VIDEO Bocah Perempuan Palestina di Gaza Menyelamatkan Diri di Tengah Kobaran Api Akibat Bombardir Israel

Israel mengebom sekolah yang dijadikan tempat pengungsian.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
VIDEO Bocah Perempuan Palestina di Gaza Menyelamatkan Diri di Tengah Kobaran Api Akibat Bombardir Israel
VIDEO Bocah Perempuan Palestina di Gaza Menyelamatkan Diri di Tengah Kobaran Api Akibat Bombardir Israel (Merdeka.com)

Gambar-gambar mengerikan muncul dari serangan terbaru Israel yang menyasar Sekolah Fahmi Al-Jarjawi, yang diubah menjadi tempat penampungan di Kota Gaza. Salah satu video menunjukkan seorang anak perempuan berlarian menyelamatkan diri setelah ruang kelas tempat ia tidur dilalap api.

Dalam klip berdurasi 11 detik yang dibagikan di Telegram, bocah tersebut terlihat berusaha keluar dari ruang kelas yang terbakar setelah serangan mematikan Israel pada Senin (26/5) dini hari tersebut. Dikutip dari Middle East Eye, nasib bocah perempuan tersebut belum diketahui, apakah ia berhasil selamat atau turut menjadi korban meninggal dalam serangan brutal tersebut.

Rekaman lain yang diambil dari sekolah tersebut menunjukkan dinding berlumuran darah dan kasur hangus tergeletak di lantai, saat petugas penyelamat dan orang tua yang putus asa mencari korban selamat.

Para pejabat kesehatan mengatakan kepada wartawan, mereka telah menemukan 31 jenazah orang yang terbakar parah, termasuk anak-anak, setelah serangan tengah malam itu.

Seorang pengungsi Palestina, Bushra Rajab, mengatakan dia terbangun oleh suara orang-orang yang berteriak minta tolong setelah serangan tersebut.

"Kami terbangun karena suara ledakan besar. Banyak yang tewas dan banyak yang terluka," katanya kepada Al Jazeera berbahasa Arab.

"Beberapa dari mereka adalah saudara saya. Saya memohon kepada Allah Yang Maha Esa untuk melimpahkan belas kasihan-Nya kepada mereka."

Israel berdalih sekolah tersebut merupakan pusat komando Hamas dan gerakan Jihad Islam Palestina, namun tuduhan tersebut tidak disertai bukti.

Hukum humaniter internasional melarang serangan terhadap infrastruktur sipil, termasuk sekolah. Namun, Israel telah berulang kali mengebom sekolah, yang sebagian besar digunakan sebagai tempat berlindung bagi para pengungsi, selama 19 bulan perang genosida di Gaza.

Rekomendasi