Seorang perempuan berusia 19 tahun tewas setelah terjatuh akibat panik saat menaiki paralayang di Montenegro, Eropa Tenggara. Dalam video yang beredar, ia panik dan melepaskan sabuk pengamannya ketika tengah terbang di udara.
Perempuan muda itu bernama Tijana Radonjik. Menurut laporan media lokal Republikka, saat itu ia sedang berlibur di Serbia. Ia meninggal setelah jatuh dari ketinggian lebih dari 48 meter di atas permukaan Laut Adriatik di Budva pada Rabu (28/5) lalu.
Rekaman mengerikan yang dipublikasikan oleh media setempat menunjukkan saat ia mengalami serangan panik dan tertekan, lalu merobek jaket pelindungnya dan berusaha melepaskan sabuk pengamannya beberapa detik sebelum tragedi itu terjadi.
Setelah ia berhasil melepaskan diri dari sabuk pengaman, rekaman tersebut menunjukkan Radonjik yang mengenakan bikini mencoba melepaskan diri sebelum jatuh terbalik dan tiba-tiba hilang dari pandangan.
Tidak terlihat jelas mengapa Radonjik mulai melepaskan sabuk pengamannya atau berapa lama ia dalam penerbangan saat tragedi itu terjadi. Namun, beberapa laporan setempat mengatakan mungkin Radonjik mengalami serangan panik.
Dikutip dari New York Post, Selasa (3/6), para saksi mata mengaku mendengar suaranya saat mengamuk dan berteriak, “Turunkan aku” beberapa saat sebelum dia jatuh.
Radonjik dikonfirmasi meninggal dunia setelah ia ditarik keluar dari air. Menurut laporan Kuirr, ia menaiki paralayang tersebut setelah seseorang dari perusahaan paralayang mendekatinya dan menawarkan penerbangan gratis.
Tonton videonya di bawah:
19-year-old student reportedly has a panic attack and unbuckles her seatbelt while parasailing in Montenegro.
— Collin Rugg (@CollinRugg) June 2, 2025
Tijana Radonjic sadly passed after falling into the Adriatic Sea from 160 feet in the air.
The owner of the parasailing company says Radonjic was in a cheerful mood… pic.twitter.com/miJlJQYhE8
Mirko Krdzic, pemilik perusahaan tersebut, mengatakan kepada media “Kami semua terkejut setelah kecelakaan yang terjadi… Saya tidak tahu persis apa yang terjadi.”
Krdzic juga mengatakan bahwa sebelum terbang, Radonjic bersikap ceria.
“Sebelum kami menerbangkannya, dia melambaikan tangan kepada teman-temannya di pantai dan mereka membalasnya dengan lambaian. Semuanya tampak baik-baik saja. Kami tidak tahu mengapa dia melepaskan sabuk pengaman dan tali pengamannya lalu melompat keluar.” jelasnya.
“Dia tidak menunjukkan rasa takut untuk terbang. Sebelumnya ia telah menjalani pelatihan, setelah itu tragedi terjadi. Pemeriksaan teknis terhadap semua peralatan sedang berlangsung dan hasil otopsi masih ditunggu,” jelas pemilik perusahaan paralayang tersebut.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey