, kemenangan ini adalah permulaan dari Korea Selatan yang lebih terbuka, inklusif, dan adil. Sebaliknya, bagi mereka yang kecewa, ini mungkin menjadi awal dari perjuangan baru untuk mengawal pemerintahan dan terus bersuara lewat seni mereka.
Di balik sorotan lampu dan layar kaca, para pesohor Korea Selatan menunjukkan bahwa mereka pun bagian dari denyut demokrasi. Dalam kemenangan Lee Jae Myung, terselip harapan, kekhawatiran, dan semangat untuk terus bersuara. Dunia hiburan memang bukan tempat politik biasa bersemayam, tapi ketika perubahan datang, tak ada profesi yang bisa benar-benar apolitis.
Sebagai penonton dan masyarakat dunia, kita pun menantikan: akan ke mana arah baru Korea Selatan di bawah kendali Lee Jae Myung? Dan apakah para pesohor yang kini bersuara akan terus mengawal jalannya, atau kembali memilih diam seperti sebelumnya? Yang jelas, pemilu 2025 ini telah membuka babak baru—baik di dunia politik maupun industri hiburan Negeri Ginseng.