Gunungan sampah pakaian bekas dipajang oleh aktivis lingkungan Greenpeace di depan Gerbang Brandenburg, Berlin, Jerman, pada 5 Februari 2024. Aksi ini dilakukan untuk menentang tren fast fashion yang memiliki dampak buruk bagi lingkungan. REUTERS/Annegret Hilse
Advertisement
Protes terhadap tren fast fashion ini digelar pada hari pertama Berlin Fashion Week. REUTERS/Annegret Hilse
Gunungan sampah pakian bekas ini didatangkan aktivis Greenpeace dari sebuah pasar barang bekas di Accra, Ghana. REUTERS/Annegret Hilse
Sebagaimana dilansir Liputan6.com, dalam beberapa dekade terakhir konsep "fast fashion" telah mengambil alih industri pakaian dan menciptakan dampak sosial serta lingkungan yang signifikan. REUTERS/Annegret Hilse
Model bisnis fast fashion meniru tren catwalk terkini dengan desain fashion kelas atas, lalu memproduksinya secara massal dengan biaya rendah. Mereka akan membawa produknya ke toko ritel dengan cepat, saat demand berada pada titik tertinggi. REUTERS/Annegret Hilse
Advertisement
Ada konsekuensi negatif terkait dengan industri fast fashion. Produksi pakaian dalam jumlah besar dan siklus produksi yang cepat dapat menyebabkan limbah tekstil yang besar dan merusak lingkungan. REUTERS/Annegret Hilse
Advertisement
Selain itu, pekerja di industri fast fashion, terutama di negara-negara berkembang, banyak pabrik pakaian yang sering kali bekerja dalam kondisi buruk serta mendapatkan upah rendah. REUTERS/Annegret Hilse