Sekitar satu dasawarsa lalu para ahli memprediksi sejumlah negara di Asia akan menjadi Macan Asia karena kekuatan ekonominya. Kala itu nama Indonesia disebut-sebut sebagai salah satu negara yang akan menjadi Macan Asia.
Namun Asia, rumah bagi beberapa ekonomi dengan pertumbuhan tercepat dan negara-negara terkuat di dunia, menyimpan kerentanan di bawah permukaannya.
Beberapa negara menghadapi krisis ekonomi, politik, dan lingkungan yang mengkhawatirkan yang berpotensi menyebabkan ketidakstabilan dan bahkan keruntuhan total.
Video dari Globe Discoveries mengidentifikasi sepuluh negara Asia yang saat ini berada di ambang kehancuran, yang masing-masing bergulat dengan tantangan unik dan mengerikan.
Terjebak dalam krisis selama bertahun-tahun, Sri Lanka mengalami gagal bayar utang $83 miliar pada tahun 2022. Inflasi melonjak, kelangkaan bahan bakar meluas, dan upaya untuk membayar kembali pinjaman dari kreditur internasional terus berlanjut. Ketidakstabilan politik dan korupsi memperparah keadaan, memicu protes dan bentrokan.
Kombinasi yang menghancurkan dari krisis ekonomi, politik, dan keamanan mendorong Pakistan semakin dekat ke jurang kehancuran. Inflasi meroket, mata uang jatuh, dan beban utang yang besar membebani jutaan orang. Ketidakstabilan politik, skandal korupsi, dan ancaman teroris yang berkembang semakin memperburuk situasi yang sudah mengerikan.
Sejak kudeta militer tahun 2021, Myanmar telah terjebak dalam spiral yang semakin dalam. Perang saudara yang brutal, sanksi ekonomi, dan runtuhnya mata uang telah melumpuhkan negara tersebut. Krisis politik tetap tidak terselesaikan, sehingga membuat negara tersebut berada di ambang anarki total.
Korea Utara:
Terisolasi dari dunia, Korea Utara bergulat dengan kemiskinan ekstrem, kekurangan pangan, dan sanksi ekonomi yang melumpuhkan. Krisis pangan yang parah, yang diperburuk oleh perbatasan yang dikendalikan dengan ketat, telah menyebabkan kekurangan gizi dan kelaparan yang meluas.
Advertisement
Laos
Pernah dianggap sebagai pusat pariwisata yang berkembang pesat, Laos sekarang tenggelam dalam utang, inflasi, dan kesalahan pengelolaan keuangan. Utang yang besar kepada China dan jatuhnya industri pariwisata semakin memperburuk keadaan.
Afghanistan
Di bawah pemerintahan Taliban, Afghanistan telah menjadi zona bencana ekonomi. Bantuan asing telah mengering, kemiskinan merajalela, dan sanksi telah melumpuhkan sistem keuangan. Tidak adanya ekonomi formal, perdagangan internasional, dan kelaparan yang meluas telah mendorong negara itu semakin dekat dengan kehancuran.
Bangladesh
Setelah dianggap sebagai kekuatan ekonomi yang meningkat, Bangladesh menghadapi salah satu krisis keuangan terburuk dalam beberapa dekade. Inflasi yang meroket, mata uang yang runtuh, dan kerusuhan politik telah membuat kehidupan sulit bagi jutaan orang. Krisis utang dan ketidakstabilan politik semakin memperburuk situasi yang sudah mengerikan.
Lebanon
Lebanon sudah menjadi negara yang gagal, dan situasinya terus memburuk. Hiperinflasi, kelangkaan listrik, dan disfungsi pemerintah yang total telah membuat kehidupan sehari-hari menjadi tidak tertahankan. Korupsi politik tetap merajalela, menghambat reformasi dan upaya untuk mengamankan bantuan asing.
Suriah
Setelah lebih dari satu dekade konflik, Suriah masih bergulat dengan perang saudara, kehancuran ekonomi, dan sanksi asing. Mata uang telah anjlok, ketidakamanan pangan merajalela, dan kekerasan terus berlanjut. Sanksi internasional telah mencekik ekonomi, menghambat pembangunan kembali.
Yaman
Yaman menduduki puncak daftar sebagai negara paling rapuh di Asia, dengan krisis kemanusiaan dan bencana ekonomi yang besar sedang berlangsung. Kelaparan meluas, ekonomi tidak ada lagi, dan perang terus menghancurkan negara tersebut. Tidak adanya pemerintahan yang berfungsi, ekonomi yang stabil, dan krisis kemanusiaan terburuk telah membuat Yaman berada di ambang kehancuran.
Advertisement