Setelah Diadakan Referendum, di Negara Ini Aborsi Akhirnya Dibolehkan

Sabtu, 15 Desember 2018 14:28 Reporter : Merdeka
Setelah Diadakan Referendum, di Negara Ini Aborsi Akhirnya Dibolehkan ilustrasi ibu hamil. ©www.ihcnm.com

Merdeka.com - Parlemen Irlandia dua hari lalu meresmikan untuk pertama kalinya, undang-undang yang memungkinkan aborsi dilakukan secara legal.

Putusan itu menyusul dilakukannya referendum penting awal tahun ini yang hasilnya publik setuju dengan aborsi. Perdana Menteri Leo Varadkar memuji keputusan parlemen ini sebagai "momen bersejarah".

Dikutip dari Asia One pada Jumat (14/12/2018), undang-undang baru itu memungkinkan aborsi dilakukan hingga 12 minggu kehamilan, atau dalam kondisi di mana ada risiko bagi bayi yang akan dilahirkan. Kebijakan ini juga berlaku legal jika terjadi bahaya serius bagi kesehatan wanita hamil.

Aturan ini juga akan memungkinkan aborsi dilakukan dalam kasus-kasus kelainan janin yang dapat menyebabkan kematian calon bayi, baik sebelum atau dalam 28 hari kelahiran.

"Saat bersejarah bagi wanita Irlandia. Terima kasih kepada semua yang mendukung," kata Varadkar, yang mendukung referendum pada Mei lalu, di mana 66 persen memilih melegalkan aborsi.

Sebelumnya, sekitar 170.000 wanita Irlandia terpaksa melakukan perjalanan ke negara tetangga, Inggris, untuk melakukan aborsi sejak tahun 1980.

Perubahan ini menjadikan Malta menjadi satu-satunya negara Uni Eropa yang melarang aborsi secara penuh.

"Hari ini kami telah mengesahkan undang-undang untuk mewujudkannya (aturan aborsi). Sebuah suara untuk mengakhiri stigma dan mendukung pilihan wanita di negara kami sendiri," twit Menteri Kesehatan Simon Harris, beberapa saat setelah RUU itu diloloskan oleh majelis tinggi nasional.

Reporter: Happy Ferdian Syah Utomo

Sumber: Liputan6.com [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Irlandia
  2. Aborsi
  3. Fakta Aborsi
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini