VIDEO Langit Tel Aviv Dikerumuni Ribuan Burung Gagak, Netizen Anggap Pertanda Runtuhnya Israel Seperti Disebut Kitab Suci

Warga Tel Aviv melihat banyak burung gagak beterbangan di langit kota mereka di tengah perang dengan Iran.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
VIDEO Langit Tel Aviv Dikerumuni Ribuan Burung Gagak, Netizen Anggap Pertanda Runtuhnya Israel Seperti Disebut Kitab Suci
VIDEO Langit Tel Aviv Dikerumuni Ribuan Burung Gagak, Netizen Anggap Pertanda Runtuhnya Israel Seperti Disebut Kitab Suci (Merdeka.com)

Langit di atas Tel Aviv, Israel dipenuhi oleh lautan burung gagak pada hari Selasa. Banyak orang menyebut fenomena ini sebagai “pertanda kehancuran” (harbinger of doom).

Ribuan gagak terlihat berputar-putar di sekitar gedung-gedung tinggi, termasuk Menara Azrieli yang ikonik. Video kejadian itu dengan cepat menjadi viral di internet.

Dilansir Daily Mail, Rabu (25/3), banyak warganet mengaitkan pemandangan menyeramkan ini dengan meningkatnya ketegangan Israel dengan Iran, dan mengklaim fenomena tersebut merupakan tanda akan datangnya bencana besar.

“Ini dianggap oleh banyak orang sebagai ‘pertanda kehancuran’ karena sering diikuti oleh bencana total,” tulis seorang pengguna di X, sementara yang lain mengaitkannya dengan nubuat Alkitab.

Nubuat Kitab Suci

burung gagak hooded crow
burung gagak hooded crow wikipedia

Mereka merujuk pada Kitab Wahyu 19:17, yang menggambarkan seorang malaikat berdiri di matahari dan berseru kepada burung-burung yang terbang di udara untuk berkumpul dalam “perjamuan besar Allah.”

Kawanan burung yang berputar itu menciptakan awan gelap yang bergerak di atas cakrawala kota, membuat warga dan penonton tercengang oleh skala migrasi tersebut.

Namun, para ilmuwan yang mempelajari burung mengatakan fenomena ini bukanlah sesuatu yang supranatural, melainkan bagian dari migrasi musiman rutin di salah satu jalur migrasi burung tersibuk di dunia.

Para ahli mencatat sekitar 500 juta burung melewati Israel setiap tahun selama migrasi musim semi, dengan gagak abu-abu (hooded crow) sering berkumpul di area perkotaan saat musim bersarang.



Penjelasan Ilmuwan

Gagak merupakan burung yang sangat umum di Israel, terutama jenis Hooded Crow.

Pergerakan besar gagak di Israel sering terjadi pada musim semi, dengan pengamatan ribuan gagak meninggalkan wilayah perkotaan seperti Tel Aviv sekitar bulan Maret, yang biasanya terkait dengan perilaku musiman, faktor lingkungan, atau gangguan tertentu.

Meskipun para ilmuwan menyatakan bahwa pemandangan dramatis ini adalah peristiwa migrasi biasa, banyak pengguna media sosial tetap yakin ada sesuatu yang lebih menyeramkan di balik fenomena tersebut.

"Burung-burung gagak berputar-putar di atas Tel Aviv. Jika Anda memahami kitab suci, ini bukan pertanda baik. Ini adalah awal dari kutukan dekade kedelapan atas runtuhnya Negara Israel, sebuah kutukan yang dinubuatkan dalam Talmud dan diperingatkan dalam Alkitab," kata akun @A_Ham96 di X.

“Ini adalah pertanda terburuk di tingkat peradaban,” tulis seorang pengguna di X.

“Ini masih dianggap serius di kampung halaman saya di Inggris, dan orang Romawi bahkan akan menghentikan perang hanya karena tanda seperti ini.”

Di Roma kuno, para pendeta yang disebut augur mengamati langit dengan cermat, menafsirkan pola terbang dan suara burung sebagai pesan dari para dewa yang dapat memengaruhi keputusan terkait perang, kepemimpinan, dan peristiwa publik besar.

Simbol Peringatan

Kumpulan burung dalam jumlah besar atau tidak biasa sering dianggap sebagai peringatan akan datangnya masalah.

Sebagian orang juga menunjuk pada burung gagak di Menara London yang terkenal, yang terkait dengan legenda berusia berabad-abad bahwa Kerajaan Inggris akan runtuh jika burung-burung tersebut meninggalkan benteng.

Setidaknya enam gagak dipelihara secara permanen di menara tersebut dan dirawat oleh seorang Ravenmaster khusus untuk menjaga tradisi ini.

Kepercayaan-kepercayaan lama ini turut memicu interpretasi modern terhadap aktivitas burung yang tidak biasa sebagai simbol peringatan, meskipun para ilmuwan menegaskan bahwa fenomena tersebut memiliki penjelasan alami.

Fenomena “lautan gagak” ini terjadi ketika Presiden Donald Trump mengizinkan pengerahan lebih dari 1.000 tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 ke Timur Tengah, menurut dua sumber yang dikutip oleh NBC News.

Trump juga mengatakan bahwa negosiasi dengan Iran masih berlangsung. Namun, Iran membantah klaim AS terkait kemajuan diplomatik, meskipun seorang pejabat senior menyebut pesan telah dipertukarkan melalui pihak perantara.

Lebih dari 2.000 orang telah tewas di seluruh Timur Tengah saat perang memasuki pekan keempat.

Serangan Israel dan AS di wilayah Iran telah menewaskan lebih dari 1.200 orang, menurut Palang Merah Iran.



Rekomendasi