Seorang petani Irlandia berusia 40-an tahun membuat keputusan mengejutkan. Ia menjual lahannya senilai Rp11 Miliar. Kejadian ini terjadi beberapa bulan lalu.
Alih-alih menyimpan atau menggunakan uang tersebut untuk berinvestasi, lebih dari setengah dari jumlah itu telah ia sumbangkan kepada orang-orang yang kurang mampu, seperti yang dilaporkan oleh Odditycentral pada Jumat (8/8/2025).Media lokal tidak menyebutkan nama petani tersebut, tetapi ia mengklaim bahwa ia menerima "pesan dari Tuhan" yang memintanya untuk mendonasikan seluruh kekayaannya jika ingin mencapai surga.
Ia benar-benar menjalankan pesan tersebut dengan serius. Setelah penjualan lahannya, ia aktif membagikan uangnya kepada berbagai orang yang membutuhkan. Hakim Michael Twomey bahkan mendapatkan informasi bahwa pekan lalu, petani itu memberikan uang tunai sebesar 1.000 Euro (sekitar Rp19 juta) kepada seorang wanita tunawisma yang baru saja ia jumpai. Dalam waktu singkat, saldo rekening banknya pun mengalami penurunan yang signifikan.
Advertisement
Motivasi Spiritual di Balik Aksi Dermawan
Pengacara Katherine Kelleher menyampaikan di hadapan pengadilan bahwa situasi keuangan sang petani semakin memburuk. "Pagi ini saya menerima telepon yang mengabarkan salah satu rekeningnya malah minus 65.000 Euro (Rp1,3 miliar)," ujarnya. Dalam beberapa minggu terakhir, petani tersebut telah membagikan uang sekitar 38.000 Euro (Rp721 juta). Dari total 600.000 Euro (Rp11,6 miliar) hasil penjualan lahannya, kini hanya tersisa 250.000 Euro (Rp4,7 miliar) di tangannya.
Kemungkinan besar, ia akan menghabiskan sisa uang tersebut demi "mengamankan" tempatnya di surga.
Atas nama Badan Layanan Kesehatan Irlandia, Kelleher meminta kepada Pengadilan Tinggi untuk menunjuk seorang wali yang dapat melindungi sang petani dari tindakan impulsifnya dan kedermawanan yang berlebihan. Guardian ad litem adalah individu independen yang ditunjuk oleh pengadilan selama proses persidangan untuk mewakili dan melindungi kepentingan terbaik orang yang diwakilinya. Penunjukan ini diharapkan dapat membantu sang petani agar tidak kehilangan semua asetnya karena kedermawanan yang tidak terkontrol.