Tentara Israel Akui Gunakan Warga Palestina di Gaza sebagai Perisai Manusia, 'Nyawa Kami Lebih Penting dari Nyawa Mereka

Kekejaman ini dilakukan atas perintah komandan mereka.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Tentara Israel Akui Gunakan Warga Palestina di Gaza sebagai Perisai Manusia, 'Nyawa Kami Lebih Penting dari Nyawa Mereka
Tentara Israel Akui Gunakan Warga Palestina di Gaza sebagai Perisai Manusia, 'Nyawa Kami Lebih Penting dari Nyawa Mereka' (Merdeka.com)

Seorang tentara penjajah Israel mengakui selama perang genosida di Jalur Gaza, mereka menggunakan warga Palestina sebagai perisai manusia. Hal ini pun atas perindah komandan mereka. Hal ini diungkapkan seorang tentara Israel kepada Haaretz pada Agustus lalu. Dia mengatakan, petinggi militer Israel mengetahui hal ini.

"Itu dilakukan atas sepengetahuan komandan brigade," kata tentara ini, seperti dikutip dari The Cradle, Minggu (16/3).

Dia juga mengatakan, komandan tersebut mengatakan kepada para tentara, "Nyawa kita lebih penting dari nyawa mereka (orang Palestina)."

Salah satu tentara mengingat insiden ketika dua orang warga sipil Palestina di Gaza dibawa ke unitnya.

"Sekitar lima bulan lalu, dua orang Palestina dibawa ke kami. Salah satu berusia 20 (tahun) dan yang lainnya 16 (tahun). Kepada kami disampaikan: 'Gunakan mereka, mereka orang Gaza, gunakan mereka sebagai perisai manusia,'" tuturnya.

Ketika seorang tentara mempertanyakan perintah tersebut, komandan militer menanggapi, "Bukankah kamu setuju bahwa nyawa para rekan-rekanmu jauh lebih penting dari nyawa mereka?"

Seorang prajurit dari brigade tentara wajib militer menggambarkan kasus lain di mana warga sipil digunakan oleh unitnya. "Di beberapa unit, kami menyebut mereka 'platform'," katanya, menjelaskan bahwa mereka adalah warga sipil yang tidak dicurigai, tidak dibawa untuk diinterogasi, dan proses seleksinya tidak jelas.

Menurut prajurit tersebut, beberapa warga Palestina ini digunakan oleh tentara untuk jangka waktu yang lama, dipindahkan antarunit. Mereka tidur di tangga gedung militer, dijaga oleh tentara, jarang menerima makanan, dan dipaksa membawa beban berat untuk pasukan.

"Mereka sering mengalami kekerasan, terutama saat mereka masih baru dan perlu dilemahkan," katanya, seraya menambahkan bahwa bahkan mereka yang sudah lama berada dalam sistem itu terus menghadapi pelecehan dan penghinaan, sering kali di tangan para perwira.

"Seorang komandan akan berjalan melewati mereka di tangga dan dengan santai membenturkan helmnya ke kepala mereka. Seorang prajurit yang mendengar sesuatu atau sekadar merasa frustrasi dapat mendekati mereka dan memukuli mereka, semuanya di depan para perwira senior," tuturnya

Rekomendasi