Trump Ancam Iran! Kerahkan Serangan Militer hingga 20 Kali Lipat Jika Ganggu Distribusi Minyak di Selat Hormuz

Ancaman itu dilontarkan Donald Trump lewat akun pribadi media sosialnya Truth Social. Peringatan keras agar jalur distribusi di Selat Hormuz tak disetop.

Teddy Tri Setio Berty
Oleh Teddy Tri Setio Berty - Reporter
Trump Ancam Iran! Kerahkan Serangan Militer hingga 20 Kali Lipat Jika Ganggu Distribusi Minyak di Selat Hormuz
Media lokal Iran melaporkan kebakaran besar terjadi di Teheran dan mengonfirmasi bahwa kilang minyak dan fasilitas penyimpanan minyak terkena dua rudal serangan udara. Tampak dalam foto, empa (© 2026 Liputan6.com)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kesal. Mengancam Iran agar tidak mengganggu distribusi minyak di Selat Hormuz.

Trump mengatakan tiap upaya menghentikan aliran minyak di jalur yang sangat vital ini akan memicu respons militer yang jauh lebih kuat dari pihak Washington.

Dalam pernyataannya yang disampaikan pada hari Senin melalui platform media sosial Truth Social, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat siap melakukan serangan balasan yang lebih besar dibandingkan dengan operasi militer sebelumnya. "Jika Iran melakukan sesuatu yang menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz, mereka akan dihantam oleh Amerika Serikat dua puluh kali lebih keras daripada yang telah mereka alami sejauh ini," tulis Trump, dikutip dari laman Anadolu Agency, Selasa (10/3).

Ia juga menambahkan bahwa militer AS memiliki kemampuan untuk menargetkan sejumlah fasilitas strategis di Iran yang menurutnya "mudah dihancurkan." Trump menyatakan bahwa serangan semacam itu berpotensi melumpuhkan kemampuan Iran untuk membangun kembali infrastruktur militernya. "Kematian, api, dan amukan akan menimpa mereka tetapi saya berharap, dan berdoa, hal itu tidak terjadi," tambahnya.

Trump mengaitkan peringatannya dengan upaya untuk melindungi perdagangan global, khususnya pengiriman energi yang melewati Selat Hormuz. Jalur laut tersebut merupakan salah satu rute energi terpenting di dunia karena menjadi penghubung utama untuk ekspor minyak dari kawasan Teluk. Ia juga menyebut langkah ini sebagai bentuk perlindungan bagi negara-negara yang sangat bergantung pada jalur tersebut, termasuk China.

“Ini adalah hadiah dari Amerika Serikat untuk China, dan semua negara yang sangat menggunakan Selat Hormuz. Mudah-mudahan ini menjadi isyarat yang sangat dihargai,” tulisnya. Selat Hormuz selama ini menjadi titik strategis dalam perdagangan energi global. Sebagian besar ekspor minyak dari negara-negara Teluk melewati jalur sempit tersebut sebelum dikirim ke pasar internasional, sehingga setiap potensi gangguan di kawasan itu dapat berdampak besar terhadap harga energi dunia.

Rekomendasi