Pembangunan Rumah Sakit Wakaf di Bogor Targetkan Penghimpunan Dana Rp 231 Miliar

Cinta Quran Foundation dan RS Islam Bogor meluncurkan Program Rumah Sakit Wakaf. Pertumbuhan kunjungan dan rencana stroke center jadi dasar. Simak rinciannya.

Yacob Billiocta
Oleh Yacob Billiocta- Reporter
Pembangunan Rumah Sakit Wakaf di Bogor Targetkan Penghimpunan Dana Rp 231 Miliar
Rencana pembangunan Rumah Sakit Wakaf Bogor

Cinta Quran Foundation (CQF) bersama Rumah Sakit Islam Bogor (RSIB) meluncurkan Program Rumah Sakit Wakaf di Bogor. Inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat layanan kesehatan melalui pengembangan fasilitas, peningkatan mutu layanan, serta pengelolaan manfaat wakaf yang berkelanjutan.

Founder Cinta Quran Foundation Ustaz Fatih Karim menyebut kolaborasi tidak sebatas pada pembangunan dan pengembangan infrastruktur, tetapi juga menyasar penguatan pelayanan.

"Kemudian kapasitas sumber daya manusia, serta berbagai inisiatif sosial di bidang kesehatan," kata Ustaz Fatih Karim dalam keterangan tertulis, Minggu (1/11/2026).

Fatih Karim memaparkan alasan di balik pembangunan Rumah Sakit Wakaf tersebut. Berdasarkan data internal RSIB, jumlah kunjungan pasien naik dari 57.816 kunjungan pada 2021 menjadi 97.148 kunjungan pada 2024, atau tumbuh sekitar 68 persen dalam tiga tahun.

"Peningkatan ini mencerminkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan RSIB sekaligus menjadi dorongan untuk memperkuat kapasitas pelayanan rumah sakit," jelasnya.

Adapun komposisi pasien pada 2025 didominasi peserta BPJS sekitar 85 persen, sedangkan 15 persen lainnya merupakan pasien non-BPJS. Kondisi ini dinilai menegaskan pentingnya pengembangan rumah sakit yang menjaga akses layanan bagi masyarakat luas sekaligus membangun model pendanaan yang berkelanjutan.

"RSIB merupakan rumah sakit berbasis wakaf yang dikelola oleh Yayasan Rumah Sakit Islam Bogor. Dengan landasan tersebut, pengembangan RSIB tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan medis, tetapi juga pada keberlanjutan manfaat sosial bagi masyarakat," lanjutnya.

Peluncuran program yang bertepatan dengan Hari Stroke Sedunia juga menjadi penanda perhatian terhadap kebutuhan layanan penyakit stroke di Indonesia. Dalam pengembangan jangka panjang, RSIB diarahkan memiliki stroke center dengan peningkatan kemampuan bertahap, termasuk penguatan fasilitas medis, teknologi diagnostik, dan sumber daya manusia.

Pengembangan fisik direncanakan mulai pada 2027 secara bertahap, seiring peningkatan fasilitas dan layanan. Program Rumah Sakit Wakaf menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp 231 miliar guna mendukung agenda pengembangan dan penguatan rumah sakit.

"Melalui pendekatan wakaf produktif, program ini diharapkan tidak hanya menghadirkan fasilitas kesehatan, tetapi juga menciptakan manfaat sosial yang berkelanjutan," lanjutnya.

Manfaat yang dirancang antara lain bantuan pelayanan kesehatan bagi pasien duafa dan ulama, serta dukungan beasiswa bagi tenaga kesehatan sebagai bagian dari penguatan kualitas layanan di masa depan.

"Dengan demikian, kontribusi masyarakat diharapkan mampu mendukung dua tujuan sekaligus, yaitu memperkuat kemampuan rumah sakit dalam memberikan pelayanan dan memperluas manfaat sosial dari pengelolaan program wakaf," pungkasnya.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan oleh Ustaz Fatih Karim dan Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Bogor, Dwi Sudharto.

Rekomendasi