Tersembunyi di Balik Semak, Warga New York Temukan Fosil Rahang Mastodon dari Zaman Es di Belakang Rumahnya

Usia fosil ini belum diketahui, para ahli masih melakukan analisis penanggalan karbon.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Tersembunyi di Balik Semak, Warga New York Temukan Fosil Rahang Mastodon dari Zaman Es di Belakang Rumahnya
Warga New York, AS, temukan fosil mastodon di belakang rumahnya. (New York State Museum)

Seorang penduduk New York menemukan fosil mastodon, sejenis gajah purba dari Zaman Es di halaman belakang rumahnya di dekat Scotchtown di Orange County. .

"Ketika saya menemukan gigi tersebut dan memeriksanya di tangan saya, saya tahu bahwa gigi tersebut merupakan sesuatu yang istimewa dan memutuskan untuk memanggil para ahli," kata warga tersebut yang tidak disebutkan namanya dalam pernyataannya, dikutip dari Live Science, Jumat (20/12).

Museum Negara Bagian New York mengatakan, awalnya warga tersebut melihat dua gigi mencuat dari tanah di balik daun tanaman di belakang rumahnya dan menemukan beberapa tulang, termasuk rahang milik mastodon.

Penggalian lebih lanjut oleh staf dari museum dan Orange County Community College menemukan sepotong tulang jari kaki dan fragmen tulang rusuk.

Penemuan Mastodon ini menjadi penemuan pertama setelah lebih dari 11 tahun.

"Penemuan ini merupakan bukti sejarah paleontologi New York yang kaya dan upaya berkelanjutan untuk memahami masa lalunya," kata Robert Feranec, seorang peneliti dan koleksi serta kurator di Museum Negara Bagian New York.

"Saya sangat gembira bahwa properti kami telah menghasilkan penemuan yang sangat penting bagi komunitas ilmiah," lanjutnya.

"Rahang mastodon ini akan memberikan kesempatan unik untuk mempelajari ekologi spesies yang luar biasa ini, yang akan meningkatkan pemahaman kita tentang ekosistem Zaman Es dari wilayah ini."

Para peneliti kini berencana untuk melakukan penanggalan karbon pada fosil tersebut untuk mengetahui usianya. Feranec dan timnya berharap dapat mempelajari pola makan dan interaksi hewan Zaman Es ini terhadap lingkungan berdasarkan gigi dan rahangnya.

Reporter Magang: Elma Pinkan Yulianti

Rekomendasi