Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, Uskup Agung Jakarta, telah tiba di Vatikan untuk berpartisipasi dalam konklaf pemilihan Paus baru. Kehadirannya di Vatikan disambut antusias oleh warga sekitar dan awak media. Kunjungan Kardinal Suharyo ini menandai partisipasi Indonesia dalam proses pemilihan pemimpin tertinggi Gereja Katolik selanjutnya. Konklaf dijadwalkan berlangsung pada 7 Mei 2025 di Kapel Sistina.
Kedatangan Kardinal Suharyo beberapa hari sebelum konklaf disambut hangat. Warga setempat berebut bersalaman dan berfoto bersama beliau. Duta Besar Indonesia untuk Vatikan, Trias Kuncahyono, dan perwakilan Keuskupan Agung Jakarta turut menyambut kedatangannya. Sejumlah awak media pun langsung mewawancarai beliau.
Sebagai satu-satunya kardinal elektor dari Indonesia, Kardinal Suharyo memiliki peran penting dalam konklaf ini. Beliau memiliki hak suara dalam pemilihan Paus baru, mewakili Indonesia dan Asia Tenggara. Usianya yang masih di bawah 80 tahun memenuhi syarat sebagai kardinal elektor.
Advertisement
Kunjungan dan Aktivitas Kardinal Suharyo di Vatikan
Sebelum konklaf dimulai, Kardinal Suharyo menyempatkan diri mengunjungi patung para imigran di Piazza Santo Petrus, menunjukkan kepeduliannya terhadap isu sosial yang diangkat Paus Fransiskus. Ia juga memimpin misa setelah tiba di Italia dan menghadiri beberapa persidangan yang diadakan Takhta Suci Vatikan. Keramahan beliau terlihat jelas saat menyapa warga dan berfoto bersama sebelum memasuki Aula Paulus VI.
Kardinal Suharyo menjelaskan, "Saya baru akan berangkat nanti pada tanggal 4 Mei untuk mengikuti Konklaf." Beliau menambahkan bahwa telah banyak kardinal dari seluruh dunia yang tiba di Vatikan dan rutin menggelar pertemuan setiap pukul 09.00 waktu setempat untuk persiapan Konklaf. "Tetapi nanti pasti akan diputuskan oleh para bapak kardinal, apakah nanti pada 6 Mei akan langsung mulai, atau masih membutuhkan waktu untuk persiapan," tambahnya.
Di Indonesia, Misa Requiem untuk almarhum Paus Fransiskus telah diselenggarakan di Katedral Jakarta, dipimpin oleh Duta Besar Apostolik untuk Indonesia, Mgr. Piero Pioppo. Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) periode 2022-2025, Uskup Antonius Subianto Bunjamin, mewakili Indonesia dalam upacara pemakaman Paus Fransiskus. Uskup Subianto juga menyatakan, "Kardinal Ignacio Suharyo itu tahun ini berusia 74 tahun, jadi beliau adalah salah satu yang berhak untuk memilih dan dipilih menjadi Paus."
Advertisement
Peran Kardinal Suharyo dalam Konklaf
Kardinal Suharyo, dengan usianya yang masih di bawah 80 tahun, memenuhi syarat sebagai kardinal elektor. Ia memiliki hak suara dalam pemilihan pemimpin Gereja Katolik selanjutnya. Kehadirannya mewakili tidak hanya Indonesia, tetapi juga Asia Tenggara, membawa perspektif regional dalam diskusi mengenai masa depan Gereja Katolik. Beliau juga menekankan pentingnya hubungan baik antar elemen masyarakat dan hubungan baik antara Indonesia dan Vatikan.
Konklaf pemilihan Paus baru akan melibatkan 138 kardinal di bawah usia 80 tahun yang memiliki hak suara. Proses pemilihan akan dilakukan secara rahasia di Kapel Sistina. Selama proses konklaf berlangsung, para kardinal dikarantina sepenuhnya dari dunia luar.
Kedatangan Kardinal Suharyo di Vatikan telah menarik perhatian banyak wartawan mancanegara. Menurut informasi dari Humas Keuskupan Agung Jakarta, Kardinal Suharyo dengan ramah menyapa para wartawan dan menjawab pertanyaan mereka. "Kardinal Suharyo terpantau menyapa dengan ramah para wartawan dan menanggapi sejumlah pertanyaan mereka," demikian informasi yang dibagikan melalui akun Instagram @humaskaj.
Kardinal Suharyo berangkat ke Vatikan pada tanggal 3 Mei 2025 dan tiba pada tanggal 5 Mei 2025. Konklaf dijadwalkan dimulai pada tanggal 7 Mei 2025. Kehadirannya di Vatikan menjadi sorotan, mengingat beliau adalah satu-satunya Kardinal elektor dari Indonesia yang berhak mengikuti konklaf ini.
Proses pemilihan Paus baru merupakan proses yang sakral dan tertutup. Para Kardinal akan memilih pemimpin tertinggi Gereja Katolik selanjutnya. Hasil pemilihan akan diumumkan kepada dunia setelah keputusan final diambil.