Rouhani Tuding AS, Israel, dan Saudi Dalang Kerusuhan dalam Demo Kenaikan BBM di Iran

Kamis, 21 November 2019 19:04 Reporter : Hari Ariyanti
Rouhani Tuding AS, Israel, dan Saudi Dalang Kerusuhan dalam Demo Kenaikan BBM di Iran demo kenaikan harga bbm di iran. ©REX

Merdeka.com - Presiden Iran, Hassan Rouhani mengklaim kemenangan atas rencana 'musuh', menyusul sejumlah bentrokan saat unjuk rasa menentang kenaikan harga BBM. Rouhani menuding 'elemen subversif' yang didukung Amerika, Israel, dan Arab Saudi berada di balik kekisruhan.

"(Kekisruhan) diorganisir elemen subversif yang bertindak tepat atas rencana reaksioner regional (Arab Saudi), Zionis (Israel) dan Amerika yang telah dirancang," kata Rouhani dalam pertemuan kabinet Rabu, dilansir dari BBC, Kamis (21/11).

"Rakyat Iran telah berhasil dalam ujian sejarah dan membuktikan mereka tak akan membiarkan musuh memanfaatkan situasi, walaupun mungkin mereka mengeluh dengan pengelolaan negara. Demonstrasi spontan (pro pemerintah) yang kalian saksikan adalah bukti besar kekuatan rakyat Iran," lanjutnya.

Amnesty Internasional mengatakan menerima laporan terpercaya bahwa sedikitnya 106 orang dibunuh saat unjuk rasa yang pecah sejak Jumat. Sumber lain mengatakan jumlah kematian bisa lebih tinggi.

Pemerintah memblokir akses internet sejak Sabtu, menyulitkan warga Iran mengumpulkan informasi dan memantau situasi di jalanan.

Unjuk rasa pecah setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM sampai 50 persen per liter. Para sopir hanya akan diizinkan membeli hanya 60 liter setiap bulan sebelum harga naik dari 15.000 rial menjadi 30.000 rial.

Rouhani mengatakan pemerintah mengeluarkan kebijakan tersebut demi kepentingan publik, dan akan dimanfaatkan untuk mensubsidi rakyat miskin. Kebijakan itu menuai kemarahan publik yang meluas di mana ekonomi Iran tengah menghadapi penurunan akibat sanksi ekonomi AS setelah Presiden Donald Trump menolak kesepakatan nuklir dengan Iran.

Bank dan pom bensin juga sejumlah gedung terbakar saat unjuk rasa meluas ke seluruh negeri. Sampai Minggu, unjuk rasa berlangsung di 100 kota dan kota kecil, dan 1000 orang ditangkap, berdasarkan laporan media lokal.

Wartawan BBC Persia, Jiyar Gol mengatakan, video yang diunggah di media sosial menunjukkan pengunjuk rasa memusatkan kemarahan mereka kepada pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, lembaga yang berkaitan dengan Khamenei, dan pasukan keamanan. Dalam video itu juga menunjukkan bentrokan pengunjuk rasa dan aparat keamanan. Tembakan senapan mesin dapat terdengar dan ada juga gambar jalanan dibiarkan berlumuran darah.

Pada Selasa, juru bicara pengadilan menyampaikan situasi telah kondusif dan tenang.

Namun sejumlah warga Iran menyampaikan kepada BBC via telepon bahwa pasukan keamanan masih dikerahkan di jalan-jalan pada Rabu, dan mereka membubarkan massa walaupun dalam jumlah kecil. Di beberapa kota, sekolah dan kampus masih ditutup, dan fasilitas kesehatan meminta donasi darah.

Sementara itu, ribuan orang ambil bagian dalam demo pro pemerintah di sejumlah kota seperti Rasht, Gorgan, Ardabil, Hamadan dan Shahryar, lapor media pemerintah.

1 dari 1 halaman

Klaim Iran

Pemerintah Iran mengklaim korban meninggal hanya beberapa orang. Pada Selasa, perwakilan Iran di PBB membantah laporan Amnesty Internasional yang disebut hanya spekulasi.

Kantor HAM PBB mengatakan sangat sulit memverifikasi jumlah kematian, sementara media Iran dan sejumlah sumber lain menyebut puluhan orang diperkirakan tewas.
Sumber-sumber BBC Persia di Iran telah memperkirakan jumlah korban meninggal mencapai 200 orang.

Koresponden BBC mengatakan mereka yang tewas terbanyak berasal dari Provinsi Khuzestan dan Kordestan, di mana angka pengangguran cukup tinggi dan terjadi bentrokan sengit antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan. Banyak keluarga putus asa menunggu kabar dari anggota keluarganya yang meninggalkan rumah untuk ikut berunjuk rasa dan tak pernah kembali.

Beberapa orang yang mengetahui kematian kerabat mereka mengatakan para pejabat tidak segera menyerahkan jenazah korban untuk dimakamkan - karena khawatir pemakaman akan berujung unjuk rasa. [pan]

Baca juga:
Iran Bantah Laporan Amnesty Soal Jumlah Korban Tewas karena Demo 106 Orang
Amnesty Internasional Ungkap 106 Tewas dalam Unjuk Rasa Kenaikan Harga BBM di Iran
Bocoran Kabel Intelijen Ungkap Pengaruh Kuat Iran dalam Pemerintahan Irak
Usai Antar Kosmetik ke Dubai, Kapal Berbendera Iran Kehabisan BBM di Selat Malaka
Unjuk Rasa Memprotes Kenaikan Harga BBM di Iran Berujung Ricuh

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini