Trump Menolak Tegas Minta Maaf ke Paus Leo Usai Lontarkan Kritikan Tajam

Alih-alih menyampaikan permintaan maaf, Trump justru memberikan pujian kepada Paus Leo XIV.

Khairisa Ferida
Oleh Khairisa Ferida - Reporter
Trump Menolak Tegas Minta Maaf ke Paus Leo Usai Lontarkan Kritikan Tajam
Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih pada 1 April 2026. (Dok. AP/Alex Brandon) (© 2026 Liputan6.com)

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada tanggal 13 April 2026, menegaskan bahwa ia tidak akan meminta maaf atas kritik yang ditujukan kepada Paus Leo XIV.

Pernyataan ini diungkapkan Trump di hadapan para wartawan di Gedung Putih ketika ditanya mengenai kewajiban untuk meminta maaf kepada paus pertama asal AS tersebut. "Tidak, saya tidak akan," ungkap Trump, seperti yang dilaporkan oleh The Hill. Ia menilai bahwa Paus Leo menyampaikan hal-hal yang salah terkait kebijakan luar negeri AS, terutama mengenai Iran, yang menurutnya tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Trump juga mengunggah pernyataan panjang di media sosialnya, Truth Social, pada 12 April, yang berisi kritik tajam terhadap Paus Leo XIV. Dalam pernyataannya, ia menyebut paus tersebut "lemah dalam menangani kejahatan dan buruk dalam kebijakan luar negeri."

"Saya tidak menginginkan seorang paus yang menganggap Iran boleh memiliki senjata nuklir," kata Trump.

Trump menyinggung soal serangan di Venezuela sebagai hal yang tidak buruk. Ia menjelaskan kepada wartawan bahwa kritiknya ditujukan sebagai respons terhadap Paus Leo XIV yang secara terbuka menentang perang dengan Iran.

Trump menegaskan bahwa ia sangat menjunjung tinggi hukum dan ketertiban, dan merasa tidak ada alasan untuk meminta maaf. "Dan dia tampaknya mempermasalahkan hal itu, jadi tidak ada yang perlu saya minta maaf. Dia salah," ujarnya.

Ia bahkan menyatakan lebih menyukai saudara laki-laki Paus Leo XIV, Louis Prevost, yang dianggapnya sebagai "pendukung kuat MAGA dan sosok yang hebat." MAGA sendiri adalah singkatan dari Make America Great Again slogan yang dipopulerkan Trump dalam kampanyenya pada Pemilihan Presiden AS 2016.

Dalam unggahan di media sosialnya, Trump menyampaikan pendapatnya tentang saudara Paus Leo XIV, "Dia mengerti, sementara Leo tidak!" Sementara itu, pada 11 April, Paus Leo XIV mengecam apa yang disebutnya sebagai "khayalan akan kemahakuasaan" yang berpotensi memicu perang dengan Iran.

Meskipun tidak menyebut nama Trump atau AS secara langsung, pernyataan tersebut dipahami oleh publik dan media internasional sebagai respons terhadap ancaman eskalasi militer AS terhadap Iran. Pada hari Senin, Paus Leo XIV menanggapi kritik Trump dengan menyatakan bahwa ia tidak merasa takut terhadap pemerintahan Trump.

Rekomendasi