Dua kapal kayu yang diawetkan ditemukan di Thuan Thanh, sebuah kota di provinsi Bac Ninh, Vietnam.
Departemen Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Bac Ninh, Vietnam menyatakan penduduk setempat secara tidak sengaja menemukan kapal-kapal tersebut saat tengah merenovasi kolam ikan.
Setelah memberitahu pihak berwenang setempat, arkeolog dari Institute of Archaeology memulai penggalian untuk mengungkap sepenuhnya puing-puing kapal tersebut. Menurut para ahli, kapal ini boleh jadi adalah kapal dagang bersejarah yang pernah digunakan untuk mengarungi Sungai Dau, seperti dilansir Heritage Daily, Rabu (19/3).
Kedua kapal tersebut ditemukan terpisah sejauh 2 meter. Kapal pertama berukuran panjang 15 meter dan lebar 2,2 meter, sedangkan yang kedua berukuran panjang 14 meter dan lebar 1,6 meter. Terdapat sebuah palang kayu di haluan yang menghubungkan kedua kapal, hal ini menunjukkan keduanya terhubung secara permanen.
Kedua kapal ditemukan terpisah sejauh 2 meter, dengan yang satu berukuran panjang 15 meter x lebar 2,2 meter, sedangkan yang lainnya berukuran panjang 14 meter x lebar 1,6 meter. Sebuah palang kayu di haluan menghubungkan kedua kapal, yang menunjukkan bahwa keduanya mungkin telah terhubung secara permanen.
Penelitian sebelumnya, menunjukkan kedua kapal tersebut masih kokoh jika dilihat secara struktural. Namun, arkeolog masih menganalisis bahan konstruksi untuk menentukan usia dan jenis kayu yang digunakan.
Teori bahwa perahu-perahu tersebut merupakan kapal dagang, didukung oleh penemuannya di dekat Sungai Thien Duc-Duong yang mengalir di dekat Benteng Luy Lau, pusat perdagangan penting. Lokasi tersebut juga merupakan ibu kota pertama wilayah kekuasaan Han di Jiaozhi.
Menurut Dr. Pham Van Trieu, Wakil Kepala Departemen Arkeologi Sejarah di Institute of Archaeology mengatakan, “Ini merupakan penemuan yang penting secara historis dan budaya. Meskipun usia pasti perahu-perahu tersebut masih belum diketahui. Jika memang perahu tersebut merupakan perahu kuno, kemungkinan besar mereka berasal dari periode awal sejarah.”
Ketua Komite Rakyat Provinsi Bac Ninh, Vuong Quoc Tuan, meminta pemerintah daerah melakukan penelitian lebih lanjut, guna menilai signifikansi historis dari perahu-perahu itu, serta menerapkan langkah-langkah yang tepat untuk perlindungan dan pelestarian situs tersebut.
Reporter magang: Devina Faliza Rey
Advertisement