Sebuah video yang diperoleh oleh The New York Times dan telah diverifikasi oleh sejumlah media internasional lainnya menunjukkan insiden tragis yang terjadi di Gaza pada 23 Maret 2025. Dalam rekaman tersebut, terlihat ambulans dan mobil pemadam kebakaran Palestina yang jelas bertanda dan menyalakan lampu darurat, sementara pasukan Israel menembaki mereka. Video ini secara langsung membantah pernyataan militer Israel yang sebelumnya menyatakan bahwa kendaraan-kendaraan tersebut 'maju secara mencurigakan' tanpa lampu depan atau sinyal darurat.
Rekaman tersebut ditemukan di ponsel salah satu paramedis yang tewas dan dimakamkan dalam kuburan massal bersama 14 pekerja bantuan lainnya. Dalam video, terlihat konvoi ambulans dan mobil pemadam kebakaran yang jelas terlihat dengan lampu depan dan lampu kedip menyala. Suara dalam video tersebut terdengar berdoa, 'Ya Tuhan, semoga mereka baik-baik saja...' sebelum suara tembakan hebat terdengar, menyebabkan kepanikan dan kekacauan di lokasi kejadian.
Video ini telah diserahkan kepada Dewan Keamanan PBB oleh Palang Merah Bulan Sabit Merah Palestina. Insiden ini telah menimbulkan kecaman internasional dan seruan untuk pertanggungjawaban atas pembunuhan 15 petugas medis tersebut. Hal ini menunjukkan betapa mendesaknya situasi kemanusiaan di Gaza, di mana pekerja bantuan sering kali menjadi sasaran kekerasan.
Advertisement
Reaksi Internasional dan Tanggapan Militer Israel
Peristiwa tragis ini telah memicu reaksi keras dari berbagai kalangan di seluruh dunia. Banyak organisasi kemanusiaan dan pemimpin dunia menuntut agar pihak yang bertanggung jawab atas serangan ini diadili. Seorang juru bicara Palang Merah Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan, "Kami sangat prihatin dengan meningkatnya serangan terhadap pekerja bantuan yang berusaha menyelamatkan nyawa di tengah konflik ini."
Sementara itu, militer Israel tetap pada posisinya. Juru bicara militer Israel, Letkol. Nadav Shoshani, sebelumnya mengklaim bahwa kendaraan yang ditembaki dianggap 'maju secara mencurigakan' ke posisi mereka tanpa sinyal darurat atau lampu depan. Ia juga menyatakan, "Sebagian besar korban tewas terlibat dalam aktivitas terorisme," sebuah klaim yang kini dipertanyakan setelah video tersebut dirilis.
Militer Israel belum memberikan komentar resmi mengenai video yang baru dirilis ini. Namun, pernyataan sebelumnya dari Shoshani menunjukkan bahwa mereka berusaha untuk membela tindakan mereka dalam situasi yang sangat kompleks. Masyarakat internasional kini menantikan tanggapan resmi dari Israel mengenai insiden ini.
Advertisement
Peningkatan Ketegangan di Gaza dan Serangan Terhadap Pekerja Kemanusiaan
Kejadian ini menambah ketegangan yang sudah ada antara Israel dan Palestina, dan menyoroti meningkatnya serangan terhadap pekerja bantuan di Gaza. Beberapa laporan menunjukkan bahwa setidaknya satu ambulans hancur akibat serangan tersebut. Situasi ini semakin memperburuk kondisi kemanusiaan di wilayah yang sudah dilanda konflik berkepanjangan.
🚨This video was discovered on the cellphone of a paramedic who was found along with 14 other Palestinian rescue and medical workers in a mass grave in Gaza.
— Drop Site (@DropSiteNews) April 5, 2025
The Red Cross and Red Crescent Societies presented it to the UN Security Council this week. https://t.co/FozXtJ3Nsb