Tangis keluarga pecah saat pintu ambulans terbuka di Perumahan Mutiara Regency, Kelurahan Tretek, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung. Peti jenazah Sari Sukoco (39) tiba di rumah duka, mengakhiri penantian keluarga sekaligus membuka duka panjang yang harus mereka pikul.
Sari merupakan salah satu korban meninggal dunia saat KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan utara Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Minggu (2/8/2026). Ia pulang ke kampung halaman bukan sebagai penyintas, melainkan dalam keadaan tak bernyawa.
Suasana rumah duka hening. Keluarga dan kerabat yang menunggu sejak pagi hanya bisa mengiringi kepulangannya, sebelum Sari dimakamkan di tempat peristirahatan terakhir.
Advertisement
Detik KMP Mutiara Sentosa Terbakar di Utara Sapudi
Menurut kesaksian rekan kerjanya, Bambang Susilo, kepanikan di kapal terjadi sesaat setelah para penumpang selesai sarapan. Teriakan minta tolong terdengar dari berbagai arah, disusul informasi cepat bahwa terjadi kebakaran.
Api diduga berasal dari dek paling bawah, lokasi parkir kendaraan besar termasuk truk ekspedisi. Asap hitam membumbung, sementara penumpang berhamburan mencari jalan untuk menyelamatkan diri.
Bambang dan Sari berlari menuju bagian ujung kapal. Keduanya sudah mengenakan pelampung. Melihat kobaran api semakin membesar, Bambang mengajak Sari melompat ke laut.
"Saya sempat mengajak beliau untuk terjun, tapi beliau hanya tersenyum dan mengangguk. Akhirnya saya terjun duluan," kenang Bambang.
Ia berbicara dengan suara lirih. Begitu berada di laut, Bambang bersama penumpang lain berenang menjauh dari kapal untuk menghindari kobaran api. Mereka kemudian mendekati kapal lain di sekitar lokasi dan berhasil dievakuasi.
"Saya baru tahu beliau ditemukan dalam kondisi meninggal setelah saya berada di kapal penyelamat," ujar Bambang.
Advertisement
Muatan Ekspedisi Menuju Makassar
Sehari-hari Sari bekerja sebagai sopir truk ekspedisi. Dalam pelayaran nahas itu, ia bersama Bambang tengah mengantarkan muatan cold storage menuju Makassar. Barang tersebut diambil dari Jakarta sebelum keduanya melanjutkan perjalanan menggunakan KMP Mutiara Sentosa 2.
Hampir delapan tahun mereka bekerja bersama. Di mata Bambang, Sari adalah sosok ramah, ringan tangan, dan mudah membantu siapa pun yang membutuhkan.
Di sela perjalanan panjang, Sari sempat bercerita soal rencana besarnya tahun ini: ia ingin menikah dan memulai kehidupan baru bersama perempuan yang dicintainya. Rencana itu kini tinggal kenangan.
Advertisement
Pemakaman Sari Sukoco di Sidorejo
Usai disemayamkan di rumah duka, jenazah Sari diantarkan ke Komplek Pemakaman Umum Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman. Prosesi pemakaman berlangsung dalam keharuan.
Keluarga dan kerabat mengiringi kepergiannya dengan doa dan tangis. Mereka yang mengenal Sari sebagai pekerja keras melepasnya dengan duka mendalam.
Perjalanan menuju Makassar berubah menjadi pelayaran terakhirnya, menutup kisah seorang sopir yang menyimpan banyak harapan belum sempat diwujudkan.