7 Trik Bangun Mezzanine di Rumah Tipe 36 atau 45, Hemat Budget tapi Tetap Fungsional

Keterbatasan lahan menjadi tantangan utama bagi pemilik rumah tipe 36 atau 45 dalam menciptakan hunian yang fungsional dan nyaman.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
7 Trik Bangun Mezzanine di Rumah Tipe 36 atau 45, Hemat Budget tapi Tetap Fungsional
Mezzanine di Rumah 36 atau 45 (Gemini AI) (© 2025 Liputan6.com)

Keterbatasan lahan menjadi tantangan utama bagi pemilik rumah tipe 36 atau 45 dalam menciptakan hunian yang fungsional dan nyaman. Salah satu solusi inovatif yang semakin populer adalah pembangunan mezzanine, yaitu sebuah lantai tambahan setengah tingkat yang dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan ruang vertikal. Dengan konsep ini, tidak hanya fungsi ruang tambahan yang diperoleh, tetapi juga memberikan sentuhan modern dan estetis pada desain rumah minimalis.

Mezzanine memungkinkan penambahan area fungsional seperti kamar tidur, ruang kerja, atau area santai tanpa perlu memperluas bangunan secara horizontal. Pendekatan ini sangat efektif untuk memaksimalkan setiap inci ruang yang tersedia, menjadikannya pilihan ideal bagi mereka yang menginginkan efisiensi dan fleksibilitas dalam penggunaan hunian.

Membangun mezzanine seringkali diidentikkan dengan biaya yang besar, namun dengan perencanaan yang matang serta strategi hemat biaya, impian memiliki ruang tambahan ini dapat terwujud. Artikel ini akan mengulas tujuh cara untuk membangun mezzanine di rumah tipe 36 atau 45 agar tidak mengeluarkan banyak biaya, mulai dari perencanaan hingga pemilihan material dan pengerjaan.

Lantas bagaimana cara membangun mezzanine di rumah tipe 36 atau 45 biar tidak makan biaya banyak? Melansir dari berbagai sumber, Senin (4/8), simak ulasan informasinya berikut ini. 

7 Cara Bangun Mezzanine di Rumah 36 atau 45, Biar Gak Makan Biaya Banyak
Mezzanine di Rumah 36 atau 45 (Gemini AI) © 2025 Liputan6.com

Langkah awal yang sangat penting dalam menciptakan mezzanine dengan biaya terjangkau adalah melakukan perencanaan dan desain yang menyeluruh. Menentukan tujuan spesifik mezzanine, apakah itu akan digunakan sebagai ruang tidur tambahan, kantor, area bersantai, atau ruang penyimpanan, akan menjadi dasar bagi seluruh proses konstruksi. Dengan perencanaan yang baik, kita dapat menghindari kesalahan yang dapat menyebabkan pengeluaran tambahan di masa depan.

Mezzanine adalah lantai setengah yang dirancang sedemikian rupa sehingga tidak menutupi seluruh area di bawahnya, sehingga menjadi pilihan populer dalam desain rumah minimalis. Konsep mezzanine ini sangat efektif dalam memanfaatkan ketinggian ruangan, memberikan kesan modern dan estetis, serta menambah fungsi ruang tanpa harus memperluas bangunan secara horizontal.

Keunggulan utama dari mezzanine adalah fleksibilitas dalam penggunaan ruang. Dengan memilih fungsi yang jelas sejak awal, kita dapat mengarahkan desain dan material yang diperlukan, sehingga anggaran dapat dikelola dengan lebih efisien.

Ketinggian plafon adalah salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pembangunan mezzanine. Sebaiknya, tinggi plafon rumah minimal berkisar antara 4,4 meter hingga 5 meter agar mezzanine terasa lebih luas dan area di bawahnya tetap nyaman untuk digunakan. Dengan plafon yang cukup tinggi, akan ada ruang gerak yang lebih leluasa baik pada mezzanine maupun di area bawahnya.

Misalnya, jika tinggi plafon mencapai 4,5 meter, maka ruang mezzanine di atas dan bawah dapat memiliki tinggi bersih sekitar 2 meter. Ketinggian ini sudah cukup nyaman bagi orang dewasa dengan tinggi rata-rata 160 cm. Selain mempertimbangkan tinggi plafon, luas mezzanine juga harus menjadi perhatian. Disarankan agar luas mezzanine tidak melebihi sepertiga dari total area ruangan di bawahnya. Pembatasan luas ini sangat penting untuk mencegah kesan sesak dan memastikan sirkulasi udara tetap berjalan dengan baik.

7 Cara Bangun Mezzanine di Rumah 36 atau 45, Biar Gak Makan Biaya Banyak
Mezzanine di Rumah 36 atau 45 (Gemini AI) © 2025 Liputan6.com

Untuk mengurangi biaya pembangunan mezzanine, penting untuk memilih material yang kuat tetapi tetap terjangkau. Dua bahan yang sering dipilih adalah baja ringan dan kayu. Baja ringan dikenal karena bobotnya yang ringan dan kekuatannya yang tinggi. Selain itu, baja ringan juga memiliki kemudahan dalam proses pemasangan dan kemampuan untuk menahan beban berat. Untuk estimasi harga, baja ringan biasanya dijual dengan harga sekitar Rp800.000 hingga Rp1.200.000 per meter untuk strukturnya.

