Rencana Jahat Netanyahu Terungkap, Ingin Rebut Seluruh Wilayah Gaza dan Usir Semua Warga Palestina

Netanyahu sejauh ini gagal mencapai tujuannya untuk menghancurkan Hamas dan mengembalikan para tawanan.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Rencana Jahat Netanyahu Terungkap, Ingin Rebut Seluruh Wilayah Gaza dan Usir Semua Warga Palestina
Rencana Jahat Netanyahu Terungkap, Ingin Rebut Seluruh Wilayah Gaza dan Usir Semua Warga Palestina (Merdeka.com)

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan rencana Israel untuk merebut seluruh Jalur Gaza dengan melakukannya secara intensif, dan pasukannya akan tetap berada di sana untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.

Ia mengatakan pasukan militer Israel (IDF) tidak akan melancarkan serangan dan kemudian meninggalkan wilayahnya, tetapi ‘sebaliknya.’ Rencananya mencakup penyaluran bantuan ke Gaza, walaupun faktanya hingga kini tidak ada pasokan kemanusiaan yang disalurkan.

Pejabat Israel mengatakan rencana serangan yang baru disetujui akan memindahkan penduduk sipil Gaza ke selatan dan menjaga agar bantuan tidak jatuh ke tangan Hamas.

Pada Minggu (4/5), PBB menolak proposal rencana baru Israel untuk menyalurkan bantuan di tempat yang zionis sebut sebagai pusat Israel, lembaga ini mengatakan rencana tersebut “dirancang untuk memperkuat kendali atas barang-barang penopang kehidupan sebagai taktik tekanan, sebagai bagian dari strategi militer,” seperti dikutip dari Sky News, Selasa (6/5).

Olga Cherevko dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA), mengatakan bahwa proposal tersebut “bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan yang ditetapkan secara internasional”

Ia memperingatkan rencana tersebut dapat berarti “menempatkan orang pada risiko yang lebih besar” dan meningkatkan kemungkinan bantuan “tidak sampai kepada mereka yang paling rentan dan membutuhkan,” seperti penyandang disabilitas yang tidak dapat mencapai pusat-pusat bantuan yang direncanakan.

Cherevko menolak klaim Israel bahwa sebagian besar bantuan yang dikirim ke Gaza diselewengkan oleh Hamas. Ia juga memperingatkan bahwa lembaganya tengah kehabisan semua persediaan dengan sangat cepat.

Ia menggambarkan situasi di Gaza saat ini “benar-benar putus asa.” dan berkata, “hampir setiap hari saya melihat orang-orang berebut air, berebut makanan.” Semua ini terjadi sementara blokade terhadap Gaza masih berlangsung.

Menteri kabinet Israel menyetujui rencana untuk melancarkan serangan baru pada Senin (5/5) pagi, beberapa jam setelah diumumkan bahwa puluhan ribu tentara cadangan telah dikerahkan.

Netanyahu sejauh ini dicap gagal dalam mencapai tujuannya untuk menghancurkan Hamas atau memulangkan semua sandera, meskipun sudah lebih dari setahun melakukan serangan brutal ke Gaza.

Reporter Magang: Devina Faliza Rey

Rekomendasi