8 Penyebab Cicak Betah di Rumah, Pahami Beserta Tips Penanganannya Tanpa Bahan Kimia

Ketahui delapan faktor yang membuat cicak betah tinggal di rumah serta metode alami untuk mengusirnya tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya.

Shani Ramadhan Rasyid
Oleh Shani Ramadhan Rasyid - Reporter
8 Penyebab Cicak Betah di Rumah, Pahami Beserta Tips Penanganannya Tanpa Bahan Kimia
Ilustrasi cicak atau Hemidactylus frenatus (Wikimedia Commons) (© 2026 Liputan6.com)

Cicak adalah hewan kecil yang sering diabaikan, tetapi keberadaannya di rumah bisa menjadi indikator adanya kondisi tertentu yang membuat mereka merasa nyaman tinggal. Banyak orang melihat cicak hanya sebagai penghuni alami rumah di daerah tropis, namun jika populasi mereka terlalu banyak, hal ini bisa menunjukkan bahwa kebersihan dan sirkulasi udara di dalam rumah tidak memadai. Selain menjadi gangguan visual, cicak juga dapat meninggalkan kotoran di dinding dan meja makan, serta berpotensi membawa bakteri yang berbahaya bagi kesehatan.

Kehadiran cicak di rumah biasanya tidak terjadi tanpa alasan. Terdapat beberapa faktor yang membuat mereka betah, seperti banyaknya serangga sebagai sumber makanan, kondisi lembap di dalam rumah, dan adanya celah kecil yang menjadi akses masuk. Semua faktor ini saling berhubungan dan berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang ideal bagi cicak untuk bertahan hidup, bersembunyi, dan bahkan berkembang biak. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab mengapa cicak betah di rumah agar langkah-langkah pengusirannya dapat dilakukan dengan efektif.

Artikel ini membahas delapan penyebab utama yang membuat cicak sulit diusir serta memberikan solusi alami tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya yang dapat Anda praktikkan dengan mudah di rumah.

1. Sumber Makanan yang Melimpah di Rumah

9 Tanda Laba-Laba Baik untuk Lingkungan Rumah, Jangan Dibasmi Dulu
Ilustrasi laba-laba di rumah. [Foto: Gemini] © 2025 Liputan6.com

Cicak adalah hewan yang berperan sebagai pemangsa serangga, sehingga tempat tinggal yang dipenuhi oleh nyamuk, lalat, atau semut dapat menjadi surga bagi mereka. Dapur yang jarang dibersihkan, sisa makanan yang menumpuk, dan remah-remah di lantai menjadi faktor utama yang menyebabkan banyaknya serangga. Ketika serangga mulai muncul, cicak akan tertarik untuk datang dan menetap di area tersebut karena persediaan makanan yang melimpah. Selain itu, lampu yang menyala di malam hari seringkali berfungsi sebagai magnet bagi serangga kecil. Ketika lampu rumah menyala dengan terang, serangga akan tertarik, dan cicak pun akan datang untuk berburu di sekitar sumber cahaya. Inilah alasan mengapa banyak orang sering melihat cicak menempel di dekat lampu atau dinding yang terang pada malam hari.

Untuk menghindari masalah ini, penting untuk menjaga kebersihan rumah, terutama di area dapur dan ruang makan. Pastikan untuk menyimpan makanan dalam wadah yang tertutup, membersihkan meja setelah makan, dan menggunakan pencahayaan secukupnya di malam hari agar tidak menarik perhatian serangga yang menjadi sumber makanan utama cicak. Dengan langkah-langkah ini, Anda dapat menciptakan lingkungan yang tidak hanya bersih tetapi juga tidak menarik bagi cicak dan serangga lainnya.

2. Kondisi Rumah yang Lembap dan Hangat

Cicak merupakan hewan berdarah dingin yang sangat tergantung pada suhu lingkungan di sekitarnya. Mereka lebih menyukai tempat yang hangat dan lembap, karena kondisi ini membantu menjaga suhu tubuh mereka tetap stabil. Rumah yang jarang memiliki ventilasi, dengan sirkulasi udara yang minim, serta sering tertutup rapat, menjadi tempat yang ideal bagi cicak untuk menetap. Ruangan seperti kamar mandi, dapur, dan ruang bawah tangga biasanya memiliki tingkat kelembapan yang tinggi. Selain itu, kebocoran pipa, genangan air, atau dinding yang berjamur menciptakan ekosistem mikro yang sangat cocok untuk cicak. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika cicak sering dijumpai di sudut-sudut yang jarang terkena sinar matahari langsung. Untuk mengatasi masalah ini, penting untuk memperbaiki sirkulasi udara di rumah dengan membuka jendela secara teratur. Pastikan tidak ada kebocoran air dan gunakan pengering udara alami atau dehumidifier jika diperlukan. Dengan langkah-langkah ini, rumah akan terasa lebih kering dan tidak menarik bagi cicak untuk tinggal.

3. Celah dan Retakan sebagai Akses Masuk Cicak

Cicak memiliki tubuh yang fleksibel, sehingga mereka dapat masuk melalui celah kecil di dinding, pintu, atau ventilasi. Banyak pemilik rumah yang tidak menyadari bahwa lubang sekecil setengah sentimeter sudah cukup untuk cicak menyelinap ke dalam ruangan. Setelah menemukan tempat yang nyaman dan sumber makanan di dalam rumah, mereka akan menjadi sulit untuk diusir. Selain celah yang terdapat pada struktur bangunan, ventilasi yang tidak dilindungi dengan kawat halus juga menjadi jalur favorit bagi cicak. Mereka memanfaatkan ventilasi tersebut untuk keluar masuk rumah tanpa terdeteksi. Bahkan, bagian atap dan langit-langit yang longgar sering kali menjadi tempat persembunyian mereka. Langkah pencegahan yang paling efektif adalah menutup semua celah dan retakan yang ada di rumah. Gunakan plester atau semen untuk menambal lubang di dinding dan pasang jaring halus di ventilasi. Dengan cara ini, akses cicak untuk masuk ke dalam rumah akan semakin terbatas.

4. Banyaknya Serangga di Dalam Rumah

Ilustrasi Kecoak
Ilustrasi Kecoak https://unsplash.com/Erik Karits

Cicak tidak akan muncul tanpa adanya mangsa. Makanan utama mereka terdiri dari berbagai serangga seperti lalat, nyamuk, semut, dan kecoa. Ketika jumlah serangga di dalam rumah meningkat, cicak akan menganggap tempat tersebut sebagai sumber makanan yang melimpah dan mudah dijangkau. Kondisi ini sering terjadi di rumah yang memiliki saluran air terbuka atau area dapur yang lembap. Tempat-tempat tersebut menjadi habitat ideal bagi serangga untuk berkembang biak, sehingga cicak pun akan otomatis mengikuti sumber makanan tersebut. Dengan semakin banyaknya serangga, cicak akan semakin betah berada di rumah Anda. Untuk mengatasi situasi ini, lakukan pembersihan menyeluruh secara rutin. Gunakan perangkap serangga alami, jaga kebersihan tempat sampah, dan pastikan tidak ada makanan yang dibiarkan terbuka. Saat populasi serangga berkurang, cicak pun akan kehilangan sumber makanan dan pergi dengan sendirinya.

5. Tumpukan Barang yang Menjadi Tempat Persembunyian

Cicak sangat menyukai tempat persembunyian yang gelap dan jarang terganggu. Rumah yang dipenuhi tumpukan barang, kardus, atau kertas bekas memberikan mereka tempat bersembunyi yang ideal. Biasanya, area belakang lemari, loteng, dan gudang menjadi sarang favorit cicak karena jarang disentuh oleh manusia. Semakin banyak tumpukan yang tidak teratur, semakin sulit bagi Anda untuk mengetahui keberadaan cicak. Mereka dapat berkembang biak di balik barang-barang tersebut tanpa terlihat, dan jumlah mereka pun bisa meningkat dalam waktu singkat. Inilah alasan mengapa rumah yang berantakan cenderung lebih banyak dihuni cicak. Solusinya adalah dengan rutin membersihkan rumah, menyingkirkan barang yang tidak diperlukan, serta menjaga agar setiap sudut rumah terang dan teratur. Semakin sedikit tempat persembunyian, semakin kecil kemungkinan cicak betah di rumah Anda.

6. Genangan Air yang Tak Disadari

Genangan air yang terdapat di kamar mandi, dapur, atau halaman rumah dapat menarik perhatian cicak. Ketertarikan mereka tidak hanya disebabkan oleh air sebagai sumber kelembapan, tetapi juga karena genangan air sering menjadi habitat bagi serangga kecil. Hal ini menciptakan rantai makanan yang penting bagi kelangsungan hidup cicak. Kondisi seperti pipa bocor, talang air yang tersumbat, atau lantai yang selalu basah merupakan tempat yang sangat disukai oleh cicak. Selain itu, air yang tergenang juga menghasilkan aroma lembap yang semakin menarik bagi mereka.

Untuk mengatasi masalah ini, penting untuk memastikan bahwa semua pipa dan saluran air berfungsi dengan baik. Setelah menggunakan area yang basah, keringkan dengan baik dan hindari kebiasaan membiarkan ember berisi air terlalu lama. Dengan menjaga area rumah tetap kering, kita dapat secara alami mengurangi ketertarikan cicak. Sebagaimana yang diungkapkan, "Menjaga area rumah tetap kering akan secara alami mengurangi ketertarikan cicak." Melalui langkah-langkah ini, kita dapat menciptakan lingkungan yang kurang menarik bagi cicak dan mencegah mereka masuk ke dalam rumah.

7. Iklim Tropis dan Vegetasi di Sekitar Rumah

Ilustrasi Rumah Tropis
Ilustrasi Rumah Tropis /Gemini AI

Di daerah yang memiliki iklim tropis, populasi cicak cenderung lebih tinggi. Suhu yang hangat, kelembapan yang cukup, serta vegetasi hijau di sekitar rumah menciptakan lingkungan yang sangat cocok bagi cicak. Biasanya, pohon, semak, dan taman yang lebat menjadi lokasi awal cicak sebelum mereka masuk ke dalam rumah. Selain itu, dedaunan yang terlalu dekat dengan dinding rumah memberikan akses mudah bagi cicak untuk memanjat dan menyelinap ke celah-celah bangunan. Mereka juga sering menunggu serangga yang muncul dari kebun atau halaman rumah, sehingga menjadikan area tersebut sebagai tempat berburu yang alami.

Untuk menghindari masalah ini, penting untuk merapikan area sekitar rumah dengan memangkas tanaman yang terlalu dekat dengan bangunan. Pastikan ada jarak yang cukup antara tanaman dan dinding rumah agar tidak menjadi jembatan bagi cicak untuk masuk ke dalam. Dengan langkah-langkah pencegahan ini, Anda dapat mengurangi kemungkinan cicak memasuki rumah dan menjaga lingkungan tetap nyaman.

8. Tidak Ada Aroma Pengusir Alami

Ilustrasi Cicak
Ilustrasi Cicak (Photo by wirestock on Freepik)

Cicak sangat sensitif terhadap bau tertentu, seperti aroma bawang putih, kopi, lada, atau kulit jeruk. Jika rumahmu tidak memiliki aroma pengusir alami ini, mereka akan lebih betah tinggal. Cara alami untuk mengusir cicak tanpa bahan kimia bisa dilakukan dengan menaruh potongan bawang putih di sudut ruangan, menabur bubuk kopi di dekat jendela, atau menyemprot campuran air dan perasan lemon di area yang sering dilewati cicak. Selain ramah lingkungan, cara ini juga aman bagi keluarga dan hewan peliharaan, serta membuat rumah terasa lebih segar dan bebas cicak.

Rekomendasi