Kemkomdigi Fokus pada '3C' untuk Sokong Pertumbuhan Industri Gim Nasional

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengusung kerangka kerja '3C' yang terdiri dari connectivity, catalyst, dan competency untuk mendorong industri gim nasional.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kemkomdigi Fokus pada '3C' untuk Sokong Pertumbuhan Industri Gim Nasional
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengusung kerangka kerja '3C' yang terdiri dari connectivity, catalyst, dan competency untuk mendorong industri gim nasional. (AntaraNews)

Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital bidang Pemuda dan Startup, Alfreno Kautsar, mengungkapkan fokus Kemkomdigi dalam mendukung industri gim nasional. Kementerian ini mengusung kerangka kerja "3C" sebagai kerangka kerja utama untuk mencapai tujuan tersebut.

Kerangka "3C" meliputi connectivity, catalyst, dan competency, yang masing-masing diwujudkan melalui berbagai program unggulan. Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat ekosistem gim di seluruh Indonesia.

Dukungan ini disampaikan Alfreno dalam acara Hari Games Nasional (HARGAI) 2026 yang diselenggarakan di Garuda Sparks Innovation Hub, Jakarta Pusat, Sabtu. Acara tersebut menjadi platform penting bagi ekosistem gim nasional.

Connectivity: Fiberisasi dan Kampung Internet

Aspek pertama dari "3C" adalah connectivity, yang didukung oleh Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi melalui program fiberisasi. Program ini krusial bagi pengembangan talenta industri gim, karena konektivitas menjadi tulang punggung digitalisasi.

Alfreno Kautsar menekankan bahwa konektivitas sangat penting bagi para pengembang gim di platform digital. Hal ini dibutuhkan baik untuk mengunggah gim maupun melakukan riset terkait pengembangan.

Tidak hanya fiberisasi di daerah perkotaan, Kemkomdigi juga berupaya memperluas jangkauan konektivitas digital. Program Kampung Internet dihadirkan hingga ke daerah yang belum terjangkau internet, untuk menciptakan pemerataan akses.

Alfreno menyebutkan bahwa program Kampung Internet kini telah tersedia di 2.000 titik di Indonesia. Inisiatif ini mendekatkan konektivitas digital kepada masyarakat, memastikan baik di perkotaan maupun perdesaan memiliki akses digital yang makin setara.

Catalyst: Garuda Sparks Innovation Hub dan HARGAI 2026

Kerangka kerja kedua, catalyst atau katalis, diwujudkan melalui inisiatif Garuda Sparks Innovation Hub. Inisiatif ini merupakan tanggung jawab Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi.

Garuda Sparks Innovation Hub dirancang sebagai wadah bagi banyak kegiatan yang dapat menciptakan inovasi di ruang digital. Tujuannya adalah mampu memberikan solusi inovatif bagi masyarakat luas.

Saat ini, Garuda Sparks Innovation Hub tidak hanya beroperasi di Jakarta, tetapi juga telah hadir di 19 kota besar lainnya. Kota-kota tersebut antara lain Bandung, Medan, Manado, Pontianak, bahkan hingga Jayapura.

Penyelenggaraan Hari Games Indonesia (HARGAI) 2026 di Garuda Sparks Innovation Hub Jakarta menjadi bentuk dukungan nyata lainnya. Ini menunjukkan bahwa Kemkomdigi secara aktif mengkatalisasi pertumbuhan industri gim nasional.

HARGAI 2026 sendiri dinilai sebagai medium penting yang mempertemukan seluruh bagian dari ekosistem gim nasional. Acara ini melibatkan pengembang gim, regulator, hingga komunitas pecinta gim untuk berkolaborasi dan berkembang.

Competency: Program Pelatihan Talenta Digital

Aspek terakhir dari "3C" adalah competency, yang berfokus pada penciptaan talenta digital untuk industri gim. Kemkomdigi mendukung hal ini melalui beragam program pelatihan talenta digital.

Program-program ini ditangani langsung oleh Badan Pengembangan SDM (BPSDM) Kemkomdigi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keterampilan dan kapasitas sumber daya manusia di sektor gim.

Program-program pengembangan talenta digital tersebut terbuka untuk seluruh masyarakat Indonesia. Informasi lebih lanjut dan akses pendaftaran dapat ditemukan melalui situs web resmi digitalent.komdigi.go.id.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi