Kairo memerintahkan Imam Besar Al-Azhar Ahmed al-Tayeb untuk menarik pernyataan pekan lalu yang mengecam kampanye kelaparan Israel di Gaza. Demikian menurut dua sumber yang dekat dengan Al-Azhar dan kepresidenan kepada Middle East Eye (MEE) pada 28 Juli.
Pernyataan yang kini sudah dihapus itu menyebut tindakan Israel sebagai “kejahatan genosida yang sepenuhnya,” dan menuduh negara-negara yang memasok senjata atau memberikan perlindungan diplomatik kepada Tel Aviv sebagai pihak yang ikut serta dalam genosida tersebut.
“Siapa pun yang memasok entitas ini dengan senjata, atau yang menyemangatinya melalui resolusi yang berkomplot atau kata-kata munafik, adalah mitra dalam tindakan genosida ini,” bunyi pernyataan asli tersebut, seperti dilansir the Cradle, Senin (28/7).
Advertisement
Pernyataan itu juga menegaskan, “Al-Azhar dengan keras menegaskan bahwa kelaparan yang disengaja dan mematikan yang dipaksakan oleh penjajahan yang menjijikkan ini terhadap rakyat Gaza yang damai ... merupakan kejahatan genosida yang sepenuhnya.”
Al Azhar kemudian merilis pernyataan revisi pada Rabu dengan mengklaim pernyataan sebelumnya dihapus secara sukarela dan dimaksudkan untuk menjaga proses negosiasi gencatan senjata.
Disebutkan bahwa lembaga tersebut “mengambil inisiatif untuk menarik pernyataannya dengan keberanian dan tanggung jawab di hadapan Tuhan ketika menyadari bahwa pernyataan itu dapat memengaruhi negosiasi yang sedang berlangsung mengenai gencatan senjata kemanusiaan di Gaza untuk menyelamatkan nyawa orang-orang tak berdosa.”
Teks asli juga mengecam “bungkamnya dunia yang memalukan dan mencurigakan” serta menolak “setiap seruan untuk pengusiran rakyat Gaza dari tanah mereka.”