Gunung Sampah Longsor di Filipina, Enam Orang Tewas dan Puluhan Hilang

Sekitar 50 orang pekerja dilaporkan berada di lokasi tersebut pada saat insiden terjadi.

Teddy Tri Setio Berty
Oleh Teddy Tri Setio Berty - Reporter
Gunung Sampah Longsor di Filipina, Enam Orang Tewas dan Puluhan Hilang
gunung sampah di filipina (AP)

Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di Tempat Pembuangan Sampah Binaliw, Kota Cebu, Filipina tengah, setelah longsoran sampah menewaskan setidaknya enam orang dan mengubur banyak pekerja sanitasi. Hingga Sabtu (10/1/2026), terdapat 32 orang yang dilaporkan hilang.

Insiden ini terjadi pada Kamis (8/1) ketika tumpukan sampah runtuh dan menimpa para pekerja. Seorang anggota dewan kota memperkirakan bahwa tinggi longsoran tersebut setara dengan gedung 20 lantai, dan sekitar 50 pekerja berada di lokasi saat kejadian.

Petugas penyelamat menghadapi bahaya longsoran susulan karena puing-puing masih terus bergerak. "Operasi berjalan tanpa henti, tetapi setiap kali tumpukan bergerak, kami terpaksa menghentikan sementara demi keselamatan," ungkap Jo Reyes, seorang penyelamat dari Cebu, kepada AFP pada Sabtu.

Ketua Dewan Penanggulangan Bencana Kota Cebu, Dave Tumulak, melaporkan bahwa dua jenazah kembali ditemukan pada Sabtu (10/1), sehingga total korban tewas menjadi enam orang.

"Kami menemukan dua jenazah, tetapi belum bisa dievakuasi karena tertimpa balok logam berat. Tim sedang berupaya memotong logam tersebut," jelasnya, seperti yang dikutip dari laman Phil Star pada Minggu (11/1). Untuk mempercepat proses evakuasi, pihak otoritas mengerahkan 20 truk yang dilengkapi dengan derek hidrolik dan alat pemotong khusus. Peralatan tambahan ini diperlukan karena ukuran besar balok-balok logam yang menghalangi akses ke lokasi korban.

"Kami berharap masih ada korban selamat. Kami berpacu dengan waktu, oleh karena itu operasi dilakukan selama 24 jam," kata Tumulak. Sejauh ini, 12 pekerja berhasil diselamatkan dan mendapatkan perawatan di rumah sakit. Sementara itu, keluarga para korban terus menunggu kabar di lokasi kejadian.

"Kami berharap dan berdoa untuk sebuah keajaiban," ungkap anggota Dewan Kota Cebu lainnya, Joel Garganera.

Garganera menyebut insiden ini sebagai bencana yang seharusnya bisa diprediksi. Ia menjelaskan bahwa tumpukan sampah menyerap air seperti spons, sehingga sangat rentan terhadap longsor, terutama saat hujan.

"Tidak perlu menjadi ahli untuk memahami bahwa kejadian seperti ini pada akhirnya akan terjadi," tegasnya. Ia juga menyoroti keluhan lama para pengemudi mengenai akses jalan curam menuju puncak lokasi pembuangan.

Mengganggu Lingkungan

Foto-foto yang dirilis oleh pihak kepolisian memperlihatkan tumpukan sampah yang tinggi di belakang gedung administrasi serta area tempat tinggal staf, di mana sebagian besar korban tinggal. Binaliw menjadi satu-satunya fasilitas pengelolaan sampah yang melayani Cebu dan daerah sekitarnya, dengan kapasitas pengolahan mencapai sekitar 1.000 ton sampah setiap harinya, menurut informasi dari operatornya, Prime Integrated Waste Solutions. Hingga saat ini, perusahaan tersebut belum memberikan pernyataan resmi mengenai insiden tersebut.

Salah satu pekerja bernama Rita Cogay (49) menceritakan pengalamannya selamat dari kejadian tersebut. Ia mengaku bahwa ia keluar sebentar untuk minum air sebelum bangunan tempatnya bekerja mengalami keruntuhan.

"Saya kira ada helikopter. Suaranya sangat keras. Saat menoleh, yang terlihat hanya sampah dan bangunan yang ambruk," ungkapnya. Otoritas setempat melaporkan bahwa insiden ini menewaskan seorang perempuan berusia 22 tahun dan menyebabkan 38 orang lainnya dinyatakan hilang.

Dalam foto yang diambil, terlihat tim penyelamat yang terus melanjutkan operasi di lokasi runtuhnya fasilitas pemilahan sampah di Binaliw, kota Cebu, Filipina pada hari Sabtu, 10 Januari 2026.

Otoritas setempat mengatakan insiden tersebut menewaskan seorang perempuan berusia 22 tahun dan menyebabkan 38 lainnya dinyatakan hilang. Tampak dalam foto, tim penyelamat melanjutkan operasi di lokasi runtuhnya fasilitas pemilahan sampah di Binaliw, kota Cebu, Filipina tengah pada hari Sabtu, 10 Januari 2026. (AP Photo/Jacqueline Hernandez)
Otoritas setempat mengatakan insiden tersebut menewaskan seorang perempuan berusia 22 tahun dan menyebabkan 38 lainnya dinyatakan hilang. Tampak dalam foto, tim penyelamat melanjutkan operasi di lokasi runtuhnya fasilitas pemilahan sampah di Binaliw, kota Cebu, Filipina tengah pada hari Sabtu, 10 Januari 2026. (AP Photo/Jacqueline Hernandez)
Rekomendasi