Mumi Berusia 2.400 Tahun Ini Jadi Korban Tumbal, Makanan Terakhir yang Dikonsumsinya Sebelum Mati Terungkap

Tollund Man atau Pria Tollund adalah korban tumbal yang malang di Denmark pada Zaman Besi, yang dikenal sebagai "mayat rawa."

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Mumi Berusia 2.400 Tahun Ini Jadi Korban Tumbal, Makanan Terakhir yang Dikonsumsinya Sebelum Mati Terungkap
Mumi Berusia 2.400 Tahun Ini Jadi Korban Tumbal, Makanan Terakhir yang Dikonsumsinya Sebelum Mati Terungkap (Merdeka.com)

Para ilmuwan baru-baru ini berhasil mengungkap makanan terakhir mumi dari Zaman Besi. Tollund Man atau Pria Tollund adalah korban tumbal yang malang di Denmark pada Zaman Besi, yang dikenal sebagai "mayat rawa." Dia adalah salah satu dari sekelompok mumi kuno yang ditemukan di rawa-rawa gambut Eropa yang masih terpelihara dengan baik.

Sumber: Greek Reporter

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sebenarnya, mumi ini telah ditemukan lebih dari setengah abad yang lalu pada tahun 1950, tetapi para ilmuwan baru-baru ini melakukan analisis ulang isi perutnya dengan teknologi terbaru. 

Foto: Public Domain

Sekelompok ilmuwan Denmark, yang dipimpin Direktur Penelitian di Museum Silkeborg, Nina Hilt Nielsen, menguji kembali isi perut mumi Tollund menggunakan teknologi mutakhir, yang jauh lebih canggih daripada yang teknologi pada tahun 1950-an.

Sumber: Greek Reporter

Tim Nielsen menggunakan teknologi canggih untuk menganalisis protein mikroskopis, partikel tumbuhan, bahan kimia, dan sampel serbuk sari dari usus besar dan usus kecilnya. Tim pun akhirnya berhasil mengungkap bahwa sebelum kematiannya, pria tersebut mengonsumsi makanan berat berbasis barley atau jelai (bubur gandum), biji rami, dan ikan. Meskipun sederhana, makanan ini sangat bergizi dan mengenyangkan, karena akan mencukupi lebih dari separuh kalori harian pria tersebut.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Ini adalah makanan terakhir yang mengejutkan untuk seorang korban tumbal dalam ritual, karena tidak termasuk bahan mewah atau zat psikoaktif dan analgesik, yang sering ditemukan dalam kasus penumbalan manusia.

Hal menarik lainnya yaitu ada satu zat aneh yang ditemukan dalam makanannya. Para ilmuwan dapat memastikan pria itu telah mengonsumsi sisa penggilingan, atau serpihan bahan tumbuhan dan biji-bijian yang biasanya dihilangkan selama proses penggilingan. Beberapa ahli percaya bahwa substansi ini mungkin terkait aspek ritual.

Selain penemuan makanan, analisis lebih lanjut juga mengungkapkan si Pria Tollund ini tidak dalam kondisi kesehatan yang sempurna. Dia terinfeksi tiga parasit yang berbeda pada saat kematiannya, kemungkinan akibat mengonsumsi daging yang belum matang.

Pria Tollund adalah mumi berusia sekitar 2.400 tahun yang ditemukan oleh dua pemotong gambut yang sedang bekerja di rawa, di semenanjung Jutland, Denmark. Ia diperkirakan meninggal pada usia 30 hingga 40 tahun. Tubuhnya masih sangat utuh sehingga pada awalnya mereka mengira dia adalah korban pembunuhan yang belum lama terjadi. Bahkan, tali kulit yang digunakan untuk membunuhnya juga masih tergantung di lehernya. Namun, ilmuwan percaya bahwa dia sebenarnya dibunuh pada periode 405 hingga 380 SM.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Meskipun banyak yang berpendapat dia adalah seorang penjahat yang dieksekusi, namun para ahli sekarang menganggapnya sebagai korban tumbal ritual karena tubuhnya ditempatkan dengan hati-hati di rawa dalam posisi meringkuk dan mulut serta matanya juga tertutup setelah kematian. 

Ini menunjukkan bahwa kematian Tollund Man memiliki sifat ritual.

Tidak hanya itu, para ahli juga meyakini daerah di sekitarnya itu tampaknya merupakan situs ritual atau keagamaan yang penting. Ini terbukti dengan penemuan seorang mayat rawa lainnya, yang disebut "Elling Woman," yang ditemukan hanya beberapa meter dari lokasi Tollund Man sebelas bulan sebelumnya. Perempuan ini juga digantung dan diduga hidup pada Zaman Besi, tetapi sulit untuk menentukan apakah dia dibunuh pada waktu yang sama dengan Tollund Man.

Pada waktu itu, para ilmuwan dapat menyimpulkan bahwa pria itu telah makan makanan terakhirnya sekitar 12 hingga 24 jam sebelum kematiannya akibat gantung diri, tetapi mereka tidak dapat menentukan dengan pasti isi perutnya pada saat itu.

Rekomendasi