Purbaya Yudhi Sadewa, memaparkan bagaimana Indonesia berhasil bertahan dari guncangan ekonomi global berkat perpaduan kebijakan fiskal dan moneter yang tepat.
Berbicara dalam forum edukasi ekonomi bersama siswa SMA dan madrasah, Purbaya menegaskan bahwa pengambilan kebijakan ekonomi tidak bisa dipandang sederhana, melainkan membutuhkan strategi yang matang.
Krisis 2008–2009 hingga 2015 Saat Kebijakan Ekonomi Menjadi Penopang Negara
Ia mencontohkan krisis finansial global 2008–2009 yang membuat banyak negara terancam ke zona pertumbuhan negatif. "Amerika, Inggris, Eropa, Jerman, Korea, Jepang, Thailand, Malaysia, Singapura, semuanya terkontraksi. Tapi ekonomi kita masih tumbuh 4,6 persen," ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan itu merupakan hasil penerapan counter-cyclical policy, yaitu kebijakan fiskal ekspansif ketika ekonomi melemah. Defisit anggaran dinaikkan dari kisaran 1,1–1,5 persen menjadi 2,75 persen, Moneternya bunganya diturunkan, uangnya digelontorkan kesistem das. "Kebijakan fiskal yang baik menyelamatkan kita tahun 2008–2009," tegasnya.
Purbaya juga menyoroti kondisi pada 2015, saat bank sentral AS menaikkan suku bunga dan memicu tekanan ke berbagai negara. Indonesia sempat mengalami inflasi tinggi dan perlambatan ekonomi.
Ia mengungkapkan bahwa percepatan belanja infrastruktur pada bulan Mei di bawah Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. "Belanja infrastruktur dikebut habis-habisan itu membantu menjaga ekonomi kita," katanya.
Pesan untuk Generasi Muda: "Anda yang Akan Memimpin Indonesia"
Dalam forum tersebut, Purbaya memberikan pesan khusus kepada para siswa SMA dan madrasah yang mengikuti kompetisi ini. Ia memuji capaian empat tim terbaik dari total 4.300 tim, bahkan termasuk tim dari sekolah luar negeri. "Ini kompetisi tough. Prestasi Anda amat membanggakan," ujarnya.
Advertisement
Purbaya Minta Pahami Ekonomi Sejak Dini
Purbaya menekankan bahwa memahami ekonomi sejak dini sangat penting karena para siswa inilah yang akan memegang kendali masa depan bangsa.
"Sepuluh atau dua puluh tahun lagi, Anda yang mimpin. Pelajari pengetahuan dengan baik. Tanamkan bahwa suatu saat Anda akan membantu negara ini menjadi negara maju," ucapnya.
Advertisement
Purbaya Sentil Penyelenggara
Diselingi canda, Purbaya juga meminta penyelenggara memberikan hadiah yang layak bagi para peserta. "Kasih hadiah yang betul, jangan kecil-kecil. Nanti kalau kurang, kita tambahin tahun depan," katanya sambil tersenyum.
Purbaya menutup dengan harapan agar acara ekonomi seperti ini terus dilakukan setiap tahun dan menjadi wadah bagi generasi muda untuk memahami peran penting kebijakan fiskal dan moneter. "Tanpa kebijakan fiskal yang baik, kita tidak bisa jadi negara maju," tegasnya.
Reporter Magang: Mochamad Aidil Akbar