Anak-anak muda di Korea Selatan memiliki kecintaan yang mendalam terhadap minuman ice Americano, bahkan ketika cuaca dingin menyerang. Fenomena ini dapat dilihat dari istilah populer "Eoljuk-a," yang berarti "Lebih baik mati kedinginan ketimbang tak minum es Americano."
Menurut laporan dari The Korea Times, pada hari Minggu (24/8), hasil survei yang dilakukan oleh Nespresso dan College Tomorrow 20s Lab semakin menguatkan fenomena ini. Survei tersebut melibatkan 300 pria dan wanita berusia antara 25 hingga 34 tahun yang mengonsumsi es kopi setidaknya tiga kali dalam seminggu.
Dari hasil survei, ditemukan bahwa 58,7 persen responden berusia 25 hingga 34 tahun tetap menikmati kopi dingin, tanpa memandang musim. Selain itu, Ice Americano menjadi minuman yang paling digemari sepanjang tahun di kalangan generasi muda Korea. Ketika ditanya tentang es kopi favorit mereka saat musim panas, 50,3 persen responden memilih es Americano, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 18,7 persen yang memilih es latte. Menariknya, di antara para penggemar es Americano, sekitar 74,5 persen adalah perempuan yang berusia antara 30 hingga 34 tahun.
Advertisement
Penggunaan Sepanjang Tahun dan Pilihan Berdasarkan Usia
Dalam menjawab pertanyaan mengenai waktu yang paling tepat untuk menikmati es kopi, sebanyak 18 persen responden memilih pagi hari agar mereka bisa terjaga sepenuhnya. Di sisi lain, 14 persen responden mengaku lebih suka mengonsumsinya sebelum memulai aktivitas kerja atau belajar, sedangkan 13,7 persen lainnya merasa perlu asupan es kopi untuk meningkatkan konsentrasi mereka.
Preferensi terhadap jenis es kopi ternyata bervariasi tergantung pada kelompok usia. Responden yang berusia 20-an lebih memprioritaskan harga yang terjangkau (70,2 persen) serta keselarasan dengan makanan penutup (20,2 persen). Sementara itu, responden di usia 30-an lebih mengedepankan rasa dan kualitas (48,4 persen) serta kemudahan akses (44,6 persen) saat memilih es kopi.
Selain itu, hasil riset menunjukkan bahwa sebagian besar responden lebih menyukai untuk menikmati es kopi di rumah (52,4 persen) dibandingkan di luar (42,6 persen). Alasan di balik pilihan ini antara lain adalah kemudahan (17,8 persen), harga yang lebih terjangkau (16,3 persen), dan kesempatan untuk menikmati es kopi saat bersantai di waktu pribadi (14,0 persen).
Survei tersebut juga mencatat adanya peningkatan dalam konsumsi kopi tanpa kafein. Sekitar satu dari tiga responden (30,3 persen) menyatakan bahwa mereka mengonsumsi kopi tanpa kafein setidaknya sekali dalam sehari. Hal ini menunjukkan bahwa tren kopi tanpa kafein semakin diminati di kalangan masyarakat.
Advertisement
Tren Minuman Es Kopi Americano
Menurut laporan tahunan Tren Surga Makanan yang dirilis oleh GoFood pada bulan Februari lalu, ada tiga jenis kuliner yang diperkirakan akan menjadi tren pada tahun 2025.
Daftar tersebut disusun berdasarkan kata kunci yang paling banyak dicari oleh pengguna di platform pesan-antar makanan. Kuliner pertama yang diprediksi akan populer adalah Ice Americano, atau es kopi Americano.
Diperkirakan, minuman ini akan menggantikan popularitas es kopi susu dan es kopi susu gula aren yang banyak ditawarkan oleh berbagai merek kopi lokal. Es Americano dibuat dengan mencampurkan espresso, es, dan air, sehingga memiliki kalori yang jauh lebih rendah.
Dengan hanya 10 kalori untuk ukuran gelas 12 oz (355 ml), minuman ini jauh lebih ringan dibandingkan dengan es kopi susu gula aren yang bisa mencapai 370 kalori per sajian. Oleh karena itu, mengonsumsinya tidak akan terlalu memengaruhi asupan kalori harian seseorang.
Selain itu, minuman ini juga sempat menjadi populer sebagai pilihan pelangsing di berbagai konten TikTok. Seperti yang dikutip dari kanal Health Liputan6.com, dr. Zaidul Akbar dalam sebuah video viral juga memberikan pendapat yang sejalan.
Advertisement
Telah Jadi Perhatian Sejak Tahun 2023
Tren konsumsi es kopi di musim dingin pernah dilaporkan oleh The Korea Times pada tahun 2023. Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa rata-rata orang Korea mengonsumsi 353 cangkir es Americano setiap tahunnya, yang merupakan lebih dari dua kali lipat rata-rata global berdasarkan studi yang dilakukan oleh Hyundai Research Institute pada tahun 2019.
erubahan kebiasaan ini juga menarik perhatian Starbucks Korea, yang mencatat bahwa penjualan minuman es menyumbang 76 persen dari total penjualan di gerai mereka pada tahun 2022. Bahkan, di bulan Januari 2023, saat cuaca dingin, penjualan es Americano meningkat sebesar 54 persen dibandingkan dengan penjualan kopi panas. "Kecenderungan orang mengonsumsi barang, makanan, dan minuman terlepas dari cuaca tampaknya telah menjadi tren baru," ungkap Park Han Jo dari Starbucks Korea dalam pernyataannya kepada AFP.