Netanyahu Kembali Sampaikan Sikap Soal Ide Negara Palestina Merdeka, Begini Katanya

Netanyahu Kembali Sampaikan Sikap Soal Ide Negara Palestina Merdeka, Begini Kataya

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Netanyahu Kembali Sampaikan Sikap Soal Ide Negara Palestina Merdeka, Begini Katanya
Netanyahu Kembali Sampaikan Sikap Soal Ide Negara Palestina Merdeka, Begini Katanya (Merdeka.com)

Dalam jumpa pers yang disiarkan televisi nasional kemarin Netanyahu berjanji terus menggempur Gaza.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada Amerika Serikat dia menolak berdirinya negara Palestina sebagai bagian dari skenario selepas perang. Posisi Netanyahu ini semakin mempertegas perbedaan pandangan antara kedua negara sekutu ini selama tiga bulan Israel membombardir Gaza, Palestina.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dalam jumpa pers yang disiarkan televisi nasional kemarin Netanyahu berjanji terus menggempur Gaza sampai Israel merasa "sudah meraih kemenangan dari Hamas" dan dia mengaku sudah menyampaikan sikapnya ini kepada para pejabat AS.

"Dalam kesepakatan di masa depan Israel perlu menguasai kendali keamanan di seluruh wilayah di sebelah barat Sungai Yordan," ujar Netanyahu. "Ini bertentangan dengan ide kedaulatan (Palestina). Mau bagaimana lagi?" kata dia, seperti dilansir laman Aljazeera, Jumat (19/1).


"Seorang perdana menteri harus punya kemampuan berkata tidak kepada teman kita," kata dia.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Meski AS sudah memveto resolusi PBB yang menyerukan gencatan senjata, negara itu sudah meminta Israel untuk mengurangi intensitas serangan ke Gaza dan menuturkan berdirinya negara Palestina harus jadi bagian dari kondisi selepas perang.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Menanggapi komentar Netanyahu, Penasihat Keamanan Nasional AS John Kirby mengatakan tidak ada rencana menduduki kembali Gaza setelah perang dan AS masih berkomitmen untuk solusi dua negara.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Matthew Miller mengatakan Israel kini punya peluang untuk terlibat dalam ide negara Palestina karena negara-negara di Timur Tengah bersedia memberi jaminan keamanan.

"Tidak ada acara untuk solusi keamanan jangka panjang Israel dan tidak ada solusi jangka pendek membangun kembali Gaza dan mendirikan pemerintahan dan keamanan di Gaza tanpa berdirinya negara Palestina," kata dia dalam jumpa pers kemarin.

Dia mengatakan meski ada sejumlah perbedaan pandangan antara AS dan Israel, "dukungan kami kepada Israel masih kuat."

Dia mengatakan meski ada sejumlah perbedaan pandangan antara AS dan Israel, "dukungan kami kepada Israel masih kuat."
Dok. Istimewa
Rekomendasi