Warga Pakistan ngamuk lantaran bocah tujuh tahun diperkosa lalu dibunuh

Jumat, 12 Januari 2018 18:28 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
kerumunan massa di pemakaman zainab amin. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Warga di Kota Kasur, Pakistan kemarin melanjutkan unjuk rasa di hari kedua lantaran memprotes pemerkosaan dan pembunuhan gadis berusia tujuh tahun bernama Zainab Amin yang mayatnya dibuang ke tumpukan sampah.

Rakyat memprotes aparat Provinsi Punjab yang tidak berbuat apa-apa buat melindungi anak-anak dari pembunuhan serupa belakangan ini.

Dua pendemo tewas saat bentrok dengan polisi dua hari lalu.

Kepala Polisi Punjab Muhammad Shehbaz Sharif memberikan waktu selama 24 jam bagi anak buahnya untuk menangkap pelaku pembunuhan gadis itu. Dan menawarkan USD 90.000 bagi siapa saja yang bisa membantu mengidentifikasi pelaku pembunuhan.

Sharif juga memerintahkan anak buahnya untuk memberikan rincian lengkap terkait 11 kasus pembunuhan bocah-bocah di wilayah yang sama sebelum Zainab tewas.

Dilansir dari laman CNN, Jumat (12/1), masyarakat yang marah menggeledah kantor anggota DPR setempat dari partai yang berkuasa, Naeem Safdar. Massa meneriakkan slogan-slogan menyerukan Shehbaz Sharif mundur.

Hasil otopsi petugas medis menyatakan Zainab tewas dicekik dan disodomi serta kuat dugaan diperkosa. Dari hasil otopsi menunjukkan Zainab kemungkinan sudah tewas selama dua atau tiga hari.

Diketahui Zainab diculik dari dekat rumahnya di Kasur, 4 Januari lalu. Saat itu orang tuanya sedang umrah di Arab Saudi. Kamera pengawas memperlihatkan Zainab sedang berjalan dituntun seorang pria.

Ayah Zainab, Muhammad Amin Ansari, mengatakan kepada Geo News, polisi tidak berbuat banyak untuk menemukan pelaku. Dia juga tidak akan menguburkan anaknya sampai pelaku ditangkap.

Daerah Kasur memang terkenal dengan skandal pelecehan seksual anak. Sebuah geng terdiri dari 25 pria dituding memeras sejumlah anak untuk membuat video seks pada 2009 dan 2014. Kasus ini terbongkar pada 2015 dan sejumlah tersangka ditangkap.

"Selama dua tahun terakhir kami hidup dalam ketakutan. Orang tua takut membiarkan anaknya keluar rumah," kata ayah Zainab. [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Pakistan
  2. Pemerkosaan
  3. Pembunuhan
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini