Ribuan demonstran turun ke jalan di berbagai kota besar Amerika Serikat pada Sabtu, 28 Maret 2026, dalam rangkaian aksi nasional bertajuk “No Kings”. Pawai dan unjuk rasa berlangsung serentak, mencerminkan meningkatnya mobilisasi warga yang mengekspresikan sikap kritis terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump.
Di Chicago, massa bergerak melalui pusat kota dengan membawa berbagai spanduk dan poster yang berisi pesan politik. Aksi serupa juga terlihat di New York, di mana Times Square dipadati oleh pengunjuk rasa yang berkumpul sejak pagi hari. Mereka menyuarakan beragam tuntutan dan kekhawatiran terkait arah kebijakan pemerintah federal.
Di Denver, seorang demonstran terlihat membawa boneka yang menyerupai Presiden Trump sebagai bagian dari ekspresi simbolik dalam aksi tersebut. Sementara itu di Houston, barisan panjang massa berbaris di pusat kota dengan membawa spanduk yang menyoroti isu-isu kebijakan dan tata kelola pemerintahan.
Di Los Angeles, situasi sempat memanas ketika aparat keamanan berupaya mengendalikan kerumunan. Dalam salah satu insiden, seorang demonstran dilaporkan terjatuh setelah terjadi kontak dengan kuda polisi. Meski demikian, sebagian besar aksi berlangsung dalam pengawasan ketat aparat dan tetap berjalan relatif tertib.
Aksi “No Kings” ini merupakan gelombang ketiga dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Gerakan tersebut berkembang sebagai bentuk oposisi akar rumput yang mengandalkan mobilisasi publik secara luas. Para peserta aksi berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari aktivis hingga warga umum yang menyatakan aspirasi mereka di ruang publik.