Sri Lanka telah menetapkan hari Rabu sebagai hari libur mingguan bagi pegawai sektor publik mulai 18 Maret, sebagai upaya untuk mengatasi keterbatasan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di negara tersebut.
Menurut langkah-langkah yang diumumkan oleh Komisaris Jenderal Layanan Esensial Sri Lanka, Prabath Chandrakeerthi, semua sekolah, universitas, dan pengadilan negeri juga akan mengikuti kebijakan penutupan mingguan pada hari Rabu.
Namun, arahan ini tidak berlaku untuk sektor-sektor esensial seperti layanan kesehatan, pelabuhan, pasokan air, dan operasional bea cukai. Hal ini dikutip dari Antara News pada Rabu, 18 Maret 2026.
Advertisement
Penangguhan Kegiatan Lembaga Pemerintah
Komisaris jenderal tersebut menegaskan bahwa para pimpinan lembaga pemerintah tetap memiliki kewenangan untuk memanggil pegawai untuk bertugas pada empat hari kerja lainnya dalam seminggu, berdasarkan kebutuhan operasional.
Sejalan dengan langkah ini, semua acara pemerintah juga telah ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut sebagai respons terhadap situasi pasokan bahan bakar.
Selain itu, pemerintah meminta lembaga-lembaga sektor swasta untuk menerapkan skema serupa jika memungkinkan, guna mendukung upaya penanganan krisis ini.