Erupsi Menerus Gunung Anak Krakatau, Ini Imbauan PVMBG Soal Radius 3 Km

Gunung Anak Krakatau erupsi sejak 23.07 WIB disertai lava fountain. PVMBG meminta area dalam radius 3 km dikosongkan. Ini data aktivitas yang terekam.

Nanda Perdana Putra
Oleh Nanda Perdana Putra - Reporter
Erupsi Menerus Gunung Anak Krakatau, Ini Imbauan PVMBG Soal Radius 3 Km
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda kembali meningkat. (Liputan6.com/Istimewa).

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM mengimbau masyarakat, pengunjung, dan wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi Gunung Anak Krakatau. Imbauan dikeluarkan menyusul gunung anak krakatau erupsi secara menerus sejak pukul 23.07 WIB dengan karakter lava fountain atau lava air mancur.

Gunung Anak Krakatau yang berada di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, dilaporkan masih menunjukkan aktivitas erupsi hingga laporan pengamatan terakhir. Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), periode Jumat (4/9) pukul 18.00-24.00 WIB, aktivitas erupsi masih tercatat.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Suwarno, menyatakan letusan belum berhenti hingga laporan dibuat. "Durasi letusan masih menerus sampai laporan ini dibuat," kata Suwarno.

Ia menjelaskan, erupsi menerus telah berlangsung sekitar 1 jam 30 menit sejak pukul 23.07 WIB. Kondisi tersebut diinterpretasikan sebagai lava fountain atau lava air mancur.

Suwarno juga memaparkan kondisi visual kawah dan data seismik yang terekam selama periode pengamatan. "Asap kawah berwarna kelabu hingga hitam teramati dengan intensitas sedang hingga tebal, mencapai ketinggian sekitar 100-400 meter di atas puncak kawah. Pos Pengamatan Gunung api Anak Krakatau mencatat enam kali gempa letusan dengan amplitudo 19-70 milimeter dan durasi 29-3.153 detik," katanya.

Selain gempa letusan, Pos Pengamatan mencatat delapan kali gempa hembusan dengan amplitudo 12-27 milimeter dan durasi 20-43 detik. Kemudian, muncul 39 kali gempa frekuensi rendah dengan amplitudo 7-31 milimeter dan durasi 6-19 detik, serta 35 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 7-43 milimeter dan durasi 7-20 detik.

Aktivitas tremor menerus (microtremor) juga masih terekam, dengan amplitudo 1-60 milimeter dan nilai dominan pada 25 milimeter.

Status Gunung Anak Krakatau Naik ke Siaga

Suwarno menyebut peningkatan aktivitas vulkanik pada awal Juli menjadi dasar Badan Geologi menaikkan status Gunung Anak Krakatau dari Level II (Waspada) ke Level III (Siaga).

Meski status ditingkatkan, aktivitas gunung api tetap dapat dipantau melalui langkah mitigasi yang direkomendasikan PVMBG.

Sejalan dengan kondisi tersebut, masyarakat, wisatawan, dan nelayan diminta mematuhi rekomendasi keselamatan dengan tidak beraktivitas dalam radius yang telah ditetapkan dari pusat erupsi. Pembatasan dilakukan untuk mengantisipasi risiko erupsi dan lontaran material vulkanik.

Nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Selat Sunda juga diimbau untuk memantau perkembangan informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau. Kondisi cuaca turut perlu diperhatikan sebelum melaut.

Rekomendasi