Senjata Paling Mematikan di Zaman Yunani Kuno Masih Jadi Misteri Hingga Kini

Terdapat empat elemen utama dalam mitologi Yunani Kuno, yaitu bumi, udara, api, dan air. Di Yunani Kuno pula dipercaya terdapat senjata "Api Yunani" yang mematikan, meskipun banyak misteri yang menyelimuti senjata ini.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Senjata Paling Mematikan di Zaman Yunani Kuno Masih Jadi Misteri Hingga Kini
senjata api yunani kuno. © Public domain

Terdapat empat elemen utama dalam mitologi Yunani Kuno, yaitu bumi, udara, api, dan air. Di Yunani Kuno pula dipercaya terdapat senjata "Api Yunani" yang mematikan, meskipun banyak misteri yang menyelimuti senjata ini.

Senjata "Api Yunani" ini berhasil menaklukkan apa saja yang dilewatinya, dan teka-teki mengenai dari mana asal dan bagaimana terbentuknya senjata ini masih belum terpecahkan.

Dilansir IFL Science, Jumat (2/6), senjata api ini disebut-sebut bukan benar-benar dari Yunani.

Alex Roland, Profesor Emeritus Sejarah Universitas Duke mengatakan, "orang-orang Arab, Bulgaria, Rusia, dan lainnya yang telah merasakan api Yunani yang asli tidak akan memberikan nama tersebut."

Sebenarnya, substansi tersebut yang kini disebut sebagai "Api Yunani" pertama kali digunakan di Kekaisaran Bizantium sejak abad ke-7 Masehi.

Dalam konteks peradaban kuno, orang-orang dari Bizantium itu berbeda dengan orang-orang dari Yunani. Orang-orang Bizantium merupakan bagian dari bangsa Romawi.

Karena itu, Roland mengatakan "seharusnya, senjata tersebut disebut sebagai 'Api Romawi'."

Roland kemudian menjelaskan "penamaan dari substansi ini memang membingungkan, karena terminologi tersebut tidak lagi digunakan kepada bentuk senjata aslinya, yang sebenarnya sudah lama hilang."

Terminologi Api Yunani yang kini digadang-gadangkan itu digunakan kepada senjata yang digunakan oleh Tentara Salib.

Beberapa hal lain yang menarik mengenai senjata Api Yunani ini adalah fakta bahwa senjata ini kemungkinan digunakan sebagai senjata balas dendam.

Konon, senjata ini dibuat oleh Kallinikos dari Heliopolis, seorang pencari suaka Yahudi yang melarikan diri dari Bizantium Suriah ketika dikepung oleh Khalifah Rashidun.

Ketika Kallinikos tiba di Bizantium, ia segera membuat senjata yang dapat melindungi tempat tinggalnya dari serangan pasukan khalifah yang serupa.

Menurut catatan Arab Kontemporer, Api Yunani pertama kali digunakan pada 674 Masehi saat "Perang Tujuh Tahun" sedang terjadi.

Senjata ini dianggap sangat ampuh karena "berhasil mengusir pasukan dari Arab dan membebaskan Konstantinopel dari pengepungan," ucap Roland.

Melalui observasi sejarah, senjata Api Yunani memang tampak sangat mengerikan dan memiliki kekuatan dahsyat.

Senjata ini dideskripsikan sebagai senjata dengan suara bising; mengeluarkan asap, api hijau; dan tidak dapat dipadamkan kecuali dengan campuran urin, pasir, cuka dengan takaran yang sangat presisi.

Dalam memoir Jean de Joinville, senjata ini disebut "memiliki suara layaknya gemuruh di akhirat dan tampak seperti naga yang sedang terbang di udara."

Meskipun sudah ada bukti catatan sejarah mengenai senjata ini, belum terdapat gambaran pasti mengenai senjata Api Yunani hingga saat ini.

Umumnya, senjata ini dideskripsikan sebagai senjata yang dipantik oleh air, bersifat cair, dan digunakan di laut.

Sebagian besar ilmuwan modern menganggap senjata ini merupakan suatu bentuk minyak bumi yang diolah, seperti naphtha atau napalm.

Beberapa bahan yang diduga digunakan dalam campuran senyawa senjata ini adalah resin, tar pohon pinus, minyak hewani, sulfur, jeruk nipis, dan lainnya.

Ketidakjelasan dari senjata Api Yunani dipercaya disebabkan akibat kerahasiaan dari senjata ini yang dijaga dengan sangat ketat oleh Kekaisaran Bizantium.

 

Reporter Magang: Qaulan Maruf Indra

Rekomendasi