Karya seni grafiti yang merupakan sesuatu terlarang di Singapura, justru berhasil menghidupkan kembali mal terbengkalai.
Pengunjung berjalan di dekat anak tangga penuh warna di Peace Centre, sebuah mal terbengkalai yang berubah menjadi kawasan seni tak terduga, di Singapura, pada 19 Januari 2024. Grafiti merupakan hal yang terlarang di Singapura. Para pelakunya terancam mendapatkan hukuman atau denda berat jika tertangkap. Foto: Roslan Rahman/AFP
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9149792/original/003053700_1783081078-1706602009977-uehbb.jpg)
Advertisement
Namun siapa sangka jika karya seni tersebut kini justru menghidupak kembali mal yang mati dan terbengkalai di negara tersebut. Foto: Roslan Rahman/AFP
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9149794/original/006711100_1783081078-1706602234633-njnqv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9149797/original/032416100_1783081078-1706602269209-230p2.jpg)
Salah satu mal terbengkalai yang hidup kembali berkat karya karya seniman grafiti adalah Peace Centre di kawasan Sophia Road, Singapura. Foto: Roslan Rahman/AFP
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9149798/original/011470700_1783081079-1706602378116-br4x1.jpg)
Para seniman, yang terbelenggu aturan, menyalurkan kreativitasnya dengan mengambil alih mal yang ditinggalkan itu dan menyulapnya menjadi galeri seni grafiti. Foto: Roslan Rahman/AFP
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9149800/original/022624300_1783081079-1706602447062-kn3gn.jpg)
Para seniman berhasil menghidupkan mal tersebut dengan berbagai kegiatan seni, seperti lokakarya dan pameran. Foto: Roslan Rahman/AFP
Advertisement
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9149802/original/054130800_1783081079-1706602499533-4so17j.jpg)
Hidupnya kembali mal yang terbengkalai berkat sentuhan lukisan grafiti ini mengundang kembali para pengunjung, utamanya kaum muda. Foto: Roslan Rahman/AFP
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9149803/original/097930700_1783081079-1706602693066-mhkz6.jpg)
Suasana Peace Centre, sebuah mal terbengkalai yang berubah menjadi kawasan seni tak terduga, di Singapura, 19 Januari 2024. Foto: Roslan Rahman/AFP
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9149804/original/065920400_1783081080-1706602727695-unxgoh.jpg)
Suasana Peace Centre, sebuah mal terbengkalai yang berubah menjadi kawasan seni tak terduga, di Singapura, 19 Januari 2024. Foto: Roslan Rahman/AFP
Advertisement
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9149805/original/087224700_1783081080-1706602558467-21836.jpg)
Pengunjung mendatangi salah satu toko pakaian di Peace Centre, sebuah mal terbengkalai yang berubah menjadi kawasan seni tak terduga, di Singapura, 19 Januari 2024. Foto: Roslan Rahman/AFP
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9149791/original/071263400_1783081077-1706601960382-2fjtl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335418/original/001944200_1787981443-chi3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215146/original/082316400_1746794162-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379444/original/037729800_1792627796-Demo_pelajar_di_Yunani.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376198/original/070880000_1792312230-AP26290534189154.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319019/original/009271200_1755502147-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374231/original/061210200_1792040969-000_D3A22KE.jpg)