Sementara itu, kayu memberikan kesan yang elegan dan hangat. Untuk struktur, pilihan kayu usuk, kaso, atau papan dapat digunakan. Sedangkan untuk lantai, multiplek dengan ketebalan antara 1,8 cm hingga 2 cm sudah cukup kuat dan ekonomis.

Di samping itu, penggunaan besi hollow atau besi kotak dengan ukuran 4x6 cm dan ketebalan 2 mm sangat disarankan untuk membuat rangka yang solid. Untuk memastikan keamanan, terutama jika terdapat anak-anak, pemasangan pagar pengaman dari besi hollow sangatlah penting, dengan biaya sekitar Rp200.000 per meter.

Untuk mengurangi biaya tenaga kerja, Anda bisa melaksanakan beberapa pekerjaan non-teknis secara mandiri. Contoh pekerjaan yang dapat dilakukan sendiri termasuk penggalian tanah, pembersihan lahan, dan pengecatan. Dengan melibatkan diri dalam pekerjaan non-struktural ini, pemilik dapat menghemat secara signifikan pada biaya upah tenaga kerja.

Sedangkan untuk pekerjaan struktural, jika mezzanine hanya akan berfungsi sebagai tempat tidur dan tidak memerlukan perhitungan beban yang rumit, Anda bisa merancangnya sendiri. Setelah desain selesai, Anda dapat membawa rancangan tersebut ke tukang las untuk merakit rangka.

Namun, perlu diingat bahwa untuk struktur yang lebih rumit atau yang harus menahan beban berat, sangat disarankan untuk memanfaatkan jasa profesional. Hal ini penting untuk memastikan keamanan dan kekuatan struktur mezzanine, meskipun mungkin membutuhkan investasi awal yang lebih besar.

7 Cara Bangun Mezzanine di Rumah 36 atau 45, Biar Gak Makan Biaya Banyak
Mezzanine di Rumah 36 atau 45 (Gemini AI) © 2025 Liputan6.com

Mezzanine yang dirancang dengan baik dan nyaman perlu didukung oleh pencahayaan alami serta sirkulasi udara yang optimal. Konsep terbuka pada mezzanine dapat meningkatkan pencahayaan alami secara efektif, menciptakan hubungan visual yang harmonis antara mezzanine dan lantai utama. Penempatan jendela yang cukup atau penambahan jendela serta boven pada salah satu sisi mezzanine sangat dianjurkan untuk memaksimalkan cahaya yang masuk.

Apabila pencahayaan alami masih dirasa kurang, menambahkan lampu atau kipas angin bisa menjadi solusi yang tepat untuk meningkatkan kenyamanan saat beraktivitas di area mezzanine. Sirkulasi udara yang baik juga sangat penting untuk menghindari kesan pengap dan menjaga kualitas udara di dalam ruangan. Dengan demikian, mezzanine tidak hanya berfungsi sebagai ruang tambahan, tetapi juga menjadi area yang nyaman dan sehat.

Elemen tangga sangat krusial untuk akses menuju mezzanine, dan desainnya harus memperhatikan efisiensi ruang serta aspek keamanan. Pada rumah kecil, seperti tipe 36 atau 45, pilihan tangga spiral atau tangga multifungsi dengan laci penyimpanan di bawahnya sangat ideal untuk menghemat ruang. Desain tangga multifungsi ini tidak hanya berfungsi sebagai akses, tetapi juga dapat dilengkapi dengan area penyimpanan tambahan.

Kenyamanan dan keamanan pengguna tangga harus menjadi fokus utama. Tinggi anak tangga sebaiknya tidak melebihi 17 cm agar nyaman saat dinaiki. Material yang digunakan untuk tangga juga bervariasi, mulai dari besi yang memberikan kesan industrial hingga kayu yang menambah nuansa hangat dan alami.

Biaya pembuatan tangga dengan desain minimalis dapat diperkirakan sekitar Rp 300.000 per meter. Dengan memilih desain yang efisien dan material yang sesuai, tangga mezzanine dapat menjadi bagian penting dari desain interior yang fungsional dan estetis, tanpa membebani anggaran secara berlebihan.

7 Cara Bangun Mezzanine di Rumah 36 atau 45, Biar Gak Makan Biaya Banyak
Mezzanine di Rumah 36 atau 45 (Gemini AI) © 2025 Liputan6.com

Untuk mengelola anggaran pembangunan mezzanine dengan baik, menggunakan sistem borongan penuh bisa menjadi pilihan yang bijak. Mengontrak tukang dengan sistem borongan yang mencakup material dan jasa sering kali lebih hemat dibandingkan dengan sistem upah harian. Dengan cara ini, Anda bisa lebih mudah mengontrol anggaran karena harga sudah ditentukan sebelumnya.

Selain itu, sangat disarankan untuk memprioritaskan penggunaan material bangunan yang mudah ditemukan di sekitar lokasi proyek. Material lokal seperti batu bata merah, kayu, atau bambu umumnya memiliki harga yang lebih terjangkau. Memilih material lokal tidak hanya membantu menekan biaya pembelian, tetapi juga secara signifikan mengurangi biaya transportasi, yang sering kali menjadi biaya tersembunyi dalam proyek pembangunan.

Dengan menggabungkan sistem borongan dan penggunaan material lokal, Anda dapat mewujudkan mezzanine impian di rumah tipe 36 atau 45 dengan anggaran yang lebih terkontrol. Strategi ini memungkinkan Anda untuk mencapai hasil yang maksimal tanpa harus mengorbankan kualitas atau melampaui anggaran yang telah ditetapkan.

Rekomendasi