Tentara India bunuh pemuda Kashmir berdalih pemberontak

Pemuda korban pembunuhan itu bernama Shahid Bashir Mir (19), seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Handwara. Menurut keluarga mendiang, Shahid dijemput rombongan tentara India pada Senin lalu dan menghilang.

Aryo Putranto Saptohutomo
Tentara India bunuh pemuda Kashmir berdalih pemberontak
Polisi India gunakan ketapel bubarkan demo Kashmir. ©2016 Merdeka.com

Seorang pemuda di wilayah Kashmir dibunuh dengan keji oleh prajurit India. Insiden itu memicu unjuk rasa warga yang meminta perkara itu diusut.Dilansir dari laman Al Jazeera, Kamis (24/8), pemuda korban pembunuhan itu bernama Shahid Bashir Mir (19), seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Handwara. Menurut keluarga mendiang, Shahid dijemput rombongan tentara India pada Senin lalu dan menghilang."Saya tidak melihat dia dua hari. Saya mencari ke mana-mana. Masuk hutan, pergi ke seluruh desa, tetapi enggak ketemu. Lalu saya menerima telepon dari dari kantor polisi diminta melihat satu jenazah. Ketika saya melihatnya, ternyata tubuh anak saya sudah terpisah-pisah dan wajahnya hancur. Saya sangat terpukul," kata ayah mendiang, Bashir Ahmad Mir.Alhasil, kejadian itu menyulut amarah warga Desa Daril Tarthpora. Mereka menggelar unjuk rasa dengan mengarak jenazah Shahid dan menolak menguburkannya sebelum ada kejelasan mengenai penyebab kematiannya. Khawatir aksi itu berujung bentrokan, pemerintah setempat memilih menutup kampus dan sekolah di sebelah utara Kashmir.Pasukan India pada Selasa lalu mengklaim Shahid adalah salah satu anggota pemberontak yang tewas dalam baku tembak.Pembunuhan oleh militer dengan alibi korbannya adalah pemberontak kerap terjadi di Kashmir. Menurut pegiat hak asasi manusia, Khurram Parvez, tentara India melakukan itu lantaran ada iming-iming uang jika mereka berhasil membunuh pemberontak."Pihak militer melakukan itu karena uang. Mereka membunuh warga sipil dan sesudahnya menyatakan korbannya adalah pemberontak, karena ada imbalan besar kalau membunuh militan di Kashmir. Meski pemberontakan berakhir, pasukan India tidak akan berhenti membunuh penduduk karena uang," kata Khurram.India dan Pakistan sampai saat ini saling mengklaim menguasai wilayah Kashmir dan seisinya. Pemberontakan setempat dimulai pada 1989. Mereka menuntut merdeka atau bergabung dengan Pakistan.Sejak konflik meletup hingga hari ini, kira-kira sudah 70 ribu orang tewas di Kashmir. India selalu menyiagakan 500 ribu prajuritnya di lembah Kashmir. Namun, penduduk Kashmir mayoritas muslim menolak kehadiran India dan mendukung pemberontakan. Namun, aktivitas pemberontak semakin meredup selama beberapa tahun belakangan karena tekanan militer India, dan kini warga lebih memilih menggelar unjuk rasa.

Rekomendasi