Turki sebut pembunuhan Khashoggi diperintahkan penguasa Saudi, tapi bukan Raja Salman

Selasa, 6 November 2018 17:33 Reporter : Ira Astiana
Turki sebut pembunuhan Khashoggi diperintahkan penguasa Saudi, tapi bukan Raja Salman Jamal Khashoggi. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu yakin pembunuhan terhadap wartawan Jamal Khashoggi dilakukan atas perintah penguasa Arab Saudi. Cavusoglu merujuk kepada tim rahasia berjumlah 15 orang Saudi yang terbang ke Turki sebelum pembunuhan dilakukan.

"Tim yang terdiri dari 15 orang ini tidak datang ke Turki sendiri. Mereka datang atas perintah. Tanpa perintah dan izin, 15 orang ini tidak akan datang dari Saudi ke Turki untuk membunuh warganya," kata Cavusoglu dikutip dari Channel News Asia, Selasa (6/11).

Namun demikian, Cavusoglu tidak menyatakan perintah itu datang dari Raja Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud.

"Presiden Recep Tayyip Erdogan telah berbicara dengan Raja Salman dua kali setelah peristiwa pembunuhan itu, saya yakin raja tidak memberi perintah untuk membunuh seseorang," ungkap Cavusoglu.

Cavusoglu menambahkan bahwa apa yang terjadi beberapa pekan lalu sepenuhnya merupakan tanggung jawab pihak Saudi. Negara tersebut wajib memberi tahu Turki bagaimana pembunuhan Khashoggi dilakukan, dan apa yang terjadi pada mayatnya.

"Saya pikir adalah tanggung jawab Saudi untuk mencari tahu apa yang terjadi pada mayat Khashoggi dan memberi tahu kami tentang hal itu, karena ke-15 orang yang tergabung dalam tim tersebut masih ada di negara itu," katanya.

Sebagaimana diketahui, Erdogan telah berulang kali menuntut lebih banyak informasi dari Saudi dan meminta pejabat Saudi untuk mengungkapkan identitas ke-15 orang diduga kuat terlibat dalam pembunuhan Khashoggo.

Namun, pihak Saudi masih berusaha menutupi kejahatan tersebut. Meskipun pejabat Turki dan Saudi telah melakukan inspeksi gabungan terhadap kantor konsulat dan tempat tinggal pejabat konsulat.

Khashoggi merupakan wartawan surat kabar Amerika Serikat Washington Post yang kerap menyuarakan kritik terhadap pemerintah Saudi. Dia terakhir kali terlihat memasuki kantor konsulat Saudi di Istanbul, Turki, untuk mengurus dokumen pernikahan. Namun sejak saat itu, dia tak pernah terlihat lagi.

Pihak berwenang Turki yakin bahwa Khashoggi telah dibunuh di kantor konsulat tersebut dan mayatnya dimutilasi. Awalnya, pihak Saudi enggan mengakui fakta tersebut, namun kemudian negara tersebut meralatnya dan mengakui bahwa Khashoggi meninggal karena terlibat pertikaian.

Sejauh ini, Saudi telah menahan 18 orang dan memecat lima pejabat senior pemerintah sebagai bagian dari penyelidikan atas kematian Khashoggi. [ias]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini