Remaja 16 tahun di India gantung diri usai diperkosa massal delapan pria

Jumat, 4 Mei 2018 18:42 Reporter : Pandasurya Wijaya
Remaja 16 tahun di India gantung diri usai diperkosa massal delapan pria demo kasus pemerkosaan di india. ©REX/Shutterstock

Merdeka.com - Seorang remaja perempuan berusia 16 tahun di Distrik Nuh, Negara bagian Haryana, mengakhiri hidupnya dengan gantung diri setelah diculik lalu diperkosa massal delapan pria di desanya. Dia ditemukan keluarganya dalam tewas di rumah pada Senin sore lalu, beberapa jam setelah diduga diperkosa massal.

Laman Mirror melaporkan, Jumat (4/5), menurut aparat, gadis itu diduga tengah seorang diri di rumahnya pada Ahad lalu ketika dia diculik dan diperkosa pada tengah malam.

Polisi menuturkan, para tersangka diduga tiba di rumah korban dengan motor dan sebuah mobil. Mereka kemudian menculik gadis itu dan membawanya ke jalan terpencil. Di jalan itu dia diduga diperkosa massal secara brutal. Setelah melakukan perbuatan bejat itu para tersangka kemudian membuang gadis itu dekat rumahnya.

Menurut laman the Times of India, keesokan paginya, sepupu laki-laki korban menemukan gadis itu tergeletak tidak sadar di luar rumah dan membawanya masuk ke dalam rumah.

Sepupunya kemudian menghubungi orangtua korban dan sang ayah melapor ke polisi. Dalam laporan disebutkan korban diculik dan diperkosa namun kemudian keluarga menemukan gadis itu sudah tewas di rumahnya.

Media lokal mengatakan korban gantung diri ketika dia sedang sendirian.

"Kami bersalah karena meninggalkannya sendirian," ujar ayah korban. "Kami ingin para tersangka diganjar hukuman mati."

Para pelaku dilaporkan berasal dari desa yang sama dengan korban.

Sumber mengatakan kepada Times of India, para tersangka punya keluarga yang berpengaruh dan mereka tengah menekan ayah korban supaya membatalkan tuntutannya. Tekanan ini lalu memicu keributan.

Menurut laman the Hindu, delapan pria itu sudah diketahui identitasnya. Polisi kini tengah memburu mereka.

"Tiga tim sudah dikerahkan untuk memburu dan menangkap mereka," ujar seorang polisi. [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